
beberapa jam kemudian jila pun yang sudah menghabisakan waktunya berbelanja akhirnya dirinya pun merasa sedikit letih dengan kakinya yang sudah amat pegal
"aku sedikit letih berjalan, bisakah kau mencarikan ruang untuk istirahat ? " pinta jila kepada asistenya yang sudah berdiri di sampingnya
"baik, nyonya muda " saut wawan yang sudah cepat mengirim beberapa bodyguard untuk mempersiapkan ruangan khusus majikannya , yang membuat orang-orang di sekitarnya pun melihat dan memperhatikan sekelompok orang yang berseragam jas hitam-hitam yang sedang menjaga dan mengikuti seorang wanita muda di depannya yang begitu ketat
"siapa orang itu? luar biasa sekali nya .. " ujar salah satu pengunjung dengan yang lainnya yang sedang memperhatikan wanita yang ada di depannya
"mungkin dia anak orang kaya, sehinga banyak beberapa bodyguard dan asistenya mengikuti dirinya.. " saut salah satu temanya itu dengan wajah sedikit penasarannya
"hmm.. kau benar..
tap... tap... tap...
yang membuat jila pun langsung membalikan tubuhnya menatap beberapa bodyguard di belakangnya
__ADS_1
"kalian tidak perlu menjagaku , pergilah kemana pun kalian inginkan? " pinta jila melihat beberapa bodyguard itu yang sudah berbaris begitu rapih
"baik, nyonya.. " sontak mereka dengan berbarengan langsung membubarkan barisan yang sudah melihat majikannya berjalan masuk keruangan khusus dan mereka pun secara bergantian menjaga pintu ruangan itu
brakkk.. (suara pintu)
jila pun yang sedikit merasa lega langsung duduk di atas sofa yang begitu nyaman sembari mengakat kakinya yang sudah selonjoran , namun dengan tiba-tiba wawan pun membawa sebuah kotak yang berukuran sedang dari tangannya untuk di berikan kepada majikannya
"nyonya muda, ini untuk mu? " ujar wawan sembari menyodorkan kotak berwarna merah itu Kepada majikannya yang sudah menampakan wajah bengongnya
"untukku? "saut jila sembari menerima kotak itu dengan wajah penasarannya yang langsung membukanya dan alangkah terkejutnya melihat isi kotak itu dengan matanya yang terbinar-binar
"syukurlah, kalau nyonya muda suka ! hehe... " saut wawan yang sudah menampakan wajah merahnya sembari menggaruk rambutnya yang tak gatal itu, namun dengan tiba -tiba mereka pun mendengar kegaduhan diluar Sana
"CEO rangga, nyonya jila sedang istirahat didalam . . " protes salah satu bodyguard itu dengan wajah kesalnya
__ADS_1
"aku tau kalian mundurlah! " saut rangga dengan suara tegasnya yang membuat beberapa bodyguard pun tak bisa berkata apa-apa lagi hanya bisa pasrah melihat CEO rangga yang sudah masuk begitu saja
brakkk... (suara pintu)
tap.. tap... tap...
"halo ,tuan rangga ? " sapa jila dengan wajah ramahnya , yang membuat rangga pun langsung berjalan menghampiri jila dengan tatapan penuh kerinduanya
"jila.. ahh.. maaf, apakah aku boleh memanggilmu seperti ini? " ujar rangga dengan sadarnya langsung tersenyum kikuk tak karuan , yang membuat jila pun langsung menghempaskan nafas beratnya
"uhu~~kau sudah melakukanya! CEO rangga, tampaknya ada urusan mencariku? "tanya jila yang sudah menampakan wajah waspadanya
"heheh.. kau seperti tidak terlalu suka padaku? " saut rangga yang sudah menampakan senyum kecilnya
"hahah.. CEO rangga, kau terlalu banyak berpikir . . "ledek jila yang sudah menampakan senyum manisnya
__ADS_1
" apa aku? heheh.. "saut rangga sembari menunjuk dirinya sendiri , namun dengan cepat rangga pun berubah raut wajah nya menjadi amat serious menatap jila yang sudah berdiri di hadapanya
"apakah aku boleh bertanya beberapa pertanyaan . . " tanya rangga kepada jila yang sudah terdiam sejenak dengan wajah bengongnya