sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
hasutan Maria


__ADS_3

"baiklah, karena kau tak bisa mengatakan hal ini, jadi biarkan aku yang mengatakannya kepada dolken, dan aku percaya jika dia tahu masalah ini, mungkin perasaannya akan kembali lagi kepadamu!" ujar pangeran dengan nyakinnya bicara seperti itu kepada sahabatnya


"aduh, kau sebaiknya lihatlah aku, bagaimana aku bisa mengatakan masalah ini kepadamu! lagian sekarang dolken sudah istirahat , kita sebaiknya..


" kau jangan perdulikan masalah ini, sebaiknya serahkan saja padaku! " sontak pangeran yang langsung memotong kalimat Maria dengan sengaja dengan tatapan sedikit kesal melihat sahabatnya yang amat begitu sangat menyedihkan didepan matanya


"tidak, sebaiknya aku harus mengatakan masalah ini kepadanya!.. (batin pangeran) yang terdiam dingin dengan keputusannya


"hari sudah larut , sebaiknya kau cepatlah istirahat! " bujuk pangeran dengan suara khasnya memegang pundak sahabatnya dan mèndorongnya sedikit pelan kearah kamarnya dengan tatapan emosional , yang membuat Maria pun sedikit terkejut yang langsung mengusap air mata palsunya didepan sahabatnya dan berjalan menuju kamarnya sembari tersenyum puasnya dibelakang pangeran


"pangeran! beberapa tahun tidak bertemu.. kau masih begitu percaya padaku ckk ..sungguh mengejutkan bukan! . . (batin Maria) dengan senyum liciknya berjalan sembari menoleh memperhatikan sahabatnya yang sudah mengeluarkan ponselnya didalam saku jasnya yang ingin menelepon dolken didalam kamarnya


kring... kring... kring...

__ADS_1


dan dolken pun yang terjaga dari tidurnya langsung mengambil ponselnya diatas naskah dan melihat daftar pangilan dengan sedikit mata ngantuk nya


"pangeran ! ?.. (batin dolken) yang tak pikir panjang lagi langsung mengangkatnya dengan wajah penasaranya


" halo.. ada apa kau meneleponku malam-malam begini? " tanya dolken dengan suara paraunya


"apakah kau ada waktu? aku punya masalah yang ingin kukatakan kepadamu sekarang juga!" saut pangeran diluar Sana yang sedikit menekan, yang membuat dolken yang mendengar itu sedikit penasaran kepada sahabat kecilnya


"tunggulah , aku akan segera keluar! "ujar dolken yang tanpa pikir panjang lagi langsung mematikan ponselnya dan bergegas bangun dari ranjangnya dan tak lupa menganti baju tidurnya menuju keluar yang sedikit tergesa-gesa


tak... tak... tak..


"pangeran! tengah malam begini kenapa kau tidak tidur? malah mengajakku jalan-jalan kesini? apa kau tahu gosto saja tidak seenergik dirimu! " ledek pangeran dengan sengajanya merangkul pudak sahabatnya yang lebih pendek dari dirinya

__ADS_1


"dolken kau jangan pengacau, sebenarnya ada hal yang ingin kuberitahukan kepadamu, sebelom ini , aku punya pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu! " ujar pangeran yang sedikit kesalnya langsung melepaskan pegangan tangan dolken dari pundaknya dan menoleh melihat sahabatnya dengan tatapan seriusnya yang membuat dolken pun yang mendengar itu sedikit terkejut


"apakah kau ingin bertanya rahasiaku bertambah tinggi? " tanya dolken yang langsung terdiam sejenak menatap sahabatnya sembari menaikan halisnya


" !!! bukan! Ayo, sebaiknya kita bicara sambil jalan ! "protes pangeran yang sedikit kesalnya langsung berjalan dengan angkuhnya dan tentunya dolkenpun sudah mengikutinya disampingnya


tak... tak... tak..


"sebenarnya ada masalah apa sehingga membuatmu begitu cemas? apa jangan-jangan kau sudah memutuskan untuk bertindak pada kuda liarmu rena? " ledek dolken dengan rasa penasaranya menoleh dan melihat sahabatnya sembari memainkan kedua halisnya dengan tatapan senyum ledeknya


"itu tidak lucu! dolken, sebaiknya kau jangan mengalihkan pembicaraku! aku tanya padamu , apakah kau serious dengan jila? " tanya pangeran dengan suara tegasnya menoleh melihat sahabatnya sembari berjalan ber'iringan dengan santainya


"apakah ini termasuk pertanyaan? " tanya dolken balik yang sedikit herannya

__ADS_1


"jika kau ingin serius dengan jila , lalu bagaimana dengan Maria? " ujar pangeran dengan cetusnya , yang membuat dolken pun yang mendengar itu sedikit terkejut terdiam melihat sahabatnya dengan wajah bengongnya


__ADS_2