
"jila, kau adalah istrinya dolken, bagaimana mungkin kau bisa begitu dekat dengan pria lain? "sindir Maria dengan suara khasnya berjalan menghampiri dolken dengan wajah manjanya yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menoleh melihat Maria yang sudah berdiri disamping suaminya
"bukannya kau seperti itu juga.. (batin jila) yang menahan rasa cemburu menatap dengan diamnya
"dolken, sebentar lagi kita akan bersulang , sebagai pendamping pengatin teman kita, sebaiknya kita juga harus pergi bukan? oh iya, tenang Saja dan jangan khawatir .. aku akan mewakilkanmu menjaga dolken, dan aku tidak akan membiarkan dia minum terlalu banyak! " Pinta maria dengan rasa PDnya merangkul pundak dolken begitu manjanya dan menoleh melihat jila dengan sinisnya
"iya, kami akan mengadakan pesta setelah kembali kevilla, sebaiknya kau jangan pergi kemana -mana , istirahatlah yang tenang dikamar dengan baik! " ujar dolken dengan wajah datarnya menatap istrinya sembari memegang pundak jila dengan lembutnya, yang membuat jila pun yang mendengar itu sangat amat kesal dan kecewa kepada suaminya dengan diamnya dirinya pun langsung menepis tangan suaminya dari pundaknya
"baik! aku mengerti!.. "saut jila dengan cueknya langsung membalikan tubuhnya berjalan pergi meninggalkan mereka yang membuat dolken pun sangat terkejut dengan sikap jila yang tak biasa itu
__ADS_1
"jila, ada apa denganmu hari ini? . . (batin dolken) dengan wajah kesalnya menatap punggung istrinya yang terus berjalan dari pandangannya, dan Maria pun yang melihat itu sangat amat puas
"dolken, ayo ,kita sebaiknya pergi juga bukan! "bujuk Maria dengan wajah tersenyum senangnya merangkul da menarik lengan dolken dengan begitu erat dari genggamanya
"iya, baiklah! " saut dolken singkat dengan wajah diamnya berjalan mengikuti langkah Maria dari sampingnya yang begitu lekat , dan rena pun yang melihat tidak jauh dari penglihatannya sangat kesal kepada mereka berdua
"Bos, apakah dia adalah teman masa kecil kalian yang bertumbuh bersama? aku lihat dia biasa Saja! oh iya, apa mungkin bos, suka wanita seperti dia? "tanya rena yang berdiri dengan juteknya menatap bos kecilnya itu
"omong kosong apa yang kau maksudkan itu? sejak kapan aku bilang suka perempuan seperti itu? " protes pangeran dengan wajah kesalnya menatap asistenya itu
__ADS_1
"apa kau tahu, aku jelas-jelas yang suka adalah wanita ... "ujar pangeran yang sedikit ragunya yang ingin memberitahukan isi hatinya kepada rena
"apa? ternyata bos juga punya wanita yang kau sukai juga siapa? wahh, kenapa aku tidak tahu itu bos? "saut rena dengan wajah terkejutnya menatap bosnya yang tidak peka apa yang dimaksudkan pangeran kepadanya , yang membuat pangeran pun semakin merah maron dengan wajah malunya kepada asistenya
"bos, cepatlah kasih tahu siapa dia ? aku juga sangat penasaran bos? " tanya rena sekali lagi yang tak pantang menyerah mendekati bosnya itu yang begitu dekat , yang membuat pangeran pun semakin gugup tidak karuan yang langsung memundurkan tubuhnya sedikit dengan jantungnya yang sudah dag dig dug tidak karuan
"ehem.. ehem... sudah, sudah, sebaiknya kita harus pergi keacara pesta itu! "saut pangeran dengan gaya cool nya langsung menepis pertanyaan rena kepadanya dan membalikan tubuhnya berjalan pergi lebih dulu meninggalkan rena seorang diri sembari memegang jantungnya yang masih berdekup kencang didalam Sana
"tunggu sampai bos punya pendamping wanita , dan aku akhirnya bisa membawa pendamping pria ku! hmm? tapi, siapa yang harus kebawa saat itu? apa sebaiknya aku memilih satu dari sekelompok yang mengejarku ?.. (batin rena) yang sudah memikirkan pasangannya yang dia akan bawa keacara pesta selanjutnya
__ADS_1