
"apa kau begitu tidak menyukaiku ? sepertinya aku terlalu memanjakanmu selama ini ! " tegas pangeran menatap dingin , dan Rena pun yang mendengar suara yang tak asing ditelinganya dirinya pun dengan sontak membalikan tubuhnya dengan kagetnya tidak percaya melihat bos'nya yang sudah berdiri belakangnya
"ahhh!!!kenapa kau berdiri disini?!halo bos , apakah kau sudah makan ?aku punya daging panggang yang tidak terlalu enak ,itu juga jika kau tidak keberatan..bos , katakan sesuatu...diam itu sungguh sangat menakutkan loh.." sapa Rena dengan wajah gugupnya dengan cepat dirinya pun mengelap bibirnya yang penuh bumbu dengan tangannya ,yang sudah beranjak bangun dari duduknya dengan rasa ketakutan disaat dipandangi oleh pangeran dengan tatapan kesal dan dinginnya ,dan jila pun yang melihat itu hanya bisa menghelang nafas beratnya
"~~uhu ~~aku sudah memperingatkannya !..
"kau!..."tatapan pangeran dengan tegasnya ,dan Rena pun yang panik mendengar ucapan bos'nya yang ingin memarahinya ,dengan cepat dirinya pun menoleh melihat sahabatnya
"ah , tiba-tiba aku sakit perut yang tak bisa ditahan , sebaiknya aku pergi ke toilet dulu yah!.." izin Rena pada sahabatnya dengan wajah melasnya yang tanpa basa basi dirinya pun pergi begitu saja meninggalkan jila dan bos'nya dengan cepatnya
__ADS_1
"kabur,kabur sebaiknya aku pergi!!..." gumam Rena yang sudah berlari terbirit-birit mengabaikan mereka berdua dengan rasa bersalahnya ,dan jila pun yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan pasrahnya, berbeda dengan pangeran justru malah melirik jila dengan tatapan bencinya yang sudah berdiri disampingnya
"nona jila memang hebat ,tidak hanya memisahkan Dolken dan Maria , tapi juga membuat Dolken semakin setia padamu !" cetus pangeran dengan diamnya dan jila pun yang tiba-tiba mendengar itu amatlah kesal
"baru saja datang kau begitu berisik !dasar pendek ,kau membunuhku tanpa menggunakan pedang !..(batin jila) yang tak mau kalah menoleh melihat pangeran dengan caranya
"ehh?kau..
" bukankah sikap direktur terhadap Rena sepertinya juga tidak begitu baik iya 'kan?karena kau sudah mempunyai kekasih masa kecilmu ,kenapa masih mencari Rena ? Justru aku malah merasa ada seseorang anak muda didesa ini yang lumayan cocok dengan Rena Dari pada bos'nya sendiri!" sindir jila yang tak mau kalah memancing emosi pangeran dengan ucapannya yang lumayan membuat pangeran sedikit terkejut mendengar nya dan berjalan pergi meninggalkan pangeran seorang diri dengan tatapan kesalnya
__ADS_1
"cih ! ternyata dia bisa membalik menyerang dengan sikapnya yang membuat ku sedikit tidak bisa beraksi ..dia benar-benar hebat!awas saja kau ..(batin pangeran) terdiam menahan rasa geregetan dibalik tangannya yang sudah menggenggam begitu eratnya
Beberapa menit kemudian..
Acara api unggun pun di mulai para tamu dan 6 kepala keluarga pun sudah berdatangan dan duduk dikursinya masing-masing sembari menyaksikan pertunjukan beberapa pria dan wanita muda yang sedang menari daerah khas desa bunga didepan api unggun termasuk Rena yang sudah beraksi memakai baju yang sedikit terbuka dengan antusias nya yang ingin ikut menari bersama yang lainnya namun angan-angan didalam dirinya pun terkubur sudah dengan hati dilemanya melihat pangeran yang sudah memandangi dirinya dari tadi
"huhuhuhuhu~~sedih sekali, rasanya menggoda pria tampan malam ini akan gagal,aku bahkan secara khusus menyiapkan pakaian yang begitu bagus dan seksi ,tapi sepertinya tidak akan ada harapan lagi apalagi melihat bos'menyebalkan itu dari tadi menatap ku seperti itu!..(batin Rena ) yang mulai murung tak bergairah namun jila yang sudah tahu hal itu hanya bisa memperhatikan dengan rasa sedikit rasa iba melihat Sahabatnya yang selalu ceria
"Rena ....
__ADS_1