
" sebaiknya kau lepaskan aku sekarang juga !" triak jila dengan wajah marahnya melotot menatap pria dihadapannya
"apa ,dia benar-benar marah? Matanya melotot padaku begitu tajam, sebaiknya ku lupakan sejenak rencananya,lagi pula masih banyak kesempatan dimasa depan bersamanya ..(batin Dolken) yang tak ingin terjadi apa-apa pada istrinya dirinya pun dengan wajah pasrahnya beranjak bangun dari duduknya dan berjalan pergi menuju pintu yang sudah dibuka kunci dengan sidik jarinya
Bipp~~
Krekkkk!!..
"silahkan,nona jila pintu sudah terbuka lebar .."ujar Dolken membungkukkan tubuhnya sedikit dengan hormat kearah istrinya ,dan jila pun yang melihat itu bernapas lega berjalan menuju pintu dengan wajah juteknya
"hmph!!..
namun dengan cepat Dolkenpun menghalangi langkah dengan tangannya yang sudah menghadang dari depan
"tunggu sebentar..
__ADS_1
"kenapa lagi?" cetus jila dengan wajah juteknya yang tak mau melihat wajah pria dihadapannya
"jangan lupa no sandiku adalah 661210 semua kartu sandiku sama ,kali ini kau tidak boleh lupa !" bisik Dolken menyodorkan bibirnya kearah telinga istrinya
"aku tidak perduli,lagian aku tidak menginginkan kartun mu ,aneh sekali kau dan jangan terlalu berharap!" ujar jila melirik dengan wajah tak sukanya
"aku didorong kedalam ruang dansa Dengan aneh!dan masuk kedalam ruang aquarium ikan yang aneh!dan kemudian aku dikurung disini dengan secara aneh pula ,dan parah nya lagi aku bahkan menemaninya beromong kosong selama setengah hari ini ..(batin jila) tertuduh kesal melihat aura pria dihadapannya yang sudah tersenyum tak bersalah
"sial!dan bahkan dia masih tersenyum dengan begitu hina !" cetus jila dengan reflek dirinya pun menyikut dengan tangan kanannya kearah perut pria yang lumayan cukup keras
"ahhhh!!!...
"A,apa yang terjadi?..(batin Dolken) yang merasa kaget langsung tertuduk menahan rasa sakit dibagian perutnya yang abis disikut oleh istrinya dengan sengaja
"jika kau berani melakukan ini lagi ,aku tak akan segan memukul bagian yang kau banggakan itu,dan aku juga tidak akan mengampunimu !" ujar jila dengan wajah santainya berjalan pergi meninggalkan pria dihadapannya dan Dolken yang mendengar itu hanya bisa tersenyum pait menahan rasa sakit dibagian perutnya yang masih menundukkan tubuhnya sedikit
__ADS_1
"ternyata tikus tanah ini kalau lagi marah begitu sadis dan imut ,sayang sekali seharusnya tadi aku menciumnya tadi grrrr!..(batin Dolken ) dengan secara perlahan dirinya pun membenarkan tubuh dan berdiri dengan stabil ,namun tak berselang lama raja pun datang berjalan masuk dengan wajah sumringah menghampiri tuannya
tak..tak ..tak...
"tuan muda , sepertinya nyonya muda sudah kembali kepada teman -temannya .." ujar raja dengan wajah polosnya melihat punggung majikannya yang masih berdiri membelakanginya yang menahan rasa sakit dibagian perutnya
"aku mengerti!" saut dolken dengan suara beratnya
"tuan muda,kenapa suaramu aneh sekali,apa yang terjadi?" tanya raja dengan wajah keponya memperhatikan tubuh majikannya dari ujung rambut hingga ujung kaki yang sedikit gemetar ,dan Dolken pun yang amat kesal mendengar itu langsung membalikkan tubuhnya menoleh melihat seketarisnya dengan wajah suram tak bercahaya
"apa gunanya bertanya sebanyak itu!kau sebaiknya lembur Malam ini! sampai pagi!"saut Dolken dengan wajah marahnya yang melapiaskan pada seketarisnya
" apa ?apa aku...salah bicara ???kenapa dia begitu kejam!!" gumam raja yang langsung terdiam mem'batu dengan bengongnya yang tak bisa berkata apa-apa lagi disaat mendengar majikannya yang lagi marah dan tak tahu apa kesalahan dirinya yang baru datang itu
Beberapa menit kemudian..
__ADS_1
diruang lain jila pun yang sudah selesai dengan hanjatnya segera bergegas berjalan menuju kedua sahabatnya dengan wajah yang masih amat kesal didalam benaknya