
tak... tak... tak..
"ayo kita pulang?.. " ujar dolken dengan tatapan datarnya mentapan jila yang sudah terbangun dari duduknya
"aku sudah janji akan pergi jalan-jalan kepasar bunga bersama dengan rena, jadi aku tidak akan ikut kemobilmu .. " saut jila dengan penolakan halusnya kepada dolken
"baiklah, kalau begitu biarkan raja ikut dengan kalian?..
"tidak perlu, aku pergi untuk jalan-jalan, bukannya ingin pergi cari masalah, sudah cukup ada rena menemaniku! kau sebaiknya tidak usah khawatir aku akan jaga diriku sendiri!.. " jawab jila yang sudah tersenyum imut kepadanya
" lagian kau bersama dina kan?
" wanita itu sudah pergi dari tadi, aku mengusirnya.. " ucap dolken dengan cetusnya
" apa!!..
yang membuat jila pun langsung terdiam sejenak dengan wajah bengongnya melihat laki-laki itu yang sudah berjalan pergi meninggalkan dirinya lebih dulu
__ADS_1
" apa kau mendengar apa yang di katakannya barusan?.. " tanya jila pada rena dengan wajah bengongnya
" aku mendengarnya, justru aku sangat senang bila wanita itu diusir begitu saja! kenapa gak dari awal saja dia bertindak seperti itu?.. " ujar rena dengan rasa puasnya mendengar kabar itu
yang membuat jila pun terdiam dengan pikiranya yang terlalu rumit dengan sahabatnya itu ..
" tak usah dipikirkan, sebaiknya kita pergi cepat, kau buang-buang waktumu dan otakmu untuk hanya memikirkan wanita itu! yang jelas-jelas belom tentu dia memikirkan kecemasanmu!.. " ujar rena dengan rasa kesalnya menarik dan memegang tanganya jila kearah mobilnya yang membuat jila pun kaget dan membuyarkan lamunannya
"ah!.. baiklah tapi gak usah seperti ini juga! ..
" kalau tidak begitu kau akan terus melamun! sudahlah pake sabuk pengamanmu! .. " ujar rena yang sudah siap dengan posisi pengemudinya yang tak lupa melihat sahabatnya itu yang sudah duduk dengan amannya
tak... tak... tak...
"apa ini apartement mu?.. " tanya jila pada rena yang sedang berjalan dikolidor menuju ruangannya
"iya, sebenarnya aku jarang datang ke apartement ini , sebagian besar waktuku di tempat lain !.. " jawab rena sembari membuka kunci apartementnya
__ADS_1
krakkk... (suara pintu)
dan alangkah terkejutnya di saat jila melihat pemandangan di bawah sana yang begitu indah dan cantik ditambah pemandangan bulan yang begitu terang dan bulat di malam hari
" wah!..rumah kecil yang begitu indah.. (batin jila) yang masih terpukau melihat pemandangan di luar sana yang hanya berdiri di samping TV
"apa kau tahu, aku datang kesini disaat hatiku sedang kesal dan kacau, lihatlah, dari sini kita bisa melihat pemandangan separuh kota . . " pinta rena yang sudah melambaikan tanganya kepada sahabatnya itu untuk datang menghampiri dirinya yang sedang berdiri di depan jendela kaca yang tebal itu
"apa kau tahu jila aku juga suka memindahkan kursi kesini di saat aku merasa kesal sama seseorang, lalu melihat lalu lintas yang sedang sibuk sana sini di bawah sana, melihat semua orang melewati persimpangan dengan tertib , dan perlahan-lahan menjadi tenang, jika kau tidak percaya kau boleh mencobanya.. cepat kematilah jangan takut.. " ujar rena yang sudah mengulurkan tanganya kearah sahabatnya itu, dan jila pun dengan sedikit ketakutannya berjalan kearah sahabatnya itu sembari memegang tangan rena yang begitu erat dan matanya pun melihat arah bawah yang begitu jelas dan nyata
"meskipun kota ini sibuk dan berisik tapi pada saat ini, aku benar-benar merasakan ketenangan seketika semua kekesalanku menghilang.. (batin jila) yang sudah berdiri begitu dekat dengan jendela kaca itu sembari matanya melihat arah bWah yang seperti lampu berjalan namun dengan tiba-tiba telepon pun berbunyi milik rena
dret... dret... dret.. ๐ฑ
"jila, sebentar aku angkat dulu . .
" hmm..
__ADS_1
"ceo rangga ada apa dia menelepon ku . . (batin rena) yang sudah melihat no panggilan di layar henponenya dengan wajah penasarannya