
"saat melihat Orang sedang bermain dan tidak mengganggu adalah seorang pria yang sejati ! " sindir Renata melirik rena dengan tak sukanya
"aku adalah wanita dan bukan pria sejati, aku akan taruh disini! " Cetus rena yang masih kukuh tak mau kalah menatap sinis , sama hal Nya dengan Renata dirinya pun tak terima menatap rena mematikan , dan jila pun yang sudah tahu hal itu dengan cepat meredakan amarah mereka berdua satu sama yang lainnya
"sudah-sudah hei !..ini cuman permainan biasa tidak usah setegang begitu !.." saran jila yang tak enak hati melihat mereka berdua saling bergantian
"~~uhu~~?! kenapa rasanya mereka bertengkar karena cemburu ... apakah itu juga karena aku ? kalau begini terus pastinya aku akan sulit... (batin jila) yang sedikit mengalah menghindar diantara mereka lebih dulu , rena dan Renata pun yang masih memanas mereka pun memulai permainan dengan seriusnya yang penuh berapi-api
"sekarang giliranku yang mulai! "ujar rena dengan rasa yakinnya menggeser dadu dibagian tengah
"kau yakin sekali? apa kau benar-benar tidak akan menyesal? " sindir Renata yang mulai giliran
"aku, tentu saja yakin! " saut rena dengan PDnya
__ADS_1
"baiklah, kau jangan menyesal! " ujar Renata yang tak mau kalah menggeser dadu dibagian Sayap, membuat rena pun amat senangnya melihat dirinya yang banyak peluang
"(≡^∇^≡)hahaha... kau masih belom menaruhnya sebelah sini! wah! ternyata aku bisa jalan yang ini! hahaha...
" (•ˋ _ ˊ•)ehH!.. eHH!.. tunggu kau curang! " protes Renata yang kebablasan , dan jila pun yang melihat itu amatlah senang
"kalian asik sekali, baiklah aku tak akan mengganggu kalian berdua semoga beruntung! " ujar jila tersenyum ramah membalikan tubuhnya dan berjalan menuju dapur kecil
"baik, jila , kau lihatlah nanti bagaimana bisa aku membereskan sisiluman rubah betina ini! "sindir Renata melirik rena dengan juteknya dan rena pun tak mau kalah dengan sikap Renata padanya dengan sombongnya
dan didalam dapur jila pun yang sedikit Haus membuka kulkasnya dan mengambil air didalam botol yang ingin dituangkan kedalam gelasnya
"uhu perjalanan yang sangat menyenangkan ! .. (batin jila) dengan rasa senangnya ingin meminum minumannya namun dengan tiba-tiba rangga yang tepat waktu merampas dan merebut gelas dari tangan jila begitu saja membuat pun jila pun sedikit terkejut dengan wajah bengongnya
__ADS_1
"ehk?!..
"cuaca sudah dingin, masih saja minum air dingin? berikan dia segelas teh hangat! " ujar dolken dengan tegasnya menoleh melihat asistennya
"baik Tuan! ..
" tunggu! aku tidak apa-apa tubuhku tidak begitu lemah ! " protes jila yang masih kukuh
"kau sedang mengandung ahli waris generasi ke-4 group keluarga batara , seharusnya kau lemah sedikit! " saut rangga yang tak mau kalah dengan tegasnya , dan jila pun yang mendengar ITU sedikit terdiam sejenak menatap rangga dengan seriusnya
"tidak tahu apakah karena pandangan rangga yang terlalu fokus dan Berapi-api, aku merasa rangga begitu perhatian sekali terhadapku... sepertinya sedikit.. dia terlalu ramah membuat aku juga Salah mengerti dengan sikapnya itu!..(batin jila) termenung sejenak,
" kenapa malah bengong begitu? " tanya rangga heran
__ADS_1
"ehk!! tidak apa-apa , aku hanya sedang berpikir , oia, ceo rangga apakah kau ada jadwal yang detail untuk perjalanan ini? disana ada 6 suku besar, dengan Bahasa yang berbeda-beda , lalu bagaimana kita seharusnya berkomunikasi , apa ada saran? " saut jila yang cepat mengalihkan topik pembicaraan dan rangga pun yang mendengar ITU langsung menatap jila dengan seriusnya