
malam pun tiba di mansion keluarga group batara
tang.. tang.. tang.. (suara irisan sayuran)
"kenapa dia menatapku seperti itu ? membuatku tiba-tiba merasa gugup! (batin jila) yang saat ini sedang sibuk di dalam dapur dan tentunya dolken pun senang sentiasa sedang duduk menemani istrinya itu yang sedang memasak untuk makanan malamnya , namun dengan tiba -tiba
" ahh!!
yang membuat jila pun ter'iris pisau dijari telunjuknya yang membuat dolken dengan sadar langsung beranjak bangun dan menghampiri jila begitu cepat dan melihat jari telunjuknya yang sudah mengeluarkan darah segar, dan tanpa pikir panjang lagi dolken pun langsung memasukan kedalam mulutnya dan menghisapnya secara berlahan , yang membuat jila pun kaget dan terkejut dengan sikap dolken yang begitu perhatian
"maaf, aku sangat ceroboh, dolken kau... jangan seperti ini.. " ujar jila yang sudah salah tingkah dengan jantungnya yang sudah berdetak lebih kencang tak karuan dan bibi nia pun yang ada disana sangat senang melihat majikannya yang begitu romantis
beberapa jam kemudian..
akhirnya memasak pun selesai..meskipun tadi ada beberapa drama semenjak jila kena pisau dolken pun tak mengijinkan jila memasak lagi tapi dengan keras kepalanya jila dolken pun mengijinkan meski harus menyuruh beberapa pelayan untuk membantu istrinya itu
dan makanan pun sudah dihidangkan diatas meja makan yang sudah ditata rapih oleh beberapa pelayan yang sudah membantunya
"aku hanya bisa buat makanan rumahan , kau jangan meremehkan yah? " pinta jila dengan suara khasnya
"uhm.. baguslah kalau tahu! " saut dolken dengan wajah datarnya
__ADS_1
"ahemm... kelembutan barusan pergi kemana? . . (batin jila)
"sungguh tidak enak!.. nyamm.. nyamm... ini hadiah untukmu... " ujar dolken yang sudah menyodorkan sayuran kearah piringnya
"aku tidak mau! aku ingin makan daging! " saut jila yang menolak dengan matanya mencari daging yang dia buat
"ehh?? kemana sepiring daging goreng yang aku buat tadi ? . . (batin jila)dengan matanya sedang mencari daging kesukaannya
" ah! itu dia. apa?? tinggal sesedikit! ahh! dagingku! . (batin jila) dengan wajah terkejutnya melihat dagingnya yang sudah ada di piring dolken yang begitu banyak , dan jila pun dengan cepat langsung mengambil daging yang masih tersisa sedikit tapi alangkah terkejutnya dolken pun mengambil juga
"ini punyaku, daging mu masih banyak!π
"aku yang tusuk duluan! π
" lalu kenapa ? hei, kenapa daging yang ada di piring mu berkurang? π§
"mana ada... π§
" taraa... kau terjebak.. Aaaa... nyamm..nyamm... π
"ah! tidak dagingku! π
__ADS_1
"Dangin apa yang kau goreng, rasanya sangat tidak enak, aku tidak mau makan , semuanya untuk mu. . " ujar dolken dengan wajah datar langsung memberikan daging yang masih ada di piringnya kepada istrinya
"ahh! dagingku~~
" ternyata tuan muda karakter dinginnya sudah sedikit hilang disaat bersama nyonya muda!.. (batin bibi nia) yang sudah melihat majikannya yang begitu akur dengan wajah senangnya
"pelayan ambilkan aku semangkuk nasi π lagi! . . " pinta dolken pada pelayannya
"baik, tuan muda..
"hei, kau bilang tidak enak tapi masih begitu banyak makan ! .. " saut jila dengan wajah herannya
beberapa jam kemudian...
di depan taman yang saat ini dolken dan jila pun sedang berjalan-jalan santai sembari mencernakan makanan didalam perutnya tentunya bersama kedua seketarisnya dan asistennya yang sudah berjalan mengikuti majikannya dari belakang
"kaka raja, lukisan ceo dan nyonya muda akhirnya dipindahkan! apa yang terjadi beberapa hari ini, benar-benar membuat kita kaget sekali! . . " ujar asisten itu yang bernama wawan samudera yang sudah berbisik-bisik kepada kakanya yang sudah ada di sampingnya
"aku juga tidak tahu! tapi kau juga melihat berapa tuan muda memperdulikan nyonya muda, kedepannya kau harus hati-hati saat melakukan sesuatu. . " saut raja yang sudah memperingati adiknya itu yang sudah mulai berkerja beberapa bulan yang lalu
"baik, kaka raja, aku ingat! nyonya muda tidak suka diikuti , dia tidak sama seperti tuan muda, dia biasanya mengirim kami ke sesuatu tempat dan pergi jalan-jalan sendirian, dan aku sangat khwatir akan dipecat . . " ujar wawan yang sudah merasa sedikit ketakutan dengan tugasnya namun raja langsung menepuk bahunya dengan wajah seriusnya
__ADS_1
"kau hanya melindungi nyonya muda, yang lain tidak penting, apakah kau mengerti! bila tidak kau akan lembur sampai mati . . " saut raja yang sudah mengingat dirinya yang begitu sangat stress dengan wajahnya yang seperti mayat hidup