
"kau sudah bersedia menjadi putriku, aku sangat amat senang sekali , bagaimana itu dibilang sangat keterlaluan? justru aku sangat amat senang dan bahagia sekali benar-benar sangat amat bahagia.. mendengarnya , jila, kau jangan khawatir , kau dan anakmu adalah putri dan cucuku ! aku pasti akan membuat kalian hidup dengan tenang dan aman sampai tua kelak! " ujar alea dengan rasa harunya berjalan menghampiri jila dan tak lupa alea pun memeluknya yang begitu erat dan menciumi wajah jila yang seperti anak kandungnya sendiri yang sudah lama meningal dunia Karena penyakit dideritanya selama hidupnya dulu dan jila pun yang mendengar tutur kata alea dengan lembutnya yang membuat dirinya pun merasakan kenyaman dari dekapan seorang ibu yang baru ia angkat , dan rena pun hanya bisa terdiam melihat mereka berdua yang sedang saling berpelukan dengan rasa bahagia yang membuat dirinya pun ikut senang dengan hati lega yang masih berdiri disamping sahabatnya dan tak lupa dirinya pun memotret dan mengabadikan momen indah kedalam ponselnya beulang kali dan diunggah kejaring sosial miliknya
"syukurlah, jila.. akhirnya aku ikut senang juga!.. (batin rena) yang tak pernah lupa mengirimkan statusnya kedalam akun milik dolken agar dia tahu posisi istrinya saat ini
1 hari kemudian..
dipagi hari yang seperti biasa dolken sudah beraktivitas seperti biasa didalam kantornya yang sedang duduk dikursi kebanggaanya yang tak lupa ditemani kedua seketarisnya yang sudah berdiri disamping meja kerjanya dan dirinya pun tanpa disengaja melihat status yang dibuat rena untuknya didalam akunnya yang membuat dirinya pun sedikit terkejut tidak percaya
__ADS_1
"apa-apa ini? apa maksudnya ? dia mengirimkan statusnya " akhirnya aku punya rumah"apa rumahnya denganku bukanlah rumah? dia ini... apakah sedang mempersiapkan perceraian ? apakah dia benar-benar tidak bersedia memberiku sedikit waktu saja ? apakah dia tidak bisa percaya padaku sekali saja ? keadaan kemarin , aku juga terpaksa mengiyakan apa yang Maria inginkan . .. (batin dolken) dengan rasa sedikit kecewa dan marahnya langsung menggembrakan mejanya yang cukup keras
brakkk!!...
"ayo, kita pergi kerumah mahesa sekarang juga! " ajak dolken dengan tatapan kesalnya beranjak bangun dari duduknya yang membuat raja dan jajang pun sedikit terkejut dengan wajah bingungnya yang sudah saling tatap satu sama lainnya
"begini... nyonya muda sudah mengirim pesan lewat seseorang, katanya..
__ADS_1
" apa katanya cepat jawab yang benar!! " tanya dolken sekali lagi yang memotong kalimat seketarisnya dengan mata melotot merah padam yang membuat raja dan jajang pun semakin ketakutan dengan tubuhnya yang gemetar hebat
"nyonya muda bilang, takutnya hubungan suami istri dengan tuan muda.. sudah berakhir , jadi dia akan menghargai dirinya sendiri, dan berharap kedua masing-masing dapat hidup dengan tenang dan setelah melahirkan anak nanti, silahkan tuan muda untuk pergi dari Sisi nyonya muda. .. " saut raja dan wawan yang sudah saling bergantian memberitahukan impormasi dari seseorang dengan gugupnya yang membuat dolken pun terdiam sejenak dengan wajah kagetnya, mendengar kabar dari istrinya yang tertunduk lemas menatap meja dihadapanya
"apa sudah berakhir? masing-masing hidup dengan tenang ?dia pikir kau siapa memerintahku seperti itu! cih..jangan harap itu akan terjadi jila kau miliku akan selalu menjadi milikkuuu!!! " triak dolken dengan rasa marah dan geregetanya menojok meja dihadapanya yang cukup keras dengan tangannya yang membuat raja dan jajang pun terkejut dengan wajah paniknya melihat tuannya yang sedang ngamuk tak karuan
brakk!! .. brakkk!! .. barkkk!!..
__ADS_1