sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
kerinduan jila pada ibunya


__ADS_3

malam pun tiba..


jila yang sedang duduk termenung di atas balkon kamar nya seorang diri sembari menikmati cahaya bulan diatas Sana, dengan suasana hati yang dilema saat ini


"emm..gak terasa sebentar lagi tahun baru,dulu saat seperti ini aku tunggu -tunggu saat bersama zidan,dan sekarang takdir sudah berbeda, dia pergi dan memilih kehidupannya bersama uangnya! tapi kenapa aku jadi kangen ibu! apa ibu baik-baik saja di sana..(batin jila) yang masih melihat pemandangan dibawah sana dengan hati hampanya , tak berselang lama ponselnya pun berbunyi didalam saku celananya


kring... kring...( suara henpone)


yang membuat jila pun amat senang melihat nomor dilayar ponselnya itu dengan wajah senangnya


" ah.. ibu.. Hallo ..


"jila, selamat tahun baru apakah kamu sudah terbiasa di Sana?" tanya rose di sebrang sana


"ahh... aku.. aku baik-baik saja ibu tidak perlu menghwatirkanku , justru seharusnya aku khawatir sama ibu, apa nenek tidak melakukan apapun atau menindas pada ibu?" saut jila dengan hati cemasnya


"tidak apa-apa , ibu sekarang baik-baik saja , ohh.. iya jila tahun baru ini, apakah kamu dan dolken akan datang kesini?" tanya rose pada anaknya itu dengan wajah berharapnya , yang membuat jila pun yang mendengar itu pun sedikit ragu harus bilang apa pada ibu nya itu


"jila, halo jila ada apa kamu tidak bicara sama ibu! apa ada masalah? " tanya rose sedikit cemas


"ah.. tidak apa-apa ibu , hanya sinyal nya tidak terlalu bagus disini, aku tidak tau ibu dolken belakangan ini sangat sibuk , mungkin kami tidak ada waktu untuk pul...


" tentu saja akan pulang.. " ucap dolken yang sudah berdiri di belakangnya dengan tiba-tiba yang membuat jilapun merasa terkejut dengan wajah bengongnya


"ahh..

__ADS_1


" kenapa bengong apa kau tak ingin pulang , dan merindukan ibu mu?.. " tanya dolken pada jila dengan wajah datarnya


"aku.. tadi..


"berikan padaku aku ingin bicara pada mertua ku. ." pinta dolken sembari mengadahkan telapak tangannya


" apa kau serious?"tanya jila dengan wajah seriusnya


"iya..


" baiklah,ini.."ujar jila sedikit ragu sembari memberikan ponselnya kepada suaminya itu


" halo ibu ini dolken, aku dan jila beberapa hari lagi akan pulang kalau sudah beres pekerjaanku di kantor, apakah keluarga di kampung ada kekurangan sesuatu ?"tanya dolken dengan suara ramahnya


"ahh.. tidak ada, tidak ada, terakhir kali kau berikan barang dan uang itu sudah cukup dan bahkan belom habis, pulang saja sudah bagus , ibu sangat merindukan jila dan menantu ibu!" saut rose yang sedikit lega dan senang mendengarnya


"baguslah kalau begitu ibu jadi tenang mendengarnya , pasti jila akan merepotkan mu nantinya? "ujar rose dengan rasa senangnya di sebrang sana


" tidak masalah, itu sudah tugas dan kewajibanku ibu!"saut dolken dengan wajah bangganya


"astaga iblis itu sedang bicara bahasa manusia.. " gumam jila yang sedikit lebih pelan sembari memperhatikan dan mendengarkan pembicaran mereka yang tak jauh darinya


"baiklah ,ibu juga jaga diri baik-baik kalau ada apa-apa hubungi aku, kalau begitu aku tutup dulu, dah.. ibu . . " pamit dolken dengan sopanya, dengan cepat mematikan ponselnya sembari menatap istrinya itu


"kamu sedang bergumam apa tadi?.. " tanya dolken yang sudah menaikan hasilnya dengan wajah penasarannya

__ADS_1


"apa.. !!


" astaga aku lupa dia kan bukan manusia (batin jila)dengan rasa gugup dan terkejutnya mendengar ucapan suaminya itu yang sudah menatapnya begitu dalam sembari melangkah menghampiri dirinya


"apakah tidak dingin?.. " tanya dolken dengan suara lembutnya menatap wajah istrinya itu yang sudah berdiri begitu dekat dengannya yang membuat jilapun langsung mengadahkan wajahnya dan menatap mata laki-laki itu


deg... deg... deg..


"hei.. kenapa jadi jantungan begini.. (batin jila)terdiam sejenak


"se......sedikit..


dolken pun yang yang mendengar itu pun terseyum hangat dan tanpa aba-aba atau minta ijin padanya yang membuat jilapun kaget dengan tiba-tiba


" ahh.!!... hei apa yang kau lakukan ?.. " tanya jila pada dolken yang sudah menggendongnya


"kembali ke kamar untuk menghangatkanmu!" saut dolken dengan senyuman liciknya


" apa!!.... tapi gak begini juga, aku bisa jalan sendiri tidak... perlu di gendong seperti ini!!."protes jila dengan wajah malunya


"ya ,kalau begitu !lain kali saja jalan sedirinya ! .." tolak dolken dengan keinginan istrinya itu yang sudah tersenyum menggoda


" dolken....


"diam lah!....apa aku harus menggendongmu setiap saat ?" saran dolken dengan wajah meranyunya yang membuat jila pun semakin gugup (。>﹏<。) tidak karuan

__ADS_1


" tidak.. tidak.. aku tidak mau!


"dalam setahun ini, walaupun tak seindah yang ku bayangkan , tapi sepertinya tidak terlalu buruk juga disaat bersamanya.. (batin jila) yang langsung terdiam dipelukan suaminya itu yang sudah menampakan wajah (⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄) malunya yang sudah bersemi


__ADS_2