sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
perasaan jila


__ADS_3

"jila, memberitahuku kalau dia hanyalah istri kontrakmu. setelah dia melahirkan anak itu. dia akan meninggalkan keluarga batara! dia tahu kalau kita saling mencintai, dan ingin mengembalikanmu padaku ! bagaimana, cepat atau lambat dia akan pergi, maka lebih baik kita memulihkan hubungan kita lebih awal! dolken. aku janji padamu, aku juga dapat melahirkan anak untukmu... " ujar dina dengan tipu dayanya menampakan wajah sedihnya di depan dolken yang masih menatapnya dingin..


"jila putri, kau hebat sekali! anak juga belom dilahirkan , tapi kau sudah memulai membuka jalan untukmu! .. (batin dolken) yang sudah menampakan wajah tak senangnya mendengar perkataan dina barusan, yang membuat dirinya pun melepaskan genggaman tangannya dari wanita itu begitu kasar..


" ckk..


"ahh!!..


"sepertinya, dia tertipu! .. (batin dina) yang sudah tersenyum licik melihat dolken yang sudah membelakangi dirinya


" dolken, jangan perlakukan aku seperti ini, kamu dengarkan aku! .. dolken, aku juga tidak tahu kenapa jila tiba-tiba mencariku saat itu, tapi cintaku padamu sungguh nyata, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu ! dolken, bahkan jika aku menjadi wanita dibelakangmu , aku juga bersedia .. " ujar dina yang sudah melangkah berjalan menghampiri dolken dengan hasutan dan rayuannya di bibir manisnya itu..


"dan bahkan aku bersedia menunggumu menceraikan jila putri ! di saat jila sudah memberikanmu dan anak itu padaku! aku pastinya akan mencintai anak itu seperti anakku sendiri! aku pasti tidak akan mengecewakanmu.. " ujar dina dengan pDnya langsung membelai dan memeluk dolken dari belakang yang begitu erat..

__ADS_1


yang membuat dolken pun tersadar dengan lamunannya dan melihat wanita itu yang sudah menemplok di pundaknya seperti ulat bulu , dengan sontak dolken pun yang merasa jijik langsung menarik tangan wanita itu kearah depan dan mendorongnya sehingga terjatuh tersukur di bawah kakinya..


"ahh!!..


brakk...


" minggirlah! ๐Ÿ˜ .."ujar dolken pada dina dengan raut wajah kesal dan marahnya yang sudah melangkah berjalan pergi meninggalkan dirinya seorang diri ..


yang membuat dina pun sangat kaget dan marah melihat laki-laki itu pergi begitu saja dan mengabaikan dirinya yang sudah merasakan kesakitan di siku tangannya yang sudah terbentur kursi di depannya..


di tempat taman yang tak jauh dari kolam renang...


srakkk. ..

__ADS_1


"sudahlah, apakah sekarang kau sudah merasa baikan ?.. " tanya rena pada jila yang sudah menatapnya sembari mengusap air matanya di pipi sahabatnya itu


"iya..


" ayo, sekarang apakah kau mau memberitahuku sebab akibat masalah ini? . . " tanya rena sekali lagi pada sahabatnya itu yang sudah siap mendengarkan penjelasan dari jila yang sudah merasa tenang duduk di sampingnya..


" dina awalnya adalah pacar dolken tapi, malam itu aku mengambil kartu kamar yang diberikan oleh dina, ternyata dia memberikanku kepada dolken sebagai hadiah , dan tidak di sangka , aku, hadiah ini ternyata hamil.. keluarga batara mau tidak mau menikahiku, dan membiarkan anak ini lahir dengan lacar nanti , dan sekarang dina terkena tumor otak dan sisa hidupnya hanya 1 bulan , dia bilang padaku kalau dia masih sangat mencintai dolken, lagi pula, dolken batara barusan tidak menolak dina bukan . .. " ucap jila yang sudah memberitahukan pada rena dengan detailnya yang membuat rena pun terdiam mencerna berkata sahabatnya itu ..


" jadi?...


"jadi , aku setuju dengan permintaan dina... apa tidak ada salah dengan itu'kan? bukankah memang harus kembali pada tempatnya? . . " ucap jila dengan sontak memegang tangan rena yang begitu sedih dengan apa yang dia putuskan..


"tapi rena, kenapa hatiku begitu sedih? sebenarnya aku tidak mencintai dolken sama sekali . sebelum aku menikah dengannya, aku juga pernah punya pacar yang sangat aku cintai, meskipun pada akhirnya dia meninggalkanku demi uang, tapi, aku juga seharusnya tidak memiliki perasaan untuk dolken batara 'kan? . . ihkkss... Ihkkss... . . " ucap jila yang sudah tertuduk sembari mengeluarkan air matanya lagi karena sakit hati dan tak rela, yang membuat rena pun paham apa yang jila itu katakan padanya sembari mengelus-ngelus rambut sahabatnya itu dengan lembut

__ADS_1


"kau benar-benar gadis bodoh dan polos...


__ADS_2