sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
keputusan Rena


__ADS_3

"apa katamu?" tanya pangeran yang masih terdiam dengan wajah bengong tidak percaya, dan Rena pun dengan sesaat menoleh sejenak melihat bos'nya lagi dengan juteknya


"presiden pangeran,aku ingin cuti panjang ,jika presiden pangeran tidak setuju ,aku akan langsung mengundurkan diri !" saut Rena yang masih kukuh dengan keputusannya dan sedikit mengancam pada pria yang semalam baru menyatakan cinta padanya, yang membuat pangeran pun amat sangat Terkejut terdiam kaku dengan keputusan wanita idamannya +sekretarisnya ,dan ditengah-tengah Maria pun seolah -olah melarai dengan keputusan mereka berdua dengan aktingnya


"CEO Rena, kau tidak boleh memundurkan diri ,aku tidak punya waktu bersama dengan pangeran sekarang...dan pangeran,maaf ! Kau tidak boleh membiarkan CEO Rena berhenti kerja ,kalau tidak aku amat sangat bersalah ?jadi tolong jaga pangeran untukku yah ,CEO rena ? " pinta Maria dengan muka melasnya didepan mereka berdua seakan pangeran pun tidak ada curiga sedikitpun dengan kelicikan Maria pada hubungan mereka berdua


"karena kau sangat perduli sekali pada pangeran,kenapa kau tidak nikah saja sama dia !" sindir Rena dengan juteknya

__ADS_1


"Rena ,omong kosong apa yang kau bicarakan !" bentak pangeran yang tak terima yang menahan rasa sakit dan kecewa pada wanita pujaanya


"Rena ,kau jelas tahu bahwa orang yang aku sukai adalah Dolken,selain Dolken,aku tidak akan menikah dengan pria lain !" saut Maria dengan kata-kata manisnya seperti peri didalam dongeng yang setia akan cinta pertamanya


"cih ! Jijik sekali aku melihat wajahmu yang penuh kepalsuan,aku males meladenimu ,gak untungnya buatku juga, presiden pangeran,terserah kau setuju atau tidak ,pasti aku akan libur tanpa minta izin darimu !" sindir Rena yang tak mau debat dirinya pun melangkah pergi meninggalkan mereka ,dan pangeran pun lagi-lagi tak mau terima dengan keputusan Rena padanya yang begitu tiba-tiba yang pasti akan susah melihat menemui wanita pujaanya setiap hari dan setiap waktu disampingnya


"Rena , tunggu!...

__ADS_1


"hmm? Kau sedang apa ? .."tanya Renata yang masih belom sadar dengan apa yang dilihat jila saat ini


"Dolken ,aku melakukan kesalahan semalam..aku seharusnya tidak....tapi ,aku benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaanku ! " ujar Maria yang masih terus menyakinkan hati Dolken disaat urusan Rena dan pangeran selesai


"Dolken ,tidak muncul diacara pesta api unggun tadi malam,tapi dikamar ? Apa mereka bersama ...?( batin jila) yang mulai merasa curiga disaat mendengar kata-kata Maria pada suaminya


"Dolken,aku benar-benar mengaku salah !jangan usir aku yah? Tante akan kembali kenegara ini dalam dua hari lagi ,jika aku tidak ada ,pasti Tante akan marah lagi ! Dolken ,aku berjanji tidak akan melakukan hal yang keterlaluan lagi ,aku benar-benar tahu aku salah! " bujuk Maria dengan wajah melasnya yang terus merayu akan hatinya Dolken dengan aktingnya , dirinya pun dengan PDnya ingin menyentuh bahu dan dada Dolken dengan tangannya ,namun dengan cepat Dolken pun langsung menepis dan menyingkirkan tangan Maria dari tubuhnya dengan kasar

__ADS_1


"Maria ,kau tahu aku bukan ,aku paling benci dengan orang yang terus memutarbalikan kenyataan ,semalam kita bertemu kurang satu menit ,dan berbicara tiga kalimat tidak lebih ,apa yang ingin kau sampaikan?apa artinya kau sulit menahan perasaanmu ?" cetus Dolken dengan tatapan tegasnya dan berjalan pergi menghampiri istrinya


"Dolken, tunggu aku...


__ADS_2