
jila pun yang sudah melupakan sesaat masalah di hati nya yang sekarang ini dia hadapi berjalan menuju dapur yang sudah di sambut oleh beberapa bodyguard
"nyonya muda, dapur nya sebelah sini! .." ucap raja yang sudah mempersilankan jila masuk terlebih dahulu..
" ah.. ya...
"siang nyonya muda!!.. " ucap serentak mereka yang sudah berbaris di depan pintu menuju dapur, yang membuat jila pun kaget
"ahh... siang..
"setiap melangkah pun pasti ada aja orang yang pakainya seragam semuanya ,bikin kaget orang saja .. (batin jila) yang sudah melangkah masuk ke dapur
"halo, nyonya CEO.. " ucap beberapa koki yang sudah berbaris menyambut majikannya
"ahh... halo juga..
"sepertinya mulai sekarang aku harus Membiaskan diri dengan formasi seperti ini!.. (batin jila) yang sudah memperlihatkan senyuman pada mereka
"nyonya muda, sup dasarnya sudah hampir selesai, anda hanya perlu mempersiapkan beberapa menu pendampingnya saja.. " ucap salah satu koki yang sudah berjalan menghampiri dirinya
"iya, baiklah..
" nyonya muda, kalau begitu aku pergi sebentar, jika ada perintah, tinggal panggil aku saja?
__ADS_1
"hmm...
"aku harap suasana hati nyonya muda, tidak akan terpengaruh karena masalah barusan.. (batin raja) yang sudah berbalik badan dan berjalan pergi keluar menuju ruangan lainnya
"aku hanya perlu melakukan bagianku, tidak perlu memikirkan hal yang lainnya .. (batin jila) yang sudah berjalan dan melihat dapur yang begitu besar, rapih dan bersih , yang membuat matanya langsung melotot melihat setiap sudut isi dapur yang baru dia lihat saat ini
" wah..Ini dapur apa restoran mewah? besar sekali!.. ehh... bau apa ini? rasanya enak sekali.. (batin jila) yang sudah melihat kompor di sudut Sana, dan berjalan menuju panci yang sedang mendidih
"wah... apa ini aromanya enak sekali?
glukk.... glukk... glukk...
"nyonya CEO, kaldu tulang ini di rebus dari tadi pagi sampai sekarang, dari panci besar di rebus sampai menjadi panci kecil!
tak... tak... tak... (suara memotong sayuran dengan lihai)
"keterampilan pisau nyonya muda sangat hebat, hmmm... ehh..? ce...
" suuuuttttt.....
koki itu pun yang tiba-tiba berhenti bicara yang sudah melihat majikannya yang memberi kode padanya berjalan masuk ke dapur tanpa sepengatuhan jila yang saat ini Sedang fokus dengan sayurannya..
"karena kadang-kadang aku suka membuat beberapa masakan pendamping di dapur! jadi aku sudah terbiasa!
__ADS_1
" laki-laki itu saat ini, tidak ada disini jadi aku bisa sedikit lebih tenang.. (batin jila) yang sudah merasa mood nya yang sudah kembali normal lagi dengan semangat penuh energi jila pun melakukan yang seharusnya bagiannya saat ini, tapi dengan tiba-tiba dolken yang sedang berjalan yang ngedap-ngedap ke arah jila dengan cepat langsung memeluknya dengan erat dari arah belakang yang membuat jila pun berhenti memotong dengan wajah kaget nya
" ahhh...dolken.. kenapa kau datang!?apa kau tidak malu seperti ini! kau tak lihat ada banyak orang disini?
"aku datang hanya ingin melihat-lihat bagaimana persiapan yang di lakukan istriku.. " ucap dolken yang bicara terlalu dekat dengan mulutnya yang sudah menempel di telingnya yang membuat jila pun sedikit kegelian dengan wajah malunya yang sudah merah merona
"apa yang ingin kau lakukan? jangan... jangan sembarangan! . . " tanya jila yang sudah sedikit tegang dengan mata yang sudah melihat arah dolken dari belakangnya
"jika kamu masih melakukannya, maka kau tidak akan bisa makan tempat waktu ! . . ucap jila yang sudah sedikit berontak yang saat ini sedang di peluknya oleh dolken dari belakang yang begitu erat
"diamlah, president dan istrinya, saat ini sedang ada disini dan melihat kemari, jadi kerjasamalah untuk sementara.. " ucap dolken yang sudah membisikan ke telingan jila yang begitu mesra, yang membuat jila pun terdiam dan melihat dari pantulan wajan yang mengkilap yang ada di hadapanya
"apa ..mereka juga ada disini?.. (batin jila)
" hahah...ternyata memang benar?
"CEO dolken, ternyata sangat mencitai istrinya , mesra sekali nya hahaha... "ucap nyonya president yang sudah tertawa renyah bersama suaminya yang sudah melihat mereka yang hanya beberapa meter saja
"kenapa malah di saat seperti ini. ..aku harus berbuat apa ? .. (batin jila)
" tikus tanah, tetaplah seperti ini aku suka kau penurut.. " ucap dolken dengan suara sedikit pelan sembari mengecup pucuk rambut jila yang begitu lembut yang membuat jila pun terhanyut dalam akting yang dolken buat, sebenarnya dolken sangat senang dalam hati nya yang sudah dag.. dig.. dug.. sama halnya dengan jila jantungnya tak berhenti berdetak lebih kencang di saat dolken memeluknya yang membuat wajahnya semakin merona bagaikan tomat matang
"apakah benar-benar baik seperti ini, di saat bersama nya rasa nya begitu nyaman sekali.. (batin jila) yang sudah terdiam dengan tangan nya yang sedang memotong sayuran dengan sedikit pelan
__ADS_1
"aku tadi hanya salah bicara padanya, untung nya tuan muda bisa aku kadalin untuk membantunya nyonya muda di dapur , tapi seperti nya cukup berhasil.. " ucap raja yang sudah memperhatikan dari jarak jauh dengan mulutnya yang sudah terseyum senang