
"kenapa tangung jawab ini harus diberikan kepada keluarga Jhonson ?!..(batin Renata) terdiam melirik Rena dengan tatapan sedikit tak terima
"membereskan tentu saja akan dibereskan ,tapi menggunakan kekuatan secara paksa akan melukai desa bunga dan juga akan merusak keharmonisan dengan keluarga Mahesa !" saut Renata yang tak mau kalah melipat kedua tangannya didadanya dengan angkuhnya yang terpancing dengan omongan saingannya ,dan Rena pun yang mendengar itu amatlah senang
"mungkin semuanya tidak seburuk apa yang kita pikirkan, sebaiknya kita tunggu dan lihat saja bagaimana keputusan jila tapi ,jika benar-benar terjadi sesuatu , maka tidak perlu mengandalkan keluarga Jhonson, aku sendiri juga bisa melindungi jila !" ujar Rena dengan rasa PDnya menatap dengan galaknya ,sama halnya dengan Renata dirinya pun tak mau kalah menatap Rena dengan garangnya
"hmphh!!...banyak omong sekali kau!" bentak Rena dengan kesalnya yang sudah saling tatap dengan sengitnya dan membuang muka kearah lain dalam bersamaan
"Ehmmpphh!!...
__ADS_1
Dan jila pun yang sadar menoleh kearah belakang melihat kedua wanita yang masih bersiteru
"kenapa mereka ,apa bertengkar lagi ?eihh!sulit sekali , sebuah gunung tidak bisa menyembunyikan 2 harimau , apalagi 2 harimau itu betina seperti mereka !..(batin jila) menghelang nafas beratnya sembari berjalan mengikuti yang lainnya
"~~uhu~~
"ayo semuanya , silahkan duduk ini ruang tamu khusus untuk menyambut tamu seperti kalian .."ajak Baskoro dengan ramahnya dan mereka yang tak sungkan lagi berjalan menuju kursi ya masing-masing yang terbuat dari kayu yang begitu mengkilap dan kokoh dan tak lupa beberapa pelayan pun menyuguhkan teh khas didesa bunga diatas meja dengan hati-hati
Tak..tak..tak..
__ADS_1
"ayah..kau sudah pulang !" sapa pria dengan semangat nya dan Rena pun yang sadar itu amatlah terkejut dengan mata melotot tidak percaya melihat pria dihadapannya dan dirinya pun yang tanpa aba-aba merebut dan mengambil topi dari kepala sahabatnya yang ingin menutupi wajahnya
"aaa!! OMG !kenapa dia mucul dengan tiba-tiba!" bisik Rena dengan rasa cemasnya membuat jila pun sedikit Bingung melihat sikap sahabatnya ,dan pria berkulit hitam manis yang bernama Zero shaleman menoleh melihat beberapa tamu istimewa dengan ramahnya
"halo semuanya! Aku Zero anak dari kepala desa senang bertemu dengan kalian !"sapa Zero tersenyum senang, namun dirinya yang sadar menoleh melihat wanita berbaju merah kotak -kotak yang sudah menutupi wajahnya dengan topi dikedua tangannya yang sedikit curiga membuat dirinya pun semakin penasaran dan berjalan menghampiri lebih dekat lagi , dan Rena pun yang mengintip sedikit semakin cemas tidak karuan memejamkan matanya yang ingin bersembunyi dari dirinya
"gawat!!kenapa malah berjalan kesini!!..(batin Rena ) yang gugup ketakutan ,dan Rifan pun terdiam sejenak memperhatikan wanita yang mirip dengan wanita idamannya dengan rasa keberanian ya dirinya pun merebut topi dari tangan wanita itu ,dan benar saja membuat zero pun tercengang dan terkejut melihat wanita yang selama ini dia harapkan dengan tatapan penuh cinta dan bahagia didalam hati nya
"Rena ,apa itu kau? senang bertemu denganmu !"sapa Zero tersenyum lebar dengan kedua sorot matanya yang terbinar-binar penuh butiran cinta yang merekah dimana-mana dan Rena pun yang mendengar itu hanya bisa menangis didalam hatinya
__ADS_1
"huhuhuh.. ingin bersembunyi tapi pada akhirnya tetap tidak bisa menghindar sama sekali nasib -nasib!..(batin Rena )dengan pasrahnya dirinya pun beranjak bangun dari duduknya dan tersenyum khas memperkenalkan dirinya kepada pria yang beberapa hari yang lalu, yang selalu dipuja-puja
" ehem! biarkan aku memperkenalkan diriku secara resmi ,namaku adalah Rena Renaissance umurku sudah menginjak 25 tahun !" sapa Rena tersenyum paksa sembari mengulurkan tangannya dan zero pun yang mendengar itu langsung menyambut, memegang tangan wanita pujaanya dengan antusias