
"jila, kalau begitu sudah diputuskan! kalau kita akan akAn sekamar yee!.. "ujar rena dengan rasa senangnya, namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang dari arah belakangnya
"hehehe... CEO rena, sungguh suka bercanda, nyonya jila dan tuan dolken adalah suami istri, bagaimana kau bisa memisahkan suami istri? " saut rangga yang sudah berjalan menghampiri mereka dengan tatapan wajah datarnya, yang membuat rena pun sangat terkejut yang sudah menoleh kebelakang melihat laki-laki yang amat diseganinya seperti dolken
"tuan rangga? " guman rena dengan diamnya, yang membuat Maria pun sedikit tersindir dengan ucapan rangga barusan
__ADS_1
"ahh benar, bagaimana bisa aku lupa , dolken sudah menikah itu faktanya , maaf ini semua salahku, aku barusan masih bilang kalau pertemuan Kali ini tidak mudah, aku malah menyeret dolken dan pangeran untuk meranyakan malam terakhir sebagai lajang , dan nona jila, aku benar-benar minta maaf, aku mengabaikan fakta kalau dolken sudah menikah dan membuat kesalahpahaman , aku benar-benar minta Maaf padamu! "ujar Maria yang sudah menoleh melihat jila dengan tatapan rasa bersalahnya yang sudah menampakan wajah melasnya yang membuat jila tertegun menatap wanita itu yang sudah duduk disamping suaminya itu
"nona Maria, sungguh pandai bercanda, bagaimana aku bisa keberatan ? lagian aku sedang hamil sekarang , tubuhku berat, jadi tidak bisa menemani dolken minum dan mengobrol , aku hanya ingin mengucapkan terimakasih banyak karena kau telah meluangkan waktu untuk menaninya ! " ujar jila yang kepura-puraanya sembari menahan rasa geregetanya yang sudah mengempalkan tangannya dengan diam-diamnya , yang membuat rena dan rangga pun hanya bisa mengkerutkan matanya melihat sahabtanya itu
"ini jelas -jelas senyuman yang dipaksakan.. " ( batin rena dan rangga) dengan wajah diamnya , yang membuat dolken pun semakin kesal mendengar ucapan istrinya itu
__ADS_1
"benar, malam lajang terakhir gosto, sebagai sahabat , bagaimana kita tidak bisa melewatkannya ? benarkan Maria, istriku tidak boleh lelah dan capek, CEO rena,aku mohon untuk sementara waktu bisa menjaganya bukan! pangeran dan aku malam ini kita tidak boleh pulang sebelom mabuk bukan! "sindir dolken yang sudah merangkul maria dengan sengajanya menatap istrinya itu yang sudah tertunduk dengan rasa sabarnya, yang membuat Maria pun salah paham yang sudah tersenyum senangnya kepada mantan kekasih + sahabtanya itu
"dolken, dia berinsiatif untuk dekat denganku didepan semua orang! . . (batin Maria) yang sudah amat senangnya yang sudah merangkul tangan dolken dengan bahagianya
"baik, malam ini kita akan kembali sebelom mabuk , dolken, aku juga secara khusus sudah membawa anggur faporitmu dari luar negeri, aku juga tidak akan membiarkanmu minum sedikit! " ujar maria dengan suara manjanya seperti anak kecil yang membuat rangga pun langsung membuang muka kearah lain dan jila pun hanya bisa terdiam dengan perasaanya yang begitu menyanyat hatinya , dan rena pun tak mau kalah yang sudah berdiri sembari menoleh kepada rangga
__ADS_1
"ohh iya, CEO rangga, aku dengar kau orang lokal! jila dan aku adalah tukang makan! apakah AdA tempat yang dapat direkomendasikan? " tanya rena dengan sengajanya memanas-manasin dolken, yang membuat jila pun sedikit terkejut yang sudah menoleh kepada sahabatnya itu dan menoleh lagi kearah suaminya itu yang tak mau kalah juga
"rena! baiklah dolken!.kau yang duluan,aku pun akan melakukan hal sama juga dengan pria lain... (batin jila) yang sudah menoleh melihat suaminya itu dengan tatapan kesalnya , yang membuat dolken pun yang mendengar itu langsung mematahkan sumpitnya menjadi dua yang amat sangat geregetan dengan marah yang tertahankan , yang membuat gosto pun terkejut bukan main melihat tangan sahabtanya itu