
"kak, bukankah mereka sedikit tidak sama ? " bisik renata dengan wajah bengongnya berdiri disamping kakanya yang masih melihat dan memperhatikan sepasang suami istri yang sudah berjalan masuk kedalam mobilnya , dan rangga pun yang mendengar itu hanya bisa terdiam dengan tatapan datarnya , namun dalam bersamaan raja pun dengan cepat berjalan menghampiri tuannya yang ingin beranjak pergi dan tak lupa membawa ponsel ditangannya
tak... tak.. tak...
"tunggu tuan, ada telephone dari nyonya besar! " ujar raja dengan rasa hati-hatinya menyodorkan ponselnya kearah majikannya , yang membuat dolken pun dengan cepat mengambil ponselnya dari tangan Seketarisnya
"apakah itu ibunya dolken yang menelepon? ohh iya , aku baru sadar aku tidak pernah mendengar dolken mengungkit tentang ibunya disaat pertama kali kita menikah dan bahkan dia juga tidak datang dihari pernikahan ? .. (batin jila) yang sedikit penasaran melihat , memperhatikan dan mendengar suaminya sedang bicara dengan ibunya disebrang Sana
"ada masalah ibu? .. " tanya dolken disebrang Sana dengan wajah sedikit malasnya, namun dengan tiba-tiba sekelompok orang pun berkumpul dengan hebohnya melihat pemandangannya diatas gedung Sana yang tidak jauh dari mereka
__ADS_1
"hei! gawat! ada seseorang gadis duduk diatas atap? apa dia akan terjun bebas? mungkinkah dia akan bunuh diri karena patah hati?! " triak beberapa orang dengan suara ricuh melihat pemandangan diatas Sana yang membuat jila dan dolken pun yang mendengar itu langsung menampakan wajah kagetnya
"apa ada orang yang ingin melompat?.. ( kompak batin mereka berdua) dengan sontak beranjak bangun dan keluar dari mobilnya yang sedikit rasa penasarannya , yang membuat jila dan dolken pun merasa terkejut melihat sosok wanita diatas atap Sana
" maria! tidak! apa yang dia lakukan diatas Sana? .. (batin jila) yang sudah menampakan wajah tidak percaya dengan mata bulatnya melihat Maria diatas Sana sembari menutup mulutnya dengan sedikit sok dan dolken pun yang melihat itu pun sedikit terancam yang masih memegangi ponselnya yang terhubung dengan ibunya disebrang Sana
"dolken, jika terjadi sesuatu pada maria! kau tidak usah mengakui aku sebagai ibumu lagi! " ancam ibu dolken dengan suara tegasnya disebrang Sana dan mematikan ponselnya dengan sepihak yang membuat dolken pun terdiam sejenak dengan rasa serba salahnya, mau tidak mau dirinya pun dengan rasa terpaksaanya dengan cepat berjalan pergi menuju gedung menyelamatkan maria dengan kebodohannya dirinya pun mengabaikan jila disampingnya, yang membuat jila pun merasa terkejut dan kecewa dengan sikap suaminya yang tiba-tiba
tak... tak.. tak..
__ADS_1
" kalian . .
"apakah kau ingin kesana? " tanya rena yang tersenyum hangat meraih dan memegang tangan sahabatnya yang begitu erat disebelah kanan sama hal nya dengan renata yang sudah memegangi tangan jila disebelah kiri dengan senyum ramahnya
"ya ampun, pikiranku hampir saja dipengaruhi oleh perasaanku yang negative .. terimakasih rena, renata kalian datang tepat waktu.. (batin jila) yang langsung tersenyum kecil menoleh melihat mereka berdua secara bergantian
"iya , kalian benar, aku tidak bisa membiarkan dia melompat dan terjun kebawah! " ujar jila dengan suara khasnya melihat kedua wanita disampingnya dengan rasa sedikit leganya
" baiklah, sebaiknya kita cepat kalau tidak, kita akan ketinggalan drama wanita itu hehehe... " ledek rena dengan suara khasnya menoleh melihat kedua wanita yang Ada dihadapanya sembari melangkah berjalan bergandengan tangan satu sama lainnya menuju gedung lantai atap dan tak lupa rangga pun hanya bisa terdiam melihat ketiga wanita yang sudah berjalan lebih dulu dari dirinya dengan tatapan datarnya
__ADS_1
tak... tak... tak..