sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
persahabatan bagaikan kepongpong


__ADS_3

"hahh?kue ini ternyata buatan keluaraga mahesa? tapi, kenapa tiba-tiba kau ingin berkunjung kerumah keluarga mahesa? " tanya rena yang sudah menampakan wajah bingung dan herannya menatap sahabatnya itu, dan jila pun yang mendengar itu langsung memberitahukan alasannya kepada sahabatnya itu dengan detailnya


beberapa menit kemudian..


"oohh... begitu , aku mengerti sekarang, ternyata mereka ingin meminta maaf kepadamu , dan jika kau tidak pergi, kau akan terlihat terlalu sombong dimata mereka! "ujar rena dengan suara khasnya mendengarnya dengan seksama keluhan dan penjelasan dari sahabatnya itu kepadanya , yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya beberapa kali


" iya, kau benar , tapi, aku tak enak hati jika aku pergi sendirian! aku butuh teman disampingku! "saut jila yang sudah menampakan wajah melas dan memohonnya kepada sahabatnya itu, dan rena pun yang melihat ekpresi wajah sahabatnya itu tersenyum lucu


" hahah... iya baiklah, aku akan menemanimu pergi! dan aku juga tidak ingin tinggal dan melihat dolken bermesraan dengan wanita ular itu, aku juga benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi dengan bosku dan dolken , otak mereka benar-benar sudah ditendang oleh seekor babi! lagian apa bagusnya si Maria itu cih.. dia sangat menyebalkan! "diumel rena dengan suara sadisnya memaki mereka dengan juteknya

__ADS_1


"hahaha.. rena, ternyata kau benar-benar kejam juga jika sedang memaki orang ! " saut jila yang sudah tersenyum lebarnya mendengar perkataan sahabatnya itu


"kalau begitu kita sepakat didepan makanan , ahh, tidak! maksudku Persahabatan kita, yang lainnya hanyalah awan yang mengambang saja! tenang saja Aku akan menanimu kapanpun kau Mau pergi kerumah keluarga mahesa! " ujar rena dengan semangatnya berjalan cepat dengan antusiasnya sembari mengandeng sahabatnya


"yah, Aku sudah dengar berulang kali, ternyata kau suka makan kue itu hahaha... "canda jila yang tersenyum lebarnya berjalan mengikuti langkah sahabatnya


"jangan perhatikan terlalu detail, ayo sebaiknya kita balik kekamar kita! " pinta rena dengan suara khasnya menatap sahabatnya itu


"untuk merendam lah apa lagi! Aku tidak ingin tinggal diluar sedikit pun dengan cuaca panas seperti ini! nanti kulitku yang ku jaga setiap harinya akan rusak dan kusam, ohh iya, apa kau ingin merendam bersama lagi? "saut rena dengan wajah senangnya mengajak sahabatnya ,yang membuat jila pun yang mendengar itu langsung menggelekan kepalanya

__ADS_1


" Aku tidak Mau, biar Aku mandi sendiri saja! "tolak jila kepada sahabatnya itu yang terlihat lebih seksi dibandingkan dirinya


" kenapa? ayolah , ayolah! kita bisa sama -sama main busa didalam betap, lagian percuma kamar mandi sebesar itu kalau tidak digunakan untuk memanjakan tubuh kita sendiri! ayolah! Mau yah.. "bujuk rena dengan wajah melasnya berulang kali menatap sahabatnya itu dengan memohonnya , yang membuat jila pun luluh tak berdaya dan mengiyakan ajakan sahabatnya itu


" iya, baiklah! " saut jila singkat dengan wajah pasrahnya, yang membuat rena pun yang mendengar itu langsung loncat kegirangan dengan senangnya


beberapa jam kemudian...


malam pun tiba, jila dan rena pun yang sudah menggunakan baju tidurnya dengan tubuh rileksnya berjalan menuju ranjangnya dan jila pun bergegas berjalan menutup jendela kamarnya yang masih terbuka

__ADS_1


"rena! sudah cukup kau jangan banyak bicara lagi ini sudah malam sebaiknya kita cepat tidur! " ujar jila dengan suara khasnya sembari menutup gordengnya yang tidak sadar ada seseorang diluar Sana yang sedang memperhatikannya dirinya dengan tatapan diamnya


"jila! aku rindu padamu.. (batin dolken) dengan rasa hampanya menatap jendela kamar istrinya yang sudah tertutup rapat


__ADS_2