sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
siasat Maria pada Rena


__ADS_3

Namun dipojokan sana seseorang pun tersenyum puas memperhatikan mereka berdua yang sedang adu mulut dari tadi , yang tak lain adalah Maria Braga dengan cepat dirinya pun melangkah menghampiri pangeran


"tunggu, pangeran..kenapa kau masih mengejar wanita yang tak tahu diri seperti itu ?kau begitu baik ,latar belakang mu juga sangat baik ,atas dasar apa dia berani menentangmu ?" ujar Maria dengan reflek memegang bahu pangeran yang mulai menghasut dengan liciknya , dan mencegah pangeran yang ingin mengejar Rena seorang diri dengan kebodohannya


"sudahlah ,Maria ,jangan bicara seperti itu ,aku tahu Rena , dia tidak akan serahkan karena uang ,kita akan bicarakan masalahmu nanti ,aku akan pergi mengejar bagaimana pun aku juga harus menjelaskan nya terlebih dahulu !" protes pangeran dengan hati rasa sakit dan pilu ditolak cintanya oleh Rena membuat dirinya pun menepis tangan Maria dari bahunya dan bergegas berjalan pergi menyusul wanita pujaanya dan menganbaikan Maria seorang diri dengan rasa kecewa diraut wajahnya


Tak..tak..tak..


"pangeran, tunggu!...

__ADS_1


"cih !..dan kau juga malah meninggalkan aku, bukankah dulu kau dan Dolken bilang akan baik terhadapku meskipun apapun yang terjadi seumur hidup?Rena ,awas kau , awalnya aku berencana ingin melepaskanmu !tapi , sekarang jangan salah kan aku bila aku tak sungkan lagi terhadapmu ,siapa suruh kau berpihak pada jila putri wanita berengsek itu , bahkan kau ingin merebut pangeran dari tanganku !tidak perduli Dolken atau pangeran, yang jelas mereka berdua harus mencintaiku untukku seorang!..(batin Maria ) dengan amat geregetan yang tak terima memulai berpikir licik dengan niat jahatnya menargetkan Rena jadi sasaran selanjutnya , yang ingin memisahkan dan menghacurkan hubungan mereka berdua


Pagi pun tiba ...


Suasana dirumah kediaman Baskoro pun amat sangat sibuk dan ramai diruang meja makan yang sedang menjamu para tamu istimewanya ,dan tak lupa beberapa menu khas desa bunga pun disedikan diatas meja membuat Dolken,jila ,Rena , Renata dan Rangga pun amatlah senang


"para tamu terhormat, silahkan sarapan sudah disajikan untuk kalian semua, semoga pas dan cocok dengan selera kalian yang sederhana ini.." sapa Baskoro tersenyum ramah sembari menaruh berbagai buah-buahan yang sudah dipotong diatas meja


"tidak perlu sungkan ini sudah kewajiban kami , silahkan,sebaiknya kita makan , ayo-ayo tak perlu sungkan makanlah yang banyak hahah.." ujar Baskoro mempersilahkan para tamu nya untuk segera memakan sarapannya yang sudah disediakan diatas meja ,dan mereka pun yang tanpa sungkan lagi mengambil dan melahap makanannya dengan amat senangnya ,namun dengan tiba-tiba pangeran dan Maria pun datang menuju meja makan , membuat jila pun sedikit terkejut melihat kedatangan Maria

__ADS_1


Tak..tak..tak..


"maria juga datang kemari?..(batin jila) sedikit terkejut terdiam memperhatikan maria yang sudah berjalan menghampiri Rena dengan cepatnya yang ingin duduk disampingnya


"Rena .."sapa pangeran dengan wajah rasa bersalahnya yang masih tak terima dengan penolakan cintanya tadi malam ,namun Rena hanya diam saja dengan juteknya menikmati makanannya kedalam mulutnya secara perlahan , pangeran pun yang ingin duduk disamping sekretarisnya ,dengan cepat Maria pun duduk dikursi lebih dulu yang seharusnya pangeran duduk dengan wajah tak bersalahnya


"semuanya sudah ada disini hahah.. ternyata ramai sekali.." sapa Maria yang mulai basa basinya didepan mereka semua,namun dengan sadar Maria pun menoleh melihat pangeran yang masih berdiri disampingnya


"aduh ,maaf , apakah aku duduk ditempat yang salah ?" tanya Maria dengan aktingnya didepan pangeran, dan pangeran pun yang melihat dan mendengar itu tak dipermasalahkan dengan apa yang dilakukan Maria padanya

__ADS_1


"tidak masalah,kau duduk saja ,aku bisa duduk disebelahnya !kau tidak perlu bersalah begitu.."saut pangeran tersenyum ramah mengelus kepala Maria dengan lembutnya membuat Maria pun tersenyum puas mengendalikan pangeran dengan sikap melasnya , dan Rena pun yang melihat dan mendengar itupun amatlah jijik


__ADS_2