sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
usaha maria yang ingin bunuh diri


__ADS_3

" maria, apa yang kau lakukan? cepat kau turun dari Sana! jika kau ada masalah denganku kau bisa Diskusikan baik-baik! " bujuk dolken dengan suara khasnya berjalan perlahan menghampiri maria yang sudah berdiri di ujung bangunan


"dolken, jika aku turun sekarang apa kau akan menceraikan istrimu? dan apakah kau akan memilihku menjadi pasanganmu yang sesungguhnya seperti dulu lagi? Jawab aku? " saut maria dengan suara kerasnya yang membuat dolken pun yang mendengar itu sangat terkejut tidak percaya , namun tak berselang lama jila pun datang bersama yang lainnya


brakk..


yang membuat dolken pun semakin bingung disaat melihat istrinya yang sudah datang dan perlahan berjalan menghampirinya yang membuat suasana pun menjadi sunyi yang saling tatap satu sama lainnya


"jila.. (batin dolken) dengan rasa bingbang dan bingungnya harus berbuat apa disaat kondisi seperti ini

__ADS_1


"dolken, bicaralah! apa kau masih mencintaiku? " triak maria sekali lagi dengan suara sedikit menekan yang membuat dolken pun hanya bisa terdiam dengan wajah bingungnya yang diajukan kepada dirinya, yang membuat jila pun semakin sedikit khawatir dengan keputusan dolken kepadanya , dan rena pun yang melihat kondisi sahabatnya langsung melangkah menghampirinya dengan cepat


"jila, jangan begini! tidak perduli bagaimana maria memaksa dolken mengatakan keputusannya , itu sebenarnya bukan isi hati dolken yang sesungguhnya percayalah! " bujuk rena dengan wajah sedikit cemasnya memegang bahu sahabatnya dengan lembutnya, yang membuat renata pun menoleh melihat dan memperhatikan kakanya yang sudah berdiri disampingnya


"kakak.. (batin renata) yang sudah tahu dengan cepat dirinya pun berjalan menghampiri jila


"jila, kau tidak apa-apa kan?! jika ada orang yang membuangmu , tenang saja aku akan menerimamu dengan tangan terbuka lebar ! " ujar renata yang mencairkan suasana tersenyum ramahnya dan meraih tangan jila disebelah kanannya


"hmpH.. ternyata kau sudah merebut kata-kataku ! " cetus rena dengan juteknya melirik renata yang sudah berdiri disampingnya yang membuat Renata yang mendengar itu pun tak mau kalah darinya

__ADS_1


"hehehe... siapa suruh kau tidak mengatakannya lebih awal? " saut Renata dengan wajah sedikit meledeknya dan mengabaikan maria yang masih berdiri di ujung bangunan


"dolken, kenapa kau diam saja, lihat aku dan jawab pertanyaanku ! " triak maria dengan wajah sedikit rasa kesal dan sedihnya dengan air matanya yang sudah mengalir dipipinya dan dolken pun yang mendengar itu langsung menghelang nafas beratnya


"uhu~~aku memang pernah mencintaimu ! " saut dolken singkat dengan rasa sedikit ragu


"lalu sekarang? apakah kau masih mencintaiku? " tanya maria menatap dengan sedikit penasarannya


"maria, bukankah kau sengaja bertanya apa yang sudah kau ketahui? jadi untuk apa bertanya lagi! " saut dolken dengan suara khasnya yang membuat maria pun sedikit kecewa mendengarnya

__ADS_1


"dolken, tapi, aku masih mencintaimu.. dolken, aku mengakui kalau hari ini aku benar-benar terlalu emosi , tapi, itu juga karena wanita itu! semua karena dia! aku sangat membencinya! " triak maria dengan wajah emosinya menujuk jila dengan telunjuknya yang membuat jila pun hanya bisa terdiam dengan wajah santainya dan dolken pun dengan senyum kecilnya menoleh melirik istrinya namun dengan sadar dolken pun menoleh lagi kearah maria yang sudah merentangkan kedua tangannya keatas sembari memejamkan matanya yang ingin terjun bebas , yang membuat dolken pun sangat terkejut dengan mata melototnya


"maria, tunggu ! jangan begitu oke! " bujuk dolken sekali lagi dengan wajah paniknya perlahan berjalan menghampirinya


__ADS_2