
pagi pun tiba..
cuaca pun sangat cerah yang saat ini jila sedang berdiri menikmati udara paginya diatas balkon yang sedang menghirup udara segar dan sejuk dengan hidungnya beberapa kali sembari memejamkan matanya namun dengan sepintas jila pun mengingat gambar dirinya dan suaminya tadi malam yang begitu menikmatinya
"ahh!! apa yang aku pikirkan pagi-pagi seperti ini?!.. " gerutu jila yang sudah menutup wajahnya yang sudah semu merah dengan wajah (⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄) malunya namun dengan tiba -tiba asistennya pun datang
tak.. tak... tak...
"nyonya muda, tuan memberi perintah, nyonya muda dapat pergi jalan-jalan, apakah nyonya muda ingin pergi jalan-jalan.. " tanya wawan yang sudah berdiri di belakang majikannya yang membuat jila pun terdiam sejenak
"ternyata benar, laki-laki itu sipatnya seperti angin.. mungkinkah karena aku membantunya menanggalkan pakaiannya tadi malam , jadi dia berbelas kasihan ? kenapa otakku penuh gambar sepertinya itu.. ya Tuhan.. (batin jila) yang sudah mengacak-ngacak rambutnya yang sepertinya orang gila yang membuat wawan pun sedikit terkejut melihat istri majikannya itu
" ada apa dengan nyonya muda? (batin wawan)
yang membuat jila pun tersadar dan membalikan tubuhnya melihat asistennya yang sudah menatapnya yang penuh terbinar-binar di matanya
__ADS_1
"baiklah, hari ini kita akan pergi jalan-jalan, kau ingin pergi kemana? " tanya jila pada asistennya itu yang sudah menampakan wajah sumringahnya penuh kebahagiaan di matanya yang membuat wawan pun sedikit kikuk disaat majikannya menatapnya begitu dekat kepadanya
"benar, aku harus melupakan apa yang terjadi semalam dengannya!.. " (batin jila )
"heheh.. aku dengar ada mall kelas atas baru saja dibuka, spesialis menjual semua jenis barang mewah, apakah nyonya muda ingin pergi melihatnya? " saut wawan yang sudah memberitahukan pada istri majikannya itu dengan senyum ramahnya yang membuat jila pun langsung mengambil dompetnya diatas naskah
tak.. tak... tak...
"baiklah, tapi.. ahhh.. dompetku yang malang . . " ujar jila yang sudah menampakan wajah sedihnya yang sudah lesu tak bergairah melihat isi dompetnya yang kosong melompong, yang membuat wawan pun langsung mengeluarkan kartu hitam yang ada di saku jasnya
"baik! ayo kita berangkat. . ayo kita bakar kartu kriditku sampai abiss!!.. " triak jila yang penuh semangat langsung mengambil kartu kredit itu dari tangan asistennya yang penuh semangat membara
1 jam kemudian..
tak... tak... tak...
__ADS_1
jila pun yang sudah sampai tujuan berjalan masuk kedalam mall yang sudah banyak orang dan ramai dimana-mana
"wahh~~banyak sekali orangnya! . . " gerutu jila dengan suara pelannya berjalan masuk kedalam toko tas branded yang begitu ramai pengunjung dan berjalan melihat satu- persatu tas yang dia inginkan dan tanpa sengaja jila pun menoleh tas yang berwarna coklat kesukaannya di sudut sana,dan dengan cepat jila pun berjalan menuju tas incarannya
tak... tak... tak...
namun sayang di saat ingin menyentuhnya jila pun tak sengaja melihat harga bandrol yang terpangpang jelas di matanya yang membuat jila pun terkejut dan mengurungkan niatnya
"mahal sekali! 290juta , sangking mahalnya sampai buram melihatnya dari kejauhan.. tabungan setahun juga tidak sanggup membelinya. . (batin jila) yang sudah menampakan wajah suaramnya, namun dengan tiba-tiba beberapa orang pun datang menghampiri jila dengan berpakaian seragam yang berwarna hitam berkacamata
tak... tak.. tak..
"maaf, apakah kau yang bernama nona jila putri ? " tanya salah satu bodyguard itu menghampiri jila yang sudah menoleh dengan wajah bingungnya
"iya, benar aku jila putri kalian siapa? " saut jila menatap laki-laki itu dengan wajah sedikit penasarannya
__ADS_1
"kami dapat perintah dari ceo , secara khusus datang untuk menjemput nona jila, dan ceo memberi perintah, hari ini mall penuh dan sesak, dan nona jila sedang hamil, sebab itu, demi keselamatan, kami semua bertanggungjawab atas keselamatan nona jila di dalam mall!.. " ujar salah satu bodyguard itu dengan wajah seriusnya menatap jila yang masih berdiri dengan wajah bingungnya dan penasaran