sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
kemunculan dina


__ADS_3

3 hari kemudian..


di mansion milik dolken batara gruop


"nyonya muda ..


"ehmm..


" nyonya muda, anda sudah kembali ! pasti perjalanan kali ini sangat menyusahkan anda!.".ucap nia yang sudah menyambut dengan ramahnya sembari maju menghampiri majikanya yang sudah ada di depan pintu yang sudah di bantu beberapa pelayan untuk menggantikan sedal rumahnya


"lumayan, akhirnya aku bisa menyelesaikan masalah di pikiranku ! oh iya dimana tuan muda? .. " saut jila yang sudah menerima secangkir teh hangat yang sudah ada di hadapannya dengan hati-hati


" tadi pagi sekali ada sedikit masalah di kantor , dan tuan muda langsung pergi kesana?.."ujar nia yang sudah memberitahukannya


"ohh, begitu!.. huhh... sruuppp... ahh!... tehnya cukup enak ,tolong taruh teh nya di atas meja sana nanti aku minum lagi " saut jila yang sudah meminum sedikit dan menyuruh salah satu pelayannya untuk menaruh tehnya di atas meja yang membuat matanya pun tertuju di sudut meja yang tak jauh dari penglihatannya


"eh?? apa itu? .. "tanya jila kepada beberapa pelayan itu dengan wajah penasarannya


"owh.. ini adalah surat undangan, dan baru dikirim hari ini, dikirimkan untuk nyonya muda.. " saut salah satu pelayan itu yang sudah mengambilkan sebuah surat dan di berikan kepada majikannya

__ADS_1


"dikirimkan untukku?.. " ucap jila dengan wajah penasarannya yang membuat jila pun langsung membukanya


"foto ct dari rumah sakit? bukan surat undangan 'kah ? . . (batin jila ) yang sudah mengeluarkan satu lembar kertas dan membacanya yang penuh kebingungan tapi di saat ada namanya di atas tertuliskan yang membuat wajahnya pun langsung terkejut tak percaya


" dina?? kenapa di saat sudah mengecewakanku malah datang lagi ! kali ini apa lagi yang dia inginkan ! ? kenapa terus menerus menghantuiku seperti setan tak ada abisnya ! bikin kepala ku sakit di saat mengingat kejadian waktu itu! ingin rasanya... (batin jila) yang tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya yang membuatnya sedikit oleng tapi untungnya jila pun terjatuh duduk diatas sofa yang empuk itu yang membuat salah satu pelayan itu yang tak jauh darinya beranjak berjalan menghampiri majikanya dengan wajah cemasnya


"nyonya muda, apa anda baik-baik saja?


" ah! tidak apa-apa aku baik-baik saja , aku butuh istirahat saja aku akan kembali ke kamarku . . "saut jila yang ingin beranjak bangun dari duduknya tapi dengan tiba-tiba suara henpone milik jila pun berbunyi di dalam tasnya


drettt... drett... drett...


"ah! no tak di kenal?.. (batin jila) yang sudah melihat no panggilan tak di kenalnya yang membuat jila pun yang penasarannya mengangkat telepon itu yang tak banyak pikir lagi


" jila, ini aku dina, apakah aku boleh bertemu denganmu ?.. "ucap dina di sebrang sana yang membuat jilapun merasa sedikit terkejut


" dina !? tapi maaf, aku lagi tidak ada di rumah.. " ucap jila dengan sedikit berbohong kepada dina dengan suara cueknya


"aku melihat mu pulang, ke mansion, uhuk.. uhuk.. jila, aku tidak akan hidup lama lagi , uhuk.. aku akan mati! sebelum aku mati,aku ingin bertemu dengan mu,aku benar-benar tidak punya niat lain,aku hanya ingin bertemu denganmu! " ucap dina dengan suara paraunya di sebrang sana yang membuat jila pun langsung terbangun dari duduknya dengan rasa keraguan di hatinya

__ADS_1


"apakah dia ingin membodohiku lagi!?.. (batin jila) yang terdiam sejenak yang membuat dina pun berbicara lagi


"apakah kamu sudah melihat CT yang aku berikan untukmu? aku memiliki tumor di otakku, dokter bilang walaupun itu di angkat, aku tetap akan menjadi orang lumpuh, waktuku tidak banyak, seumur hidupku, aku paling menyesal karena sudah menyakiti mu , jila, aku hanya ingin bertemu denganmu, aku benar-benar tidak ada punya niat lain uhuk.. uhuk.. " ucap dina dengan suara sedikit seraknya yang membuat jila pun tercengang tidak percaya akan sahabatnya itu


" tumor otak ! kamu dimana? . . " ucap jila dengan suara cemasnya


"aku sekarang ada di restoran Michelin , tidak jauh dari pintu gerbang rumahmu . .


" baik, tunggu aku!.. " ucap jila dengan terburu-burunya langsung melesat ke pintu keluar dengan wajah paniknya yang membuat para pelayan pun sangat terkejut


"nyonya muda, anda mau kemana?..


"aku pergi ke restoran Michelin tidak jauh dari sini, kalian tidak usah mengikutiku, aku akan menelepon jika terjadi sesuatu padaku . . " ucap jila dengan suara kerasnya kepada salah satu pelayannya yang sudah melihat majikanya pergi begitu saja dengan terburu-buru


tak... tak... tak....


"dina , ternyata kau terkena penyakit tumor otak! sungguh membuat ku merasa terkejut saat mendengar itu.. (batin jila) yang masih berjalan cepat menuju restoran itu tanpa pendamping atau bodyguard disisinya saat ini


tak... tak... tak...

__ADS_1


di sebrang sana..


" sahabatku yang baik, aku tahu kamu tidak akan meninggalkanku sendirian bukan ?. . " ucap dia dengan sedikit bergetar kan di bibirnya itu


__ADS_2