sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
terbongkar


__ADS_3

"istriku, ayo kita pergi! .."ajak presiden pada istrinya


" tidak tau mengapa aku selalu merasa gadis yang punya tawa yang begitu bersih dan pandangan mata yang jernih, bukan wanita seperti itu.. (batin istri president) yang sedikit tidak percaya menoleh dan berjalan melewati jila yang masih berdiri dengan wajah malunya Kepada president dan istrinya yang melihatnya penuh kekecewaan di matanya , dan berjalan melangkah pergi mengikuti raja menuju Kamar nya , dan dolken pun dengan tatapan kesalnya menoleh melirik dina yang sudah berhenti menangis


"kenapa? apa milan tak cukup menarik untuk mu, dan rela untuk kembali?.. " tanya dolken cetus


"dolken, aku salah , aku benar-benar tahu aku salah! aku tidak mau pergi ke milan lagi, aku tidak mau menjadi model lagi, aku ingin menikah dengan mu, aku ingin melahirkan anak mu.. jila putri hanyalah hadiah yang kuberikan untuk mu, kamu bagaimana boleh menikah dengan hadiah , dan mengabaikan orang yang memberimu hadiah? dolken,aku kembali, aku sudah kembali ke sisimu, hadiah itu bisa di kembali kan .. " bujuk dina yang lagi-lagi marayu dengan manjanya yang bicara panjang lebar dengan wajah melasnya memeluk dolken dari dekapannya yang begitu erat , yang membuat jila pun sangat kaget tak percaya dengan ucapan sahabatnya barusan, dengan tak sadarnya membongkar kebohongannya sendiri

__ADS_1


"hadiah.. apa yang terjadi? .."tanya jila dengan wajah shoknya menatap sahabatnya


"pandangan apa itu, apakah menurutmu berpura-pura kasihan bisa menang dariku.. (batin dina) menoleh melihat jila dengan kesalnya , dan dolken pun hanya bisa terdiam menyaksikan kedua gadis yang lagi perang dingin


" dolken, aku benar-benar mencintaimu , sungguh! . . "ucap dina dengan PDnya bersandar dibidang dada yang kekar dengan manjanya, dan jila pun dengan rasa penasaran dan marahnya terpaksa membuka mulutnya


" lalu.. ?

__ADS_1


"hadiah... rupanya, malam itu benar-benar di rancang oleh mu.?. . . " tanya jila sekali lagi dengan suara kerasnya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya , membuat dolken pun sangat terkejut melihat ekpresi wajah jila yang sangat terluka


"tikus tanah kau..sialan kenapa bisa jadi begini (batin dolken) terdiam memperhatikan jila dengan cemasnya yang membuat dina pun merasa kesal


"dolken , kamu lihat aku, kamu tidak boleh menikah dengan sebuah hadiah, aku adalah orang yang ingin menikah dengan mu! . . " protes dina panik melihat dolken yang tidak ada respon sama sekali padanya


"sekarang aku sudah kembali, kita baik-baik bersama nyah? kamu ceraikan dia , lalu kita menikah , aku juga bisa melahirkan anak untukmu , kamu ingin berapa aku akan lahirkan berapa pun kamu mau! .. " bujuk dina yang terus menyakinkan Dolken dengan sedikit panik dan cemas di saat dolken masih melihat menatap sahabatnya yang sudah melangkah berjalan menghampiri dirinya

__ADS_1


"dina.. . kamu beri tahu aku , kenapa harus berbuat seperti itu? bukankah kita adalah sahabat baik? yang saling mendukung sejak kecil hingga dewasa? dan kenapa kau harus menjebakku ? . . " tanya jila dengan marahnya


menatap sahabatnya dengan penuh kekecewaan yang membuat dina pun semakin kesal ,melihat mata dolken yang masih tertuju pada jila yang sudah berdiri dihadapannya


__ADS_2