
"karena perawatan ibu sudah selesai,Maria kita akan merawatnya dengan baik disini,anak sudah dewasa untuk waktu yang lama ,dan tentunya sudah mengontrol dirinya sendiri,jadi , ibu hanya perlu menikmati sisa hidupnya dengan tenang, jangan khawatir tentang hal yang lainnya !" cetus Dolken menatap tak sukanya pada ibunya , membuat Emily pun semakin marah mendengar perlakuan anak kandungnya
"apa kau begitu berani berbicara seperti itu pada ibumu 'hah?" triak Emily yang mulai emosi pada anak kandungnya,dan jila pun yang mendengar itu amatlah sedih yang masih berdiri disamping suaminya
"ibu aku katakan sekali aku tidak akan setuju dengan perceraian Titik !" saut dolken dengan nada tegasnya
"Dolken... sebenarnya aku tidak mau bercerai denganmu ...tapi ,aku melakukan ini juga untuk meringankan tekananmu dirumah ini ,aku ingin meninggalkan keluarga Batara, karena aku juga tidak ingin kau kesulitan karena aku ...(batin jila) yang amat sangat khawatir memperhatikan kondisi suaminya saat ini,dan Maria pun yang melihat itu langsung melerai berdebat ibu dan anak dan tentunya dengan liciknya ingin menghasut Emily dengan kata-kata lembutnya
__ADS_1
"Tante ,kau tidak perlu bertengkar karena aku dan Dolken...
"ibu !aku dengan sangat amat serius memberitahumu ,jila putri, adalah istriku ,anak dalam kandungannya adalah generasi keempat keluarga Batara! selain jila putri, wanita manapun Jangan berharap bisa melahirkan anak untukku !jika kau ingin mengusir jila , baiklah dengan senang hati aku pun akan ikut dengannya !jangan berpikir yang tidak-tidak ,aku tidak akan menarik kata-kataku lagi !" sontak Dolken dengan ancamannya memotong kalimat Maria dengan sengaja yang begitu tegas membuat Emily pun yang mendengar itu hanya bisa tertegun tidak percaya melihat anak kandungnya yang menentang keputusannya
"uhuternyata dia buka Dolken seperti enam tahun yang lalu lagi ..(batin Emily) langsung menghelang nafas beratnya dengan hati sedikit kecewa
"jila putri!awas kau pasti kali ini aku yang akan menang ehmmpphh!...(batin Maria ) yang terus berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi meninggalkan mereka berdua yang masih didalam kamar Emily
__ADS_1
"Dolken, lepaskan tanganmu kau memegangku begitu kuat dari tadi ,baru saja pulang dari desa yang cukup jauh ,aku sedikit lelah dan ingin mengajukan cuti menjadi sekretarismu dan ingin bersantai ,boleh 'kan ?" pinta jila yang mulai beralasan ingin menghindar dari suaminya ,dan Dolken pun yang mendengar itu tidak terima
"jila ,aku akan menangani semua ini, percayalah padaku,aku tidak akan melepaskan mu,aku juga tidak mau bercerai denganmu !" saut Dolken yang terus menyakinkan hati jila dengan wajah kesalnya , yang semakin mempererat pegangan tangannya pada istrinya
"cukup !apa kau gila bagaimana pun ibumu tidak akan setuju denganku ! selama aku ada dirumah ini,dia akan memberimu tekanan terus menerus ,apa kau tidak capek atau lelah sedikit pun ,kali ini kau ada dibelakangku ,tapi setelah itu apakah kau bisa berada setiap waktu dibelakangku 'hah?" bentak jila yang mulai emosi pada suaminya yang keras kepala pada keputusannya dan Dolken yang melihat dan mendengar itu langsung terdiam terkejut dengan mata bulatnya ,dan perlahan melepaskan genggamannya dari tangan istrinya
"jila...
__ADS_1
"Dolken, mengerti lah sedikit,aku ingin pergi sebentar bukan berarti aku sedang bermood buruk ...aku hanya ingin kau tidak tertekan dirumah ini oleh ibu kandungmu sediri ,aku percaya kau bisa menyelesaikannya ,tapi aku tidak ingin aku menjadi beban mu selama periode ini ..( batin jila) yang berat hati tanpa bicara ataupun menoleh melihat suaminya lagi dirinya pun berjalan pergi dengan hati hampa menuju kamarnya ,dan Dolken pun yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan raut wajah pasrahnya yang menahan rasa geregetan ditelapak tangannya yang menggenggam erat