
tak berselang lama..
mereka pun sudah sampai di villa yang akan diadakan pernikahan sahabat suaminya itu beberapa hari lagi , yang begitu besar dan sejuk dengan pemandangan pegunungan dan danau yang begitu besar , yang membuat jila pun langsung berhenti berjalan sembari melihat pemandangan sepanjang mata disekitarnya
"wahh! villa ini sungguh berlebihan sekali ! " ujar jila dengan suara pelannya mengangumi pemandangan yang asri dan sejuk yang luar biasa indahnya ciptaan tuhan yang tiada Tara yang sudah berdiri dengan wajah senangnya , yang membuat rena pun dengan tiba-tiba berjalan cepat menghampiri sahabatnya itu dari arah belakangnya
"jila , akhirnya kau datang juga! bosku tepat sekali, kau benar-benar datang! " ujar rena dengan suara khasnya tersenyum senang melihat sahabatnya itu , yang membuat jila pun langsung menoleh dan melihat sahabatnya itu sembari melangkah dan berpelukan dengan eratnya yang melepaskan kerinduanya
"kau juga datang! syukurlah aku punya teman untuk saat ini!.. " saut jila dengan wajah senangnya sembari mengelus punggung sahabatnya itu beberapa kali
"sudah cukup! berpelukanya, aneh sekali! apakah aku tidak boleh datang? apakah dolken tidak memberitahumu kalau bosku dan gosto adalah teman baik? apakah kau anggota lingkaran kami? semua orang mengetahui masalah ini, tapi kau malah tidak tahu? " protes rena yang sudah melepaskan pelukannya dengan tegasnya menatap sahabatnya itu sembari menggerakan jarinya kearah sahabatnya itu beberapa kali , yang membuat jila pun hanya bisa tersenyum melihat sahabatnya yang mulai cerewet
"aih.. aku benar-benar tidak tahu? hehehe.." saut jila yang sudah tersenyum sembari menggaruk ujung hidungnya beberapa kali
"sudahlah, sudahlah, istri kaya seperti mu yang tidak meninggalkan rumah tidak memahami penderitaan seperti kami ! " sindir rena dengan suara khasnya yang membuat jila pun terdiam dengan wajah suramnya yang sudah menusuk kepalanya
"istri kaya... orang miskin ..dikira dari lahir aku anak emas, aku sama seperti kalian menderita !.. (batin jila) dengan wajah diamnya menatap sahabatnya itu yang sudah menampakan wajah kesalnya pada bosnya itu
"awalnya aku ingin menumpang pesawat dengan kalian , tapi siapa sangka bosku tidak setuju dan bersikeras untuk pengemudi sampai kesini!! apakah kau tahu betapa inginya duduk di pesawat pribadi bersamamu! "ujar rena dengan suara kerasnya berlahan menjadi meloy menatap sahabatnya itu yang sudah menampakan wajah melasnya , yang membuat jila tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu yang begitu banyak drama
"pptttttfffff.... hahah.. aku jadi benar-benar penasaran orang macam apa bosmu itu rena? "tanya jila yang menahan rasa tawanya didepan sahabatnya itu dengan tangannya, yang membuat rena pun terdiam dengan wajah juteknya
__ADS_1
"lihatlah, itu bosku ! " saut rena dengan wajah kesalnya menujuk bosnya dengan jarinya, yang membuat jila pun langsung menoleh melihat arah tangan sahabatnya itu dengan tatapan terkejutnya, yang sudah berdiri bersama dolken dan gosto yang sedang canda gurainya yang tidak jauh darinya
"apa! dia?! "tanya jila dengan suara pelannya menatap sahabatnya itu untuk memastikanya
" hMM...
