
"dosa macam apa yang di lakukan di keluarga ku? hingga bisa wanita ini masuk ke rumah ku dan membuat malu! benih liar yang kamu pungut juga sama jeleknya seperti mu , tidak mudah menemukan menantu orang kaya dan baik, tapi anakmu itu dengan segala cara di lakukan ! sampai tidur dengan laki-laki liar di luar sana untuk menghasilkan uang! sungguh tidak dapat di untung bisanya memalukan keluarga saja! keluarga ku telah bernasib buruk selama 8 keturunan, dan malah mendapatkan ayam yang tidak bisa bertelur seperti mu , dan malah membawa anak yang bukan keturunan keluarga ini masuk ke rumahku! tidak tau diri bisanya memalukan keluarga saja! .. " triak rita yang sangat murka sembari melempar gelas ke arah menantunya itu ..
prakkkk.... ( suara gelas pecah)
dengan cepat jila pun menarik ibunya, agar tidak terkena gelas yang di lemparkan oleh nenek nya itu..
"kau, beraninya menghindar dari ku hah.. " triak rita yang masih marah besar melayangkan tongkatnya ke arah mereka
tapi dengan tiba-tiba..
"nenek rita, ada kabar baik! selamat nya !?.." triak kepala desa itu yang sudah berteriak di luar sana yang membuat rita pun yang hampir memukul jila, ternyata bisa di hentikan ketika kepala desa datang dengan terburu-buru masuk ke rumah membawa kabar berita..
__ADS_1
" mungkin saja dia tau? aku datang melamar dengan mengendarai mobil dan diketahui seluruh orang kampung ? dan mengucapkan selamat kepada keluarga mu besan . . " ucap calon besan itu dengan sombongnya sembari meminum minumannya dengan santai
" apa iya? baiklah sebaiknya aku cepat menemuiya dan kalian berdua cepat bereskan ini semuanya, aku tak mau ada orang lain menginjak pecahan gelas itu, cepat singkirkan, kau beruntung tidak aku pukul tadi!.."titah Rita dengan wajah kesalnya
" baik ibu, kami bereskan dengan cepat!.."saut rose dengan wajah pasrahnya
" rasain emang enak.. (batin raras) yang dari tadi asik melihat kemarahan neneknya kepada mereka berdua
"kepala desa, tumben sekali datang ke rumahku ? apa ada masalah?.." tanya rita yang sudah berjalan menghampiri kepala desa itu dengan wajah penasarannya
" iya.. tentu saja cucuku pandai memilih calon suami , tentu saja sangat beruntung karena aku yang membesarkan dan mendidiknya sampai sekarang ini! iyakan raras ku sayang?.." ucap rita dengan bangganya yang membuat raras pun yang mendengar itu merasa tersanjung
__ADS_1
"benar nenek!..
"seperti nya nenek salah paham, maksudku jila putri nenek! bukan raras Rahmawati? tadi aku melihat begitu banyak mobil yang tidak pernah aku lihat di hidupku! mereka membawa banyak barang ke kampung ini untuk menayakan keluarga mu nenek! dan dia bilang ingin datang melamar cucumu jila!.." tutur kepala desa itu dengan wajah senangnya
" apa!!..
semua orang yang ada di ruangan itu pun sangat kaget dan terkejut mendengar kepala desa bicara panjang lebar, termasuk rita dan raras yang mustahil bagi jila mendapatkan calon mantu sekaya itu, berbeda dengan rose yang mendengar itu langsung menangis dan memeluk putrinya itu dengan bahagia dan bangga
"sayang pangeran mu sudah datang?.." ucap rose dengan tatapan bahagianya yang sudah merangkul pundak putrinya itu
" ibu..
__ADS_1
"kenapa? mereka datang terlalu cepat dan ini sangat berlebihan! kenapa semua mobil yang ada di sorumnya di bawa semuanya kesini...(batin jila)yang sudah sedikit cemasnya
semua orang kampung pun berbondong-bondong melihat pawai mobil di sepanjang jalan yang berbagai merek dan model berjalan cepat menuju rumah keluarga rita , yang hampir tidak ada lahan untuk memparkirkan mobilnya satu persatu, yang membuat keluarga rita pun sedikit bingung dan panik melihat orang-orang di luar sana menghampiri rumahnya dengan membawa barang-barang mahal di tangan mereka masing-masing, yang membuat raras pun sedikit kesal dan iri pada adik tirinya itu melihat hadiah begitu banyak, di bandingkan dengan calon suaminya itu yang hanya membawa beberapa barang saja dan uang 50juta cas