
beberapa jam kemudian..
mereka pun sudah sampai dikediaman barunya yang sudah berjalan bergandengan tangan dengan begitu eratnya menuju ruang pintu utama, namun dengan tiba-tiba sosok Maria pun datang dan berjalan menghampiri mereka dengan gaya khasnya, yang membuat jila pun yang melihat iTu sedikit cemberut
" kalian pulang malam sekali kebetulan aku sudah membuatkan bubur untukmu! dolken.. "ujar Maria dengan suara lembutnya berdiri disamping dolken dengan manjanya
"ohh, kau makanlah sendiri, kami sudah makan diluar.. " tolak dolken dengan dinginya , dan Maria yang mendengar itu sedikit amat kesal
"menyebalkan sekali dia..aku tidak akan menyerah begitu saja!.. (batin Maria) yang terus beusaha merayu dolken dengan sikap palsunya itu
" tunggulah sebentar, dolken setidaknya makanlah sedikit , aku buat bubur ini berdasarkan selera yang kau suka dulu.. " ujar Maria dengan suara lembutnya menahan dan memegang dada dolken dengan tangannya, yang membuat dolken pun dengan cepat langsung menepis tangan Maria dari dadanya
__ADS_1
"itu dulu, aku sekarang tidak makan bubur sarang walet lagi , seleraku sekarang , tergantung pada istriku! " saut dolken dengan suara khasnya langsung merangkul pinggang istrtinya dari dekapanya dengan tatapan senyum senangnya , yang membuat Maria pun semakin kesal dibuatnya melihat mereka berdua yang begitu mesra dihadapanya , namun dengan cepat rena pun datang yang sudah berdiri didepan pintu sembari melipat kedua tangan didadanya
"akhirnya kalian kembali juga dengan selamet , ooh iya, aku ingin memberitahu kalian, barusan CEO rangga mengirim banyak dokumen , dan aku menaruhnya dikamar kalian ! dan aku juga sudah mengganti kunci kamar kalian menjadi sidik jari, yah, supanya jangan ada orang masuk yang gak punya mata tengah malam! "ujar rena dengan suara khasnya melirik Maria dengan juteknya , yang membuat jila pun Tersenyum puasnya
"rena, kerja yang bagus bertahankan nyah! " saut jila dengan senangnya menujukan jempol tangannya
"tentu saja.. " ujar rena dengan bangganya Tersenyum sembari menujukan kedua jari visnya kearah sahabatnya , yang membuat Maria pun semakin kesal dan marah melihat sikap rena menyidir dirinya dengan leluasaya didepan dolken
"Hmmphtt.. dasar wanita berdada besar dia benar-benar berengsek! kau selalu membuatku marah awas kau!.. (batin Maria) yang langsung terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi dengan kesalnya melihat tingkah mereka dihadapannya yang sudah mengabaikan dirinya berjalan masuk kedalam rumahnya
beberapa jam kemudian..
__ADS_1
didalam kamar
dolken pun yang sudah berganti baju piyamanya berdiri dibalik meja sembari melihat isi dokumen yang sudah berada diatas meja dan membacanya dengan seriusnya
"sepertinya akan ada rapat keseluruhan besok! " ujar dolken dengan suara khasnya menatap selembar kertas yang sudah ada ditangannya ,
krekkk!.. (suara pintu)
"ohh? jadi kau akan sangat sibuk besok? apakah kau perlu bantuanku? " saut jila dengan suara khasnya berjalan menghampiri suaminya yang sudah memakai baju tidur yang sedikit trasparan yang membuat dolken langsung menoleh melihat istri kecilnya dengan tatapan menggodanya yang tak lupa dolken pun dengan cepat menaruh dokumennya diatas naskah begitu saja
"aghhhhh!!! . . apa yang kau lakukan? " tanya jila yang sedikit kaget menatap dolken sudah menggedong dirinya yang tiba-tiba
__ADS_1
"aku sedang menunggu kata-katamu itu! "bisik dolken dengan suara pelannya yang membuat jila pun langsung terdiam tak bisa berkata apa -apa lagi dengan wajah merah merona dipipinya dari dekapan suaminya yang begitu erat dan berjalan menuju ranjangnya , tak butuh lama dolken pun dengan perlahan menaruh jila diatas ranjangnya dengan tatapan mereka yang begitu lekat yang membuat mereka pun yang tak pikir panjang lagi mencurahakan isi hati mereka yang bergejolak yang tidak bisa tertahankan diatas ranjang yang begitu panas yang membuat jila pun amat bahagia seperti diatas awan disaat dolken memanjakan dirinya diatas ranjang yang penuh cinta ,menciuminya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya yang tidak terlewatkan sama sekali yang membuat jila pun semakin merasakan sensasi luar biasa didalam dirinya yang berulang kali mengeluarkan des*han manjanya yang tersenyum puas menatap suaminya
" Mmeeuuchhhh π... ahhhhh!.... agrrrr!....