
"eh! apa yang aku katakan barusan? .. (batin jila) yang sudah sadar sembari membuka matanya melihat mereka yang sudah melihat dan menatap dirinya dengan wajah diamnya , yang membuat jila pun langsung pergi meninggalkan mereka dengan rasa sakitnya yang terpendam ..
tak.. tak.. tak..
"jelas-jelas aku sudah setuju pada dina... tapi, kenapa hatiku begitu tidak rela.. (batin jila) yang sudah berjalan cepat keluar dengan wajah sedihnya ..
" jila, tunggu!.. " ucap rena yang sudah berteriak memanggil sahabatnya itu yang sudah berjalan lebih dulu darinya ..
yang membuat dina pun amat kesal melihat jila yang sudah menghancurkan rencananya..
"sialan kau jila, kau benar-benar ingkar dengan kata-katamu dan menghancurkan rencanaku!.. (batin dina) yang sudah amat kesal di dalam hatinya, yang membuat rangga pun yang melihat itu hanya bisa terdiam membisu..
"meskipun aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku sebaiknya pergi melihat jila !.. (batin rangga) yang sudah berjalan menghampiri seketarisnya itu..
" ayo kita pergi.. " ucap rangga pada seketarisnya itu
" baik tuan.. " jawab seketarisnya itu sembari menaruh handuknya di bahu tuannya dan berjalan mengikuti langkah majikannyah..
di tempat lain..
__ADS_1
tak... tak... tak..
"jila...
jila....
jila.....
tak.. tak... tak...
"jila, kau tunggu aku sebenar! apa kau tahu, itu tidak baik untuk seorang ibu hamil muda berjalan begitu cepat apalagi di saat hatimu sedang sedih.. " ucap rena yang sudah memegang tangan jila yang begitu erat yang membuat jila pun langsung berhenti dengan wajah sedihnya
dalam bersamaan rangga pun sudah melihat dan memperhatikan mereka berdua yang tak jauh dari mereka ..
" hmm? mereka disini ternyata.. (batin rangga) yang sudah berdiri di balik tembok ..
"rena, aku harus bagaimana? beri tahu padaku, aku harus bagaimana? Ihkss... dina terkena tumor otak, dan waktunya sudah tidak banyak lagi., ihks... aku tahu dia menyukai dolken , secara moral, buakannya aku harus merestui mereka ? .. ihks... tapi rena , aku tidak bisa melakukannya, aku benar-benar tidak bisa melakukannya.. ihks... ihks... . " ucap jila pada rena dengan wajah sedihnya yang sudah menangis tidak karuan yang membuat rena yang mendengar itu merasa iba pada sahabat barunya itu
"jila... kemarilah, jila putri ternyata kau bodoh , kau benar-benar sangat baik, sebab itu kau sangat sedih dan terluka sekarang....kau jangan khawatir. masih ada aku , tidak akan ada orang yang berani menindasmu lagi! percayalah padaku aku akan menjaga mu!.. " ucap rena pada jila yang sudah memeluknya yang begitu erat yang membuat jila pun mengeluarkan air matanya begitu saja di dekapan rena..
__ADS_1
"ihks.... ihks... ihkss..
yang membuat rangga yang mendengar itu sangat terkejut dengan hati pilunya
" jila..
di tempat kolam renang..
beberapa menit kemudian..
dolken pun langsung melepaskan pelukannya dari mantan pacarnya itu yang sudah beranjak bangun dari duduknya yang membuat jila pun terkejut
"perhitunganmu benar-benar sangat bagus! menungguku disini? siapa yang membiarkanmu masuk ke tempat keluarga batara group tanpa seizinku?.. " tanya dolken pada dina dengan wajah dinginnya
"dolken, kamu dengarkan aku dulu sampai selesai, setelah selesai aku baru akan pergi! sebenarnya aku masuk hanya mengikuti arahan dari jila ! masuk ke tempat ini, kamu tahu sendiri aku tak bisa masuk tanpa jila yang sudah menyambutku dari belakang.. " ucap dina yang sudah beranjak bangun dari duduknya sembari menampakan wajah melasnya dan melangkah ingin memeluknya tapi dengan segera dolken pun langsung menepis dan memegang lengan dina yang begitu erat ke arah atas ..
"ahh!!..
"apa yang kau bilang ? jila yang membantumu!?.. " ucap dolken yang sudah menatap tajam ke arah dina yang sudah merasakan kesakitan di lengan kirinya
__ADS_1