sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
ancaman ibu dolken


__ADS_3

"Aku pikir kemarin kau sudah membuat keputusan dan hari ini aku tidak akan membuatmu binggung lagi! jika pada akhirnya sudah dabat dipredikasi... apa lagi yang kita harus perjuangkan dolken !? " ujar jila dengan suara tegasnya membentak dengan rasa kesal dan marahnya yang disengaja oleh perasaan yang membuatnya dirinya harus mengatakan yang bukan sesungguhnya didalam hatinya dan dolken pun yang mendengar itu sangat amat terkejut menatap istrinya dengan diamnya


" baik, jika itu adalah keinginanmu , maka aku akan mengabulkan keinginanmu itu! jila putri akhirnya kau menang!" saut dolken menatap dingin dengan rasa amat kesal yang tertahankan dibalik tangannya yang amat geregetan dan dirinya pun yang tak pikir panjang lagi membalikan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan istrinya yang masih berdiri dengan tatapan sedihnya melihat punggung suaminya yang perlahan meninggalkan dirinya tanpa menoleh kebelakang lagi


"dolken, maaf kan aku.. ihks... ihks... (batin jila) yang tidak bisa terbendung lagi langsung merosotkan tubuhnya kebawah dengan tangisannya yang amat pilu ,dan rena pun yang selalu mengawasi mereka berdua berdiri dibalik tembok dengan rasa sedikit terkejut dan kesal mendengar keputusan sahabatnya itu dan dirinya pun dengan cepat berjalan menghampiri jila


tak.. tak.. tak..

__ADS_1


"jila, untuk apa kau seperti ini padanya? siapa tahu dia benar-benar punya cara untuk membereskan masalah wanita ja*lang itu! " tanya Maria dengan sedikit heran menatap sahabatnya sembari membantunya berdiri dengan benar


"tidak ada gunanya lagi rena semua sudah jalan buntu ihks... ihks...pastinya ibunya dolken tidak akan mengakui keberadaanku , apa kau tahu kemarin malam dengan mudahnya dia meneleponku , dia bilang jika aku tidak bercerai dengan dolken dan meninggalkan anaknya...


" apa! dia meneleponmu?! " saut rena dengan wajah terkejutnya memotong kalimat sahabatnya dengan rasa kaget tidak percaya yang membuat jila pun langsung menganggukan kepalanya dengan rasa sedih tak terbendung


"apa yang kau bilang ?ibu mertuamu benar-benar begitu bodoh? dan tidak memiliki perasaan sama sekali! dia mengancamu dan memilih pihak yang salah! " protes rena yang amat kesal dan emosi mendengarnya

__ADS_1


"mungkin cepat atau lambat kita pastinya akan bercerai, maka mumpung kita baru memulainya.. harus membiarkannya lebih cepat berakhir! mungkin dengan sikapku begini , luka yang dia terima akan lebih sedikit! " saut jila dengan keputusannya mengelap air matannya yang terus mengalir dipipinya , dan rena pun yang mendengar perkataan sahabatnya barusan membuat dirinya pun sedikit rasa trauma


"sepertinya melihat kalian berdua seperti ini, aku sudah tidak ingin mencari laki-laki tampan untuk berpacaran! ternyata mencitai itu sungguh melelahkan dan banyak konflik begitu rumit ! " ujar rena dengan keputusan dirinya sendiri menatap jila dengan rasa iba dan sedihnya


1 minggu kemudian..


dipagi hari dikediaman mahesa yang saat ini jila pun sudah beradaptasi dengan keluarga barunya seperti halnya putri mereka yang selama ini mereka rindukan , dan didalam kamar jila pun sedang berias dirinya yang begitu cantik , dan tak lupa berpakaian seperti almarhum yuri katy yang lebih peminim dan anggun , yang membuat alea dan kinara pun sangat terkejut melihat pemanpilan jila sekarang ini

__ADS_1


__ADS_2