sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
restoran


__ADS_3

huh... huh.. huh..


jila pun yang sudah sampai dengan nafas yang sudah engos-engosan berlahan berjalan masuk yang sudah melihat sekitarnya yang sudah banyak orang-orang yang sudah ramai di tempat restoran itu dan melihat sosok temannya itu yang sudah duduk di meja paling pojok yang sedang memakai lipstik merahnya alangkah terkejutnya seketika jila pun berlahan berjalan menghampiri temannya itu dengan wajah sedikit kesalnya


"sekarang tampaknya tidak seperti orang yang terkena tumor otak.. (batin jila) dengan raut kecewanya


brak... (suara tas yang sudah di taruh di atas meja yang begitu kasar dengan sengajanya ) yang membuat dina pun terkejut yang sudah melihat jila berdiri di hadapanya


" ada masalah apa kamu mencariku ? ucap jila dengan wajah dinginnya langsung duduk tak melihat dina yang sudah menatapnya


"jila, bagaimana kamu bisa bicara denganku dengan nada seperti itu? kamu tidak seperti ini sebelumnya?.."ucap dina dengan wajah melasnya menatap jila dengan rasa bersalahnya yang membuat jila pun terdiam dengan tatapan dinginnya

__ADS_1


"oh iya, apakah kamu mau minum sesuatu?.. " tanya dina pada jila yang sudah menatap dirinya


"tidak perlu, kamu tidak memanggilku hanya untuk mengenang masa lalu'kan ? masa lalu diantara kita sepertinya telah selesai pada saat malam itu kamu menjembakku! . . " ucap jila dengan suara cetusnya yang membuat dina pun menampakan raut sedihnya


"jila, aku tau kamu membenciku . tapi aku.... malam itu aku benar-benar minum terlalu banyak sehingga kehilangan akal! aku benar-benar tidak sengaja... " ucap dina dengan rasa bersalahnya menatap jila


"dina, kamu tidak perlu berdalih lagi , aku masih ingat setiap kata yang kamu katakan malam itu! tidak ada orang yang bisa dipermainkan olehmu lagi dan lagi! dina , apa yang sebenarnya kamu inginkan? . . " ucap jila dengan suara tegasnya yang membuat dina pun yang mendengar itu langsung meneteskan air matanya


huah.. huuhh... Ihks....ihks..... huhh..


"eh!!..kenapa dia tiba-tiba menangis seperti itu.. (batin jila ) dengan wajah terkejutnya melihat mantan Sahabatnya itu yang sudah tertunduk di atas meja dengan tangisan yang sudah terisak-isak , yang membuat orang-orang seketikarnya pun menatap dan membisik-bisikan ke arah meja dirinya dan dina saat ini dengan wajah paniknya

__ADS_1


"sungguh sangat memalukan.. (batin jila) yang sudah menampakan wajah suramnya kepada dina yang masih menangis sejadi-jadinya


"dina, jika kamu ingin menangis , maka kamu menangislah pelan-pelan , setelah selesai baru kamu bisa bicara lagi.. " ucap jila dengan suara datarnya menatap dina yang masih di posisinya


"jila, apakah kamu pikir aku masih berpura-pura untuk mendapatkan simPATI mu kali ini ? . . " ucap dina yang sudah bangun dengan posisi duduknya sembari tangan kirinya yang sudah meraba-raba di dalam tasnya untuk mengambil sesuatu


"kamu lihatlah, aku tidak membohongimu! aku benar-benar sedang sakit.. ihks..ihks..." ucap dina yang sudah menyodorkan selembar kertas ke arah jila yang membuat jila pun terkejut tak percaya


"apa itu benar? apa dia benar-benar terkena menyakit tumor otak di kepalanya?.. (batin jila) yang sudah mengambilnya dan membacanya dengan seksama isi kertas itu yang sudah ada di tangannya


"jila, maaf ! aku tahu aku sekarang sudah tidak punya hak bicara seperti ini. . ihks... ihks... aku menghianati perasaan kita, ini hukuman Tuhan untukku! ihks.... aku pantas menerima hukuman ini. . ihks... ihks... jila, apakah kamu tahu , beberapa waktu ini aku terus merenung tentang diriku , aku tiba-tiba sadar kalau kesalahanku sangat besar! . , ihks... ihks... aku melepaskan perasaan yang paling murni dan paling indah untukku di dunia ini . .. ihks... ihks... jila, aku tahu aku sudah terlambat bagiku untuk mengatakan ini sekarang, kamu membenciku dan menyalahkanku, aku bisa mengerti itu! ihks... ihks.... " ucap dina dengan rasa penyesalan dan air mata yang begitu deras tak henti-hentinya berbicara dengan suara seraknya yang membuat dirinya pun mengelap air matanya dan merogoh tasnya yang sudah ada di dekatnya mengambil sebuah bungkusan berwarna coklat yang cukup tebal

__ADS_1


__ADS_2