
yang membuat Maria pun terkejut disaat dolken beralih perhatiannya yang tertuju melihat kedua wanita itu yang sudah berjalan pergi dengan diamnya
"siapa dia? apakah dia istrimu?dolken kau sudah banyak berubah? " tanya Maria yang sudah menoleh dan menatap dolken dengan wajah terkejutnya
"Maria, aku sudah menikah, kita sudah bukan lagi yang seperti dulu! kejarlah kebahagiaanmu sendiri! aku akan mendoakanmu! "saut dolken dengan tatapan datarnya berjalan melewati mantan kekasihnya itu yang membuat Maria pun langsung membalikan tubuhnya yang ingin mengejar dolken dan meraih tanganya itu dengan rasa bersalahnya
" dolken , maaf.. dulu aku masih sangat muda, dan tidak mengerti kebaikanmu, sebab itu aku... ahhhh!!!...
yang membuat Maria pun tersandung dan terlepas dari pegangan tangan mantan kekasihnya itu , yang membuat dolken pun dengan singgap langsung menahan tubuh kekasihnya itu agar tidak terjatuh kedalam kolam disampingnya
dan di tempat lain..
tak... tak.. tak..
"ahhh! aku lupa membawa tasku lagi hehe... lihat aku! hamil pun sungguh bisa ceroboh ! hahah... "ujar jila yang tersenyum lebar seperti kuda dengan wajah bodohnya sembari menggaruk rambut belakangannya yang tak gatal itu , yang membuat rena pun hanya bisa menggelengkan kepalanya beberapa Kali
"eiihhh.... kau ini! ..
__ADS_1
"ayo! cepat ikut aku mencari asistenku! hehehe... " pinta jila yang sudah membalikan tubuhnya dengan cepat yang tak jauh dari tempat mereka berdiri
tak... tak... tak..
dan alangkah terkejutnya disaat jila melihat suaminya itu yang sedang memeluk wanita itu yang begitu intim yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka , yang membuat hatinya pun hancur berkeping-keping dengan kesalah pahaman yang dibuat oleh suaminya itu, sama halnya dengan rena yang sudah berjalan berdiri dibelakang sahabatnya itu dengan terkejutnya melihat pemandangan di depan matanya itu
"ini.. apa apa ini? apa yang terjadi?..ah..gawat jila!..(batin rena) yang terkejut langsung berjalan dan menghampiri sahabatnya itu dengan cepat yang sudah berdiri dengan diamnya
"jila, apakah kau baik-baik saja? "tanya rena dengan wajah khawatirnya memegang pudak sahabatnya itu, yang membuat jila pun langsung membalikan tubuhnya melihat sahabatnya itu
"aku tidak apa-apa.. "saut jila yang sudah tersenyum kecilnya menatap sahabatnya itu namun dengan tiba-tiba air matanya pun terjatuh begitu saja dari kelompak matanya yang membuat dirinya pun terkejut yang langsung dengan cepat mengusap air matanya dengan tanganya , yang membuat rena pun merasa sedih melihat sahabatnya itu
"tidak apa-apa , masih ada aku , aku akan menemanimu! dan aku pasti akan membantumu mencari tahu masalah ini dengan jelas! "bujuk rena dengan suara lembutnya sembari mengusap rambut sahabatnya itu dari dekapannya, yang membuat jila pun langsung memeluk sahabatnya itu dengan wajah sedihnya yang begitu erat
" rena, terimaskasih.. ihks...
dan dolken pun dengan sadar nya langsung mendorong wanita itu dari dekapannya , yang membuat Maria pun langsung merangkul dan memeluk kekasihnya lagi dari dekapannya yang begitu erat
__ADS_1
"dolken, melihat kita tumbuh besar bersama, bisakah kau jangan mendorongku lagi seperti barusan , hari ini aku bertemu denganmu disini, aku sudah cukup senang , biarkan aku menemanimu sebagai teman, biarkan aku melihatmu bahagia dalam diam , oke? aku tahu permintaan ini sangat berlebihan , tapi bagaimana pun juga, kau adalah satu-satunya pria yang pernah aku cintai didalam hidup ini, aku tidak meminta keabadian, aku hanya berharap kau lancar dan damai! "pinta Maria dengan wajah memohonnya kepada mantan kekasihnya itu yang sudah mengeluarkan butiran air matanya dengan keputusanya, yang membuat dolken pun berdiri terdiam sejenak dengan pikiranya yang mengingat masa lalu bersamanya di waktu masih kecil dulu..
" memang benar , kami sudah saling mengenal sejak kecil.. saat itu Maria tiba-tiba pergi tanpa pamit, dan mendatangkan pukulan yang sangat besar untukku, aku menggila dan mencari Maria diseluruh negara yang aku kunjungi, tapi pada saat itu, aku tidak mengambil alih harta keluarga, kekuatanku terbatas, jadi aku tidak mungkin dapat menemukan Maria, dan karena itu juga, aku dikirim paksa ke erofa oleh nenek, aku di paksa untuk mulai mengambil alih bisnis keluarga dan lambat laut aku menjadi lebih kuat, kesibukan karirku akhirnya membuatku benar-benar melepaskan diri untuk mencari Maria saat itu juga!.. (batin dolken) dengan diamnya langsung melepaskan pelukan dari mantan kekasihnya itu
"kalau begitu biar kita kembali lagi seperti teman biasa! "ujar dolken yang sudah menatap mantan sekaligus temannya itu dengan wajah datarnya
"dolken, terimaskasih , aku janji aku tidak akan mempengaruhi rumah tanggamu! " saut Maria yang sudah tersenyum senangnya mendengar keputusan sahabat sekaligus mantan kekasihnya itu yang sudah mengusap air matanya dengan tanganya
dan di ruang lain yang saat ini rena pun berjalan yang tergesa-gesa menemui bosnya itu
tak... tak... tak...
"rena, kenapa kau kemari? " tanya pangeran yang sudah berdiri terdiam menatap jendela luar Sana
"bos, sebenarnya apa yang terjadi? "saut rena yang masih penasaran dengan suami dari sahabatnya itu, yang membuat pangeranpun sangat bingung dengan apa yang dibicarakan kepadanya yang langsung menoleh melihat anak buahnya itu
" kenapa kau berpura-pura bodon didepanku? tentu saja ini tentang dolken dan wanita itu! jangan bilang, kau juga tidak tahu apa-apa! "tanya rena dengan suara tegasnya kepada bosnya itu , yang membuat pangeranpun langsung tersadar apa yang dimaksudkan anak buahnya itu kepadanya
__ADS_1
"ahh, yang kau maksud masalah Maria Braga dengan dolken ? bukan Apa-apa, mereka hanya sepasang kekasih sebelumnya, dan sekarang mereka baikan , tidak ada yang aneh bukan? "saut pangeran kepada anak buahnya itu dengan ètengnya memberitahukan status mereka dulu, yang membuat rena terkejut bukan main yang sudah menampakan wajah bengongnya yang sedikit tidak percaya nya yang di katakan bosnya itu
"apa kau bilang? ..