sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
aduan jila


__ADS_3

Tak...tak..tak..


"benar-benar sial!aku hanya ingin pergi ke toilet ,tapi kenapa banyak sekali masalah didepanku !" dumel jila dengan wajah kesalnya sembari mengelus-elus perutnya yang sedikit lega tak berselang lama Rena pun yang sudah melihat jila datang kearah mejanya dirinya pun dengan cepat beranjak bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri sahabatnya dengan wajah cemasnya dan tak lupa Renata pun ikut dibelakang nya


"kemana saja kau ?apa yang terjadi?" tanya rena dengan paniknya


"apa kau terjatuh di toilet?kenapa kau pergi begitu lama ?" tanya Renata yang ikut cemas melihat jila yang sudah berdiri dihadapannya


"dari tadi aku tak bisa menemukanmu setiap toilet diruang lain , apakah kau pergi kesesuatu tempat yang aku tidak tahu dengan terburu-buru ?" tanya rena sekali lagi dengan wajah keponya dan jila pun yang mendengar itu langsung menangis memeluk sahabatnya yang begitu erat


"Rena !... huhuhuhu!..apa kau tahu aku hampir saja mati..aku baru saja keluar dari ruang penjara kapten yang amat bodoh itu , bagaimana? matanya saja pasti katarak dan tak melihat dengan baik,dia tidak menyukai wanita cantik disekitarnya justru malah menyukai wanita hamil seperti ku !"saut jila dengan polosnya menceritakan semua masalahnya tadi pada kedua sahabatnya tanpa ragu ,dan Rena pun yang mendengar itu malah tersenyum senang

__ADS_1


"Aiya!dia pasti ada sesuatu yang ingin memohon padamu,tapi kau merasa sikapnya aneh 'iya kan? orang buta juga tahu bahwa seseorang dikapal telah mengenali indentitasmu ,jadi aku harus berhati-hati untuk menyenangkanmu! tenang-tenang !siapa yang berani menganggu kesayangan besar kami !" ujar Rena dengan nada ramahnya menyakinkan sahabatnya sembari menempuk-nepuk bahu sahabatnya berulang kali dengan lembutnya membuat jila pun sedikit terkejut dengan wajah bengongnya melihat sikap Rena yang tersenyum bahagia


"Rena ,itulah yang terjadi ,tapi kenapa kau seolah-olah tak percaya cerita ku barusan ?..(batin jila ) yang langsung tertuduk lemas dengan wajah pasrahnya dan menangis tak perdaya


"huhuhuhu!.. hidupku terlalu sulit ..


"ehh!jila ! kenapa kau jadi menangis begitu?"tanya rena terkejut dengan mata bulatnya sembari memegang kedua bahu sahabatnya yang sedikit serba salah termasuk Renata hanya bisa memujuknya agar berhenti menangis didepan semua orang yang masih menikmati malam pesta diatas kapal


dan Keesokan harinya..


Tak.. tak..tak..

__ADS_1


"jila , bagaimana kalau setelah kita sarapan,kita bertiga pergi memancing ?" saran Rena dengan antusiasnya sembari membenarkan topinya yang sedikit lebar diatas kepalanya yang tak mau sedikit terbakar dari pantulan cahaya matahari kearah wajahnya


"hMm,oke tidak buruk juga ..


"bagus , kalau begitu mari kita pertanding siapa yang mendapatkan lebih banyak ikan ..


"huh,menggali kuburan sendiri lagi !" celetuk Renata dengan santainya membuat Rena pun amat kesal dan langsung menoleh melihat Renata yang tak mau kalah


"apa kau bilang ,kau mau apa , apa kau ingin berkelahi?" cetus Rena dengan mata galaknya dan Renata pun yang tak terima dirinya pun mengeluarkan mata sinisnya


"kau itu terlalu PD sekali!..

__ADS_1


"hei! kalian berdua kenapa begitu banyak energi sekali, ini masih pagi sebaiknya kita pergi sarapan dulu baru kita pergi memancing bukan , bagaimana?" bujuk jila pada mereka berdua dengan aura keibuan sekaligus menenangkan mereka berdua yang mulai memanas , namun dengan tiba-tiba kedua pelayan pun datang menghampiri mereka bertiga membuat jila pun tersadar dan menoleh melihat kedua pelayan itu yang sedang berjalan menghampiri dirinya dengan gagahnya


Tak..tak..tak..


__ADS_2