yang membuat jila pun terdiam sejenak memperhatikan bos sahabatnya itu yang diam-diam sudah tersenyum padanya
"jila, apa kau juga mengagap bosku tidak manusiawi , kan? bagaimana pun aku dalah wakil CEO Odyssey, kenapa aku harus berpura-pura menjadi pacaranya setiap kali terjadi sesuatu? aku sebagai wakil CEO juga bisa membawa pendamping pria! "ujar rena yang masih protes dengan dirinya kepada bosnya itu yang sudah mengeluarkan unek-uneknya kepada sahabatnya itu , yang membuat jila pun semakin tertawa tak tertahankan mendengarnya
" hahaha...bosmu ternyata begitu kurus dan lemah, ini adalah hal yang membuat ku terkejut ! "saut jila dengan bicara ceplosnya yang membuat rena pun langsung melotot dengan wajah kesalnya
"hahah.. jika kalian berkelahi, bukankah dia tidak bisa melawanmu? " saut jila yang sudah tersenyum geli membanyangkan mereka berdua yang salah satunya cewek tinggi kuat dan yang laki-laki kurus dan pendek , yang membuat rena pun langsung menatap sahabatnya itu dengan tatapan tajamnya
"hei! beberapa hari tidak bertemu , kau semakin pandai menyakiti orang ternyata! "sindir rena yang sudah menampakan wajah suramnya yang membuat jila pun langsung terdiam dengan senyum kikuknya
" maaf,maaf ,ohh, Iya.. siapa nama bosmu? setiap hari aku mendengarmu memangil bos saja, tapi aku bahkan tidak tahu siapa namanya? "saut jila yang sudah mengalihkan pembicaraan dengan wajah bersalahnya pada sahabatnya itu, yang membuat rena pun dengan juteknya melipat kedua tangannya didadanya sembari memberitahukan nama bosnya itu
"pangeran samudra ! seumuran dengan dolken 28 tahun, hanya saja postur tubuhnya yang kurang! "saut rena sembari melihat mereka bertiga yang sudah berdiri tidak jauh dari dirinya dan jila
"haha.. dasar Bocah, kau tetap saja masih seperti orang lemah, kapan kau taklukan kuda liar itu! " ledek dolken yang sudah merangkul bahu sahabatnya itu keraha dadanya sembari mengacak-acak rambutnya yang amat geregetan itu beberapa kali , yang membuat pangeran pun sangat kesal pada sahabatnya itu yang lebih tinggi darinya
__ADS_1
"jangan sembarangan ngomong , dia hanya wakil CEO ku! " protes pangeran pada sahabatnya itu yang selalu meledeknya disaat bertemu ngumpul seperti ini
"uuuhhh.. sangat jarang memiliki seorang CEO yang selalu membawa wakilnya kemanapun? " sindir gosto pada sahabatnya kecilnya itu yang sudah tersenyum senang
"membosankan, lebih baik bicarakan tentangmu dolken, bagaimana rencamamu ? " tanya pangeran pada sahabatnya itu yang sudah menatapnya dengan seriusnya
"apanya bagaimana? " saut dolken yang sudah mengkerutkan matanya pada sahabatnya itu
"kita disini hari ini untuk membantu pernikahan gosto, hadiahku juga sudah diberi , aku tidak perduli dengan yang lainya? "ujar dolken yang sudah berdiri dengan gaya angkuhnya
" omong kosong! apakah gosto sudah mengatakannya padamu? "protes pangeran dengan suara tegasnya menatap sahabatnya itu, yang membuat dolken pun terdiam sejenak dengan wajah datarnya
"apakah kalian juga merasa aku harus bertemu dengannya? "tanya dolken kepada kedua sahabatnya itu yang sudah berdiri menatap dirinya
"bagaimana pun kita tumbuh bersama! "ujar pangeran dengan suara tegasnya menatap sahabatnya itu yang membuat gosto pun langsung mengangkat tangannya
"aku tidak tumbuh bersama kalian bertiga, sebab itu aku tidak bicara! "saut gosto dengan protesnya pada kedua sahabatnya itu yang sudah tersenyum kikuk berdiri di samping sahabatnya kecilnya itu , namun dengan tiba-tiba seseorang pun datang dengan wajah senangnya yang sudah berjalan menghampiri mereka dengan cepat..
tak... tak... tak..
"kalian semua sudah datang.. pangeran! dolken... kau juga datang . . ah..
__ADS_1