sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
hadiah dibalas dengan hadiah


__ADS_3

"dan tidak perduli apa yang akan kulakukan padamu hari ini, kau tidak akan menyesal? .. " tanya dolken yang sudah amat geregetan dikedua Sorot matanya yang tajam


"dolken! apa yang kau katakan? tentu saja tidak akan! dolken, selama kau suka, hari ini tidak perduli apapun yang kau lakukan padaku, semuanya terserah padamu.. " bujuk dina dengan suara lembutnya menyakinkan dan memeluk lagi dari belakang dengan manjanya


"aku ingin menjadi wanitanya dolken batara! aku ingin mengandung anaknya dolken batara .. " ujar dina dengan rasa PDnya yang sudah bersandar dipunggung dolken begitu nyamannya


"dan aku ingin jila putri keluar dari pandangannya! aku ingin mengambil kembali semua yang sebelumnya adalah milikku.. (batin dina) dengan pikiran jahatnya yang menggebu-gebu


tak berselang lama..


dolken pun memulai aksinya berjalan mengambil tali untuk mengikat kedua tangan mantan kekasihnya itu kearah belakang , yang membuat dina pun tak merasa curiga dengan apa yang akan dolken lakukan padanya

__ADS_1


"rupanya kau suka bermain seperti ini! selama kau suka , semuanya terserah padamu ! . . " ujar dina yang sudah menampakan wajah pasrahnya didepan dolken yang membuat dolken pun yang mendengar itu terseyum sinis yang sedang sibuk mengikat tali dari arah belakang wanita itu yang begitu kencang dan erat..


"karena kau sangat ingin memberikan dirimu, maka aku akan cari cara untuk memuaskan keinginanmu, dina, mulai hari ini, diantara kita sudah impas.. " ucap dolken dengan suara khasnya membisikkan kearah telinganya yang begitu dekat dengan nafasnya yang membuat dina pun terhanyut dalam permainannya, dengan segera dolken pun berdiri tegak dan melirik raja yang masih berdiri memperhatikan mereka berdua yang tak jauh darinya


"aku ingat ada seseorang pria yang bernama Pendi yang berlatih tinju bersamaku, beritahu padanya untuk segera datang ke ruangan istirahatku , aku punya hadiah untuknya.. " pinta dolken pada raja yang sudah mendengar apa yang di katakannya barusan dan dengan cepat raja pun langsung berjalan pergi meninggalkan mereka berdua


"kenapa dia ingin memangil orang lain datang kesini? aku bahkan berpakaian sangat sedikit.. (batin dina) yang belom merasakan kecurigaannya namun dengan tiba-tiba dina pun tersadar dengan perkataan dolken yang terakhir


"apa dia ingin menjadikanku hadiah untuk diberikan pada pria lain ?!.. (batin dina) yang sudah menampakan wajah cemasnya


"tidak! tidak boleh! jangan seperti ini! dolken, kau tidak boleh memperlakukan aku seperti ini! . . " protes dina dengan panik tidak percaya akan menjadi seperti ini pada dirinya yang sesekali berusaha melepaskan tali ikatan dikedua tangannya yang begitu erat namun hanya sia-sia saja baginya

__ADS_1


"bukankah kau suka memberikan hadiah pada orang lain ? bagaimana rasanya menjadi hadiah tanpa pita istimewa ? . . " saut dolken dengan rasa kesalnya , yang membuat dina pun semakin ketakutan yang sudah mengeluarkan air mata buaya dikedua matanya sembari melihat dan menatap dolken yang Amat begitu sangat membenci dirinya


"dolken, kau tidak boleh memperlakukan aku seperti ini, aku mohon lepaskan aku! bukan begitu... hasilnya tidak seharusnya seperti ini... ikhs... Ihks... "triak dina yang sudah menangis sejadi -jadinya yang tak karuan melihat dirinya yang sudah terikat begitu erat dan dolken pun hanya bisa berdiri dengan dinginnya mengabaikan mantan kekasihnya itu , tak berselang lama akhirnya orang yang di tunggu-tunggu pun datang juga


krakkk... (suara pintu terbuka)


dan dina pun yang sudah melihat sosok pria disamping raja semakin panik , dengan penampilan yang sangat begitu menyeramkan dengan wajah datarnya dengan otot-otot yang begitu besar dan kuat setiap lipatan dari ujung rambut hingga kakinya , yang sudah berjalan menghampiri dirinya secara perlahan yang membuat dirinya pun amat ketakutan dengan tubuhnya yang sudah gemetar hebat


dan dolken pun dengan senangnya berjalan menghampiri laki-laki itu dengan wajah datarnya


"hadiah ini kuberikan padamu! jangan khawatir, dia masih bersih terimakasih karena sudah menemaniku berlatih tinju! hadiah ini untukmu, selamat menikmati!.. " ujar dolken dengan suara khasnya menepuk bahu pria dihadapannya beberapa kali dengan liciknya dan dirinya pun berjalan pergi meninggalkan mereka berdua , yang membuat dina pun semakin histeris ketakutan melihat sosok pria bertubuh besar itu yang sudah berjalan menghampiri dirinya yang seperti serigala kelaparan

__ADS_1


"tidak! jangan mendekat... aahhHHh!!..... tidak!... aaAa!!... awww!!..... sakitt!... aaHHhh!!... tidak!.. tolong lepaskan aku!.. ihks.... ihks.... dolken , dasar kau brengsek!!!!!.... aAAHhhhh!!!!....


__ADS_2