
pagi pun tiba...
pukul 7:03 pagi, dolken pun yang sudah membuka matanya langsung menoleh melihat istrinya yang masih terlelap tidur disampingnya dan dirinya pun dengan cepat memposisikan tidur miring kearahnya yang sudah memangku tangan kanannya dibawah kepalanya dan tak lupa kedua pasang mata pun menatap jila dengan lekatnya yang tersenyum kecil dibibirnya, namun dalam bersamaan dirinya pun membelai pipi istrinya yang mungil dengan lembutnya yang berulang kali dengan tangan kirinya,namun dengan sontak dolken pun dengan perlahan mendekatkan bibirnya kearah kening istrinya yang amat dicintainya
"muach..pagi! " sapa dolken dengan suara paraunya tersenyum manis menatap istrinya yang perlahan membuka matanya
"emm... pagi.. " saut jila tersenyum kecil dengan wajah sedikit ngantuknya yang masih malas beranjak bangun dari tidurnya
"sudah bangun kan? apa kau lupa hari ini kita akan pergi ke kantor untuk rapat! ini adalah rapat keseluruhan pertama dikota P, jadi kau jangan terlambat!oke.." ujar dolken dengan suara khasnya tersenyum kecil mengingatkan istrinya sembari beranjak bangun dari tidurnya yang membuat jila yang mendengar itu sangat terkejut yang langsung membuka mata bulatnya yang mengingat perjanjian tadi malam
__ADS_1
"ya ampun , tadi malam aku hampir lupa aku udah janji padamu! sebaiknya aku cepat bergegas.." saut jila yang tanpa aba-aba langsung beranjak bangun dari tidurnya namun dengan tiba-tiba dirinya pun kesakitan dibagian pinggangnya
"ahh!...
"pinggangku kenapa begitu berat? ahh.. aku ingin sekali menarik kembali perkataanku semalam... dan dia malah masih bisa tertawa bebas, bukankah ini juga karena dia ! ! membuatku seperti ini!! . . (batin jila)yang sedikit kesalnya terdiam sejenak merasakan sedikit rasa sakit dibagian pinggangnya sembari menoleh melirik suaminya yang sudah berdiri dan berjalan menuju kamar mandi dengan tatapan tak bersalah
beberapa menit kemudian..
mereka berdua yang sudah rapih dengan baju kebangaanya berjalan turun dengan hati-hati menuruni anak tangga menuju ruang makan yang begitu lekat dan romantic yang membuat Maria dan rena pun yang melihat itu begitu silau dari pandanganya , jila dan dolken pun dengan wajah senang dan berseri-seri berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan sembari bergandengan tangan yang begitu eratnya, yang membuat Maria pun semakin marah dengan wajah kesalnya melihat mereka berdua yang begitu mesra dihadapanya dan rena pun dengan rasa penasaranya dengan cepat duduk disamping sahabatnya
__ADS_1
"kemarin malam sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?aura kalian begitu menyilaukan sepasang mataku! " bisik rena dengan suara pelannya menyodorkan bibirnya kearah telinga sahabatnya, yang membuat jila pun terdiam dan menoleh melihat rena dengan tatapan merah merona dipipinya yang sedikit malunya
" kemaren kami berkencan seperti orang biasa, jalan -jalan, belanja, makan dan nonton film bioskop , tapi disaat bioskop bubar.. dia...
"apa yang terjadi pada kalian disaat bioskop bubar? cepat katakan padaku jangan membuatku mati penasaran karena ulah kalian! " tanya rena sekali lagi dengan suara sedikit kerasnya memotong kalimat sahabatnya dengan rasa penasaran yang begitu besar , yang membuat jila pun langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya sangking malunya yang mengingat kejadian tadi malam bersama suaminya
"apa kau tahu, ternyata dia menyatakan perasaannya kepadaku ..aku juga begitu kaget dan jantungku hampir copot dibuatnya, malam tadi aku seperti mimpi rena!.. hahaha... " saut jila yang amat senang dan malunya menceritakan kepada sahabatnya yang membuat rena pun langsung terdiam kaku dengan wajah terkejut tidak percaya mendengar cerita dari sahabatnya barusan , dan jila pun yang tersadar langsung menoleh melihat sahabatnya sembari memegang dan mencolek pipi rena berulang kali
"rena, apa kau baik-baik saja? cepat katakan sesuatu kenapa kau diam begitu? " tanya jila dengan wajah heranya menatap sahabatnya sembari mencoba menyadarkan rena BERULANG kali
__ADS_1