
"aku takut keheningan dengan tiba-tiba... kalau kau tidak percaya ya sudah aku tutup yah.. "saran jila dengan acuhnya , yang membuat wanita di sebrang sana pun sangat amat kesal
"Eihh! kau tunggu! dia akan benar-benar mati saat ini juga! "triak wanita itu dengan suara tegasnya di sebrang sana yang membuat wawan pun sedikit cemas melihat majikannya itu yang sedang bicara amat seriusnya dengan seseorang di telepon sana
"nyonya muda, apa yang terjadi? " tanya wawan dengan wajah penasarannya, yang membuat jila pun tak mendengar apa yang ditanyakan asistenya itu
"siapa kau ? sungguh lucu sekali ! apa hubungannya nyawanya denganku? " tanya jila dengan suara cetusnya , yang membuat di sebrang sana pun memulai aktingnya dengan suara memilukannya
"jila, tolong aku! " triak dina dengan suara minta tolongnya di sebrang sana
"dina! " (batin jila) yang sudah mendengar amat kesalnya yang selama ini membohonginya terus
"jila, aku salah! aku benar-benar tahu kesalahanku ! sebenarnya mereka ingin memaksaku, untuk memberitahumu keberadaan ibumu , tapi aku menolaknya , jadi mereka menangkapku ! kau cepatlah datang menolongku ! "triak dina dengan suara ketakutannya yang ingin memancing sahabatnya itu datang menemuinya lagi, yang membuat jila pun terdiam sejenak dengan pikirannya
__ADS_1
"informasi tentang ibuku? apa maksudnya dia? siapa sebenarnya orang-orang ini? kenapa mereka ingin tahu informasi tentang ibuku? . . (batin jila) yang masih terdiam mendengar sahabatnya itu di sebrang sana
"jila, mereka bilang kalau ibumu menyembunyikan beberapa rahasia, dan mereka mendesakku untuk memberitahu keberadaan ibumu. .. " ujar dina dengan suara menyakinkannya menghasut jila di sebrang sana,yang membuat jila pun semakin tidak percaya dengannya lagi
"ckck... omong kosong! bagaimana mungkin ibuku punya rahasia? dina, kau sudah membohongiku ke dua kalinya, apakah menurutmu aku bisa di bodohi oleh mu? sudah cukup aku bosan dengan aktingmu yang murahan itu ! dan aku tidak akan percaya lagi! " cetus jila dengan suara tegasnya yang langsung mematikan ponselnya dengan wajah kesalnya
"mulai berakting lagi! apa dia benar-benar menganggapku orang bodoh! untung saja aku sudah diberitahu oleh rena tentang penyakitnya itu ternyata aku salah besar telah mempercayainya begitu saja ! (batin jila) yang sudah amat marah dan kesal didalam hatinya itu
"kalian pergilah sibuk, aku pergi ingin tidur dulu.. " pinta jila kepada asistennya dan beberapa bodyguard yang masih berdiri menatap majikanya itu , dan jila pun tanpa pikir panjang lagi langsung berjalan menaiki anak tangga dengan hati-hati , namun ponselnya pun berdering lagi yang sudah di pegang oleh jila dari tangannya yang membuat jila pun sedikit kesal melihat nomor yang masih sama
pesan masuk✅
***
__ADS_1
jila, kau kejam! tidak masalah jika kau tidak tertipu, lalu apakah kau benar-benar tidak ingin tahu tentang informasi orang tua kandungmu? kebetulan, aku bersamamu disaat kau masih kecil, saat itu ibumu pernah memberitahuku sesuatu tentangmu, ibumu ada disini bersamaku sekarang, jika kau tidak datang , maka aku akan mengirimkan jari ibumu . .
terkirim 19:26
***
"benar-benar lucu! aku tidak akan percaya padamu lagi dina! apakah dia benar-benar berpikir aku mudah di tindas?.. (batin jila) yang langsung menghapus pesannya dan mengabaikan temannya itu di sebrang sana dengan wajah acuhnya sembari memasukkan ponselnya kedalam saku celananya
yang membuat dina pun semakin kesal tak menjawab panggilannya ataupun pesannya, namun dengan liciknya dina pun langsung memotret ibunya jila yang sudah berada bersamanya saat ini, dengan hitungan detik pesan photo pun terkirim
ting~~~
" menyebalkan! (batin jila) yang amat kesal langsung menggeser pesan masuknya, dan alangakah terkejutnya melihat photo di dalam pesan dari sahabatnya itu
__ADS_1
"ibu..