sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
menyenangkan ibu tercinta


__ADS_3

1 jam kemudian..


yang saat ini jila pun sedang antusiasnya memilih Satu persatu baju khusus buat ibunya Itu yang beberapa kali gunta GAnti pakainya yang cocok dan pas di tubuh ibunya Itu


klikk... (suara pintu)


"gimana? apa ini udah pas dengan ibu pakai? " tanya rose pada anaknya Itu yang sendikit kurang PDnya yang tak biasa Itu


"wah!! ibu cantik sekali! aku juga melihatnya jadi pangling berbeda dari sebelumnya.. " saut jila dengan wajah terkejutnya menatap ibunya Itu yang seperti nyonya bagsawan yang serasi dengan riasan dan rambutnya Itu yang abis ditata


"benarkah? apa tidak terlihat sangat aneh? sepertinya ibu sedikit kurang nyaman kalau berpakainya seperti ini bila di kampung..? " ujar rose dengan kurang percaya dirinya yang tak biasa Itu sembari melihat arah cermin yang Ada didepannya Itu


"tenang saja, baju ini dipakai disaat ibu mau pergi saja ataupun keacara pesta tetangga! lihatlah ibu berbeda sekali, bukan? " saut jila yang sudah tersenyum senang sembari berdiri memegang kedua bahu ibunya Itu menatap cermin di hadapanya , namun dengan tiba-tiba wawan pun berjalan menghampiri majikannya

__ADS_1


"nyonya muda, Ada telepon untukmu?" ujar wawan dengan cepat menyodorkan ponselnya kearah majikannya Itu


"siapa? " tanya jila yang masih terdiam dengan wajah penasarannya sembari menerima ponselnya dari tangan asistenya Itu


"tuan muda!.. " saut wawan singkat


"hMm... mau apa dia meneleponku? .. halo... hMm.. Ada apa menghubungiku? " tanya jila disebrang sana dengan wajah sedikit penasarannya


"aku hanya kebetulan sudah selesai dengan pekerjaanku, apakah perlu aku menjemput kalian berdua? " saut dolken disebrang sana dengan wajah berharapnya


"eMm... pekerjaanku untuk sementara di perpanjang, jila, besok temani aku pergi ke sesuatu tempatnya? " pinta dolken dengan suara seriusnya, yang membuat jila pun semakin penasaran dan bingung dengan ajakan suaminya Itu kepadanya


"hMm..?tempat apa? "tanya jila disebrang sana

__ADS_1


"di kota p, pernikahan seorang teman, dan permintaanya adalah membawa anggota keluarga, ketika kau tahu sedang hamil, mereka terlebih lagi ingin mengundangmu datang, katanya untuk mendampatkan keberuntunganmu!.. " saut dolken dengan suara santainya sembari melihat selembar kertas undangan yang berwarna merah muda di tangannya


"tapi ibuku masih... "ujar jila dengan wajah bingungnya yang masih berdiri menatap ibunya yang sudah Ada di hadapanya yang membuat rose pun yang sudah paham langsung menjawab ke bingbangan anaknya Itu


"aku sudah keluar dua hari ini dan bersenang-senang, seharusnya ibu sudah waktunya pulang kepada nenekmu, jika kau punya urusan, maka pergilah bersama suamimu , ibu bisa jaga diriku sendiri.. " pinta rose pada anaknya Itu dengan suara lembutnya yang membuat dolken pun yang mendengar Itu sangat senang dan bahagia disebrang sana, yang membuat jila pun dengan wajah pasrahnya mengiyakan ajakan suaminya Itu


"baiklah kalau begitu, malam ini aku pulang agak telat , aku Akan membelikan banyak barang buat ibu Dan orang di rumah . . " ujar jila dengan di sebrang sana


"baik, kalau begitu hubungi aku , kalau sudah selesai, aku Akan menjemput kalian, oh... Iyá apakah cukup? aku Akan memberikanmu uang 200 juta lagi. .


tut... tut... tut..


yang membuat dolken terdiam dengan wajah kesalnya mendengar suara ponselnya yang sudah terputus begitu saja

__ADS_1


"ternyata dia berani juga menutup telephoneku di saat bicara belom selesai. . (batin dolken) sembari menghelang nafas beratnya


" uhu~~tapi... bocah tua ini akhirnya dia menikah juga! jika ditunda lagi, aku benar-benar tidak tahu apakah ada wanita baik yang mau menikah dengannya! "guman dolken dengan tatapan senangnya sembari memandangi kartu undangannya yang sudah ada di tangannya


__ADS_2