sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
kebingungan dan kebingbangan jila


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


di kantor keluarga batara group..


jila pun yang sudah masuk lobby dengan diamnya dalam bersamaan dolken pun masuk juga di belakang jila yang sudah mengikutinya secara diam-diam yang sudah ramai banyak orang yang sudah lalu lalang


"ceo, selamat siang.. " ucap beberapa karyawanti itu yang sudah membungkukkan badanya dengan hormat yang sudah berjalan melewati mereka


"ceo, hari ini sangat tampannya โ˜บ


" diamlah , kau tak lihat dia mengikuti siapa๐Ÿ˜’


"aishh.. ๐Ÿ˜’


yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menoleh sembari membalikan tubuhhya dengan wajah kagetnya


"ah! kau ,kau kenapa jalan tanpa suara? .. " tanya jila dengan rasa gugupnya yang sudah melihat dolken berjalan menghampiri dirinya


"ikut denganku!.. " ucap dolken dengan tatapan dinginnya langsung menarik tangan jila dengan paksa


"ah!!


yang membuat beberapa karyawan pun sangat terkejut melihat karyawan lainya yang sudah di seret begitu saja oleh seorang ceo


"gawat, apa wanita itu akan di pecat ๐Ÿ˜•..


"benar, karena terlalu dekat dengan ceo hahah๐Ÿ˜„..


" apa kau tidak tahu dulu juga menajer seperti itu๐Ÿ˜’..


"kau pikun apa lupa manejer di pecat juga karena wanita itu juga 'kan๐Ÿ˜..

__ADS_1


" apa!! ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ..


" dasar kalian ini๐Ÿ˜ .. Ihkss..


"apa yang kamu lakukan! lepaskan aku!.. " ucap jila yang sudah merasakan ketakutanya


" tutup pintu!..


brakkk... (suara pintu tertutup)


"ah!! apa kau tidak waras ah!


"bagaimana kau membuat perjanjian dengan nenekku? . . " tanya dolken pada jila yang menatapnya dingin yang sudah menyudutkan tubuh wanita itu di balik pintu dengan kedua tanganya yang sudah di gemgam erat ke arah atas, yang membuat jila pun menampakan wajah sedihnya yang sudah tertunduk lemas mengingat perkataan sahabatnya itu..


___pleesbeck___


di rumah sakit..


"dina , maafkan aku tadi aku agak sibuk! bagaimana kalau aku menemanimu ke rumah sakit untuk kemoterapi?


"ah! tidak perlu ! tidak perlu!๐Ÿ˜ฑ.. " ucap dina dengan terkejutnya langsung menolak ajakan sahabatnya itu yang membuat jila pun merasa sedikit kecewa padanya


"bukannya barusan dia bilang di telepon ingin agar aku menemaninya untuk kemoterapi? . . (batin jila) dengan wajah diamnya melihat sahabatnya itu


"kamu sedang hamil sekarang, jadi lebih baik kau tidak pergi ke tempat seperti itu, aku akan pergi sendiri! aku baru memulai perawatan sekarang, tidak terlalu serius, ahh.. iya , jila, barusan saat aku menunggumu disini, aku dengar kalau keluarga batara akan berkerjasama dengan keluarga jonson? . . " ucap dina dengan wajah kepura-puraannya


"benar, informasinya menyebar begitu cepat, baru mencapai kesepakatan persyaratan kerjasamanya belom di bicarakan !


" kalau begitu. . saat kalian bicara tentang masalah ini , jika kau bermain keluar , bisakah kau membawaku.. " ucap dina yang sudah memperlihatkan wajah melasnya kepada sahabatnya itu yang membuat jila pun terdiam sejenak


"main??? apa itu yang dia magsudkan.. (batin jila) dengan wajah bengongnya yang membuat dina pun langsung menggenggam kedua tangan jila yang begitu erat menarik kearahnya

__ADS_1


"hidupku hanya tersisa 1bulan , dalam 1bulan hidupku , apakah kau bisa memberikan dolken padaku? dalam hidupku, aku tidak ada penyesalan. . " ucap dina dengan wajah memohonnya sembari mengeluarkan air mata palsunya seakan jila pun merasa iba padanya


"perasaan dina sangat dalam pada dolken . . sedangkan aku dan dolken hanya kecelakaan, dan aku hanya seorang istri kontrak . . tapi, hatiku sangat kacau apa yanga harus aku lakukan? . . (batin jila) dengan penuh kebingbangan


___pleesbeck___


"kau jangan khawatir, aku tidak akan menjeratmu . . " ucap jila yang sudah tertunduk dengan rasa sedih dan pilunya yang membuat dolken pun merasa kesal di saat mendengar itu


"sebenarnya apa yang kau pikirkan dan katakan padaku!?๐Ÿ˜ " tanya dolken pada jila yang amat sangat kesal..


"kenapa dia marah? aku menjawabnya seperti ini, bukankah seharusnya dia merasa senang.. (batin jila) yang kaget dengan suara dolken yang begitu menyentak hatinya


"lepaskan aku! dolken, apa yang sebenarnya terjadi padamu? dulu saat kita menikah, jelas-jelas kau yang bilang padaku kalau kita hanyalah suami istri kontrak, dan tidak perlu saling mencampuri urusan kita masing-masing.. " ucap jila yang amat kesal mengeluarkan rasa keraguan dan bingbangnya kepada dolken yang membuat dolken pun langsung memegang dan menekan kedua pipinya dengan satu tanganya dan menarik kearah wajahnya


"uhh!


"tampaknya kau tidak sabar lagi ingin meninggalkanku , saling tidak mencampuri? ehmm? apakah ada hal seperti ini ? kenapa aku tidak ingat ? . . " ucap dolken yang seringai dan menatap jila yang penuh banyak pertanyaan di matanya


"sebagai nyonya ceo group di keluarga batara, kau harus melakukan hal-hal yang sesuai dengan statusmu! .. " ucap dolken sembari tangan satunya lagi meraba dan meremas buah dada jila yang begitu lembut yang membuat jila pun merasa cemas dan panik


"tidak! lepaskan aku!


"istriku, Melanyani suamimu di tempat tidur adalah tugasmu sebagai istri! . . " ucap dolken dengan sengajanya membisikkan kearah telinga jila yang begitu lembut yang membuat jila pun langsung menampakkan wajah cemasnya


"apa kau gila atau tidak waras ini kantor bukan rumah sebaiknya kau cepat lepaskan aku!! cepat hentikan! dolken batara!! ๐Ÿ˜–


dolken pun yang hanya menggertaknya langsung melepaskan jila dari tanganya yang membuat jila pun merosot kebawah yang sudah bersujud lemas dengan air matanya yang sudah mengalir di pipi mungilnya itu


"jika kau melakukan hal yang salah kepada keluarga batara di periode pernikahan, kau seharusnya tahu aku bisa membuat ibumu hidup , juga bisa membuatnya mati ! .. " ucap dolken yang mengancam jila dengan tatapan imindasinya dan berjalan pergi meninggalkannya seorang diri di ruangannya yang membuat jila pun merasa sedih dengan sikapnya padanya


"dolken,..ihks...apa artinya aku di dalam hatimu ?..ihks...tiba-tiba panas dan dingin padaku , ..ihks...aku semakin lama semakin tidak mengerti dengan sikapmu itu .. ihks... ihks..

__ADS_1


__ADS_2