sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
permohonan Maria


__ADS_3

"rena, kau pergilah dulu dengan yang lain , sebentar lagi aku akan pergi mencari kalian ! " pinta jila sekali lagi dengan suara khasnya


"baik, aku akan menunggumu didepan, jika kau ada perlu kau bisa memanggilku! " saut rena dengan juteknya yang tak pikir panjang lagi langsung melangkah pergi meninggalkan mereka berdua


brakk... (suara pintu)


"sudah, sekarang hanya kita berdua diruangan ini, kau bisa bicara ! " ujar jila dengan wajah juteknya duduk lagi dikursi yang sudah ada dibelakangnya , dan Maria pun yang sudah melihat rena pergi dari pandangannya dengan cepat membalikan tubuhnya kearah jila dengan wajah melasnya


"aku tahu akan keterlaluan bila aku bicara seperti ini, tapi aku benar-benar tidak bisa menahannya ! jila, maaf.. " saut Maria dengan suara pelannya menatap jila yang masih terdiam dengan tatapan datarnya


"jika ada yang ingin kau katakan sebaiknya langsung saja, mereka diluar masih menungguku ! " cetus jila dengan tatapan dinginya yang membuat Maria pun langsung bersujud dikaki jila dengan wajah memohonya

__ADS_1


bukk...


"jila, ku mohon berikanlah dolken padaku. . ihkss... ihks... aku benar-benar mencintai dia! aku tidak bisa hidup tanpa dia., ihkss.. ihkss... tolong kumohon berikan dolken padaku.. ihkss... " pinta Maria yang memohon dan menangis bersedu-sedu tidak karuan dibawah kaki jila , yang membuat jila pun sedikit terkejut dengan sikap Maria yang tiba-tiba


"maaf, aku tidak bisa memenuhi permohonanmu itu , ingin aku meninggalkan dolken, maaf aku tidak bisa, kecuali dia yang mengatakannya sendiri padaku baru aku bisa meninggalkan dia! " saut jila dengan suara tegasnya menatap Maria dengan dinginya yang membuat Maria pun langsung terdiam dengan wajah sedikit terkejutnya


" apakah kau ingin memaksaku mati? jika aku mati , apakah kau merasa hubunganmu dengan dolken akan tetap lancar? "ujar Maria yang sedikit menekan


"hmphh.. jila , kau tidak terjebak 'kan? kau yang memaksaku begini!.. ( batin Maria) dengan tatapan kesalnya langsung merongoh ponsel didalam sakunya dan menelepon seseorang disebrang Sana , yang sudah beranjak bangun dan berdiri ditepi kaca dengan tatapan liciknya


"halo, bibi ini Maria hari ini aku sangat sedih sekali.. padahal Maria tidak melakukan kesalahan apapun , tapi dolken tidak memperdulikan maria sama sekali.. huhuhuhu... bibi setidaknya beri keadilan untuku . . ihks... " ujar Maria yang berpura-pura menangis bersedu-sedu mengadu dengan liciknya disebrang Sana kepada ibu kandung dolken yang selama ini tidak pernah untuknya dan selalu sibuk dinegara lain

__ADS_1


tak berselang lama..


Maria yang sudah berjalan keluar dengan cepatnya menghampiri mereka yang sudah menunggunya dari tadi


"maaf, ku pikir kalian sudah pergi duluan. . "ujar jila yang sedikit merasa bersalah


"tidak apa-apa , kebetulan aku bisa menjemur matahari , aku sudah hampir tumbuh karena setiap hari dirumah terus ! " saut renata yang tersenyum kecil sembari menutupi wajahnya karena sinar matahari


"benar, kita juga tidak terlalu terburu-buru jadi santai saja! "ujar rangga yang sudah berdiri disamping adiknya yang tersenyum ramahnya, yang membuat jila pun tersenyum malunya


" ayo, sebaiknya kita pergi "pinta dolken dengan suara khasnya tersenyum hangat menatap jila yang tiba-tiba datang menghampirinya dan meraih tangan istrinya dari genggamanya menuju mobilnya yang begitu mesra

__ADS_1


__ADS_2