
satu jam kemudian..
Jila pun yang sudah selesai membereskan barang-barangnya kedalam koper miliknya, dengan wajah pasrahnya tersenyum menoleh melihat sahabatnya yang sudah dari tadi duduk menemaninya didalam kamar
"maafkan aku yah Rena , kau sedang bertengkar dengan pangeran, seharusnya aku menerimamu dan menampungmu dirumah ini ,tapi sekarang...aku yang harus pergi dari rumah ini hehehe..." ujar jila yang sedikit tak enak hati pada sahabatnya
"kita itu udah jadi dua bersaudara ,kau tak usah enak hati begitu dan tak seharusnya membicarakan hal seperti ini ? karena kita akan memiliki cukup waktu beberapa hari ini,dan sekalian kita ajak Renata untuk bersenang-senang !" saut Rena yang berusaha menghibur sahabatnya dikala sedang membutuhkan dorongan dan dukungannya
"hah! emang kita akan pergi kemana?" tanya jila menatap dengan wajah sedikit PENASARAN ,dan Rena pun yang sedikit Bingung dengan pertanyaan sahabatnya yang harus pergi kemana dirinya pun tanpa disengaja menoleh melihat beberapa majalah di atas naskah yang tidak jauh dari pandangannya
"aku tahu , bagaimana kalau kita kesini saja pasti lebih seru bukan ! bagaimana?" saut Rena dengan PDnya yang langsung mengambil dan menyodorkan majalah kearah jila yang membuat jila pun terbinar-binar mutiara dikedua bola matanya yang baru pertama kalinya ingin dia kunjungi
"wah~~kapal pesiar'yah ?aku belum pernah sama sekali pergi kesana ,pasti seru sekali ~sayang sekali dari dulu ibuku selalu pergi hanya kesisi pantai saja .." ujar jila dengan antusiasnya yang menyembunyikan rasa sedihnya didepan sahabatnya,namun tak membuat Rena pun tidak tahu yang dihadapi sahabatnya saat ini
__ADS_1
"jila ,kali ini dipaksa keluar dari rumah Batara ,tapi mengapa dia terlihat seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan malah ingin menyembunyikan rasa sedihnya dihadapanku ,dulu dia selalu mengeluh dan menangis padaku ,apa dia baik-baik saja?..(batin Rena ) yang mulai memperhatikan raut wajah jila dengan detailnya
"Oia ,jila ,aku akan membantumu membawakan barang-barangmu kedalam mobil dulu 'yah.."ujar Rena yang tak pikir panjang lagi langsung meraih dan mengambil beberapa koper milik jila yang tidak jauh dari dirinya
"hah! terimakasih,Rena .."saut jila yang sadar langsung menoleh melihat sahabatnya yang sudah berjalan pergi lebih dulu keluar dari kamarnya dan dirinya pun terdiam sejenak melihat sekitar Ruang kamarnya yang penuh banyak kenangan bersama suaminya dan tak lupa mengusap kasur yang masih iya duduki dengan berat hati
"selamat tinggal ,kamar yang penuh banyak kenangan ini hatiku terasa berat , meskipun hanya berpisah untuk sementara waktu,tapi sungguh aku tak rela.." gumam jila yang amat sedih dirinya pun langsung menaruh majalah diatas naskah dan melangkah berjalan pergi dengan wajah murungnya yang masih menatap kamarnya dengan rasa terpaksaan dan tak lupa menutup pintumya kembali rapat-rapat
Krakk!...
Tak ...tak..tak...
"ahh!..
__ADS_1
Klangg!!...
"aduh, maaf yah jila ,aku tidak melihatmu disaat kau ada dihadapanku ,aduh , kasihan sekali ,kau mau keluar ,tapi aku malah membasahi pakaianmu !" olok Maria yang bermuka dua yang tanpa rasa bersalah sedikit pun
" apa kau sudah selesai bicara ? kalau kau sudah selesai, sebaiknya kau pergi dari hadapanku aku sangat sibuk!" cetus jila dengan tatapan tak sukanya melihat akting Maria dihadapannya
"hei ,jila , kalau kau ingin keluar dari rumah ini ,maka jangan kembali lagi 'yah!" sindir Maria tersenyum ledek
"tidak perlu merepotkanmu itu bukan urusanmu juga kembali atau tidak !" saut jila yang mulai sedikit muak
"Oia ,aku ingat kunci pintu setiap ruangan menggunakan indentifikasi sidik jari , karena kau akan pergi lama ,aku sarankan kau batalkan indentifikasi sidik jarimu , terutama dikamar calon suamiku!" pinta maria dengan wajah tebalnya
"nona Maria aku beritahumu 'yah , membatalkan atau tidak ,apa urusannya denganmu ,lagi pula Dolken akan tetap menjadi suami disaat aku pergi atau kembali!" Sindir jila yang tak mau kalah debat membuat Maria pun sedikit amat kesal dan geregetan
__ADS_1
"sial! jika dia tidak membatalkan sidik jarinya, bagaimana aku bisa menemui Dolken dimalam hari?..(batin Maria ) yang langsung terdiam tak bisa berkutik dengan jawaban jila padanya,dan jila pun yang tak ambil pusing dirinya pun membalikan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan maria seorang diri tanpa pamit