
tak berselang lama..
ibu dan anak yang sudah saling diam-diaman dengan tiba-tiba dolken pun ingin masuk keruangan istrinya itu
"nyonya muda, nyonya rose, tuan muda datang... " triak raja diluar pintu sana yang membuat jila pun langsung menghapus air matanya dengan cepat
"masuklah.. " saut jila dengan suara kerasnya yang membuat rose pun langsung berdiri melihat menantunya itu yang sudah berjalan masuk menghampiri istrinya itu
"baiklah, kalian bicaralah, ibu akan pergi keluar dulu hanya ingin mencari udara segar .. " pamit rose pada anak dan mantunya itu yang sudah melangkah berjalan menuju keluar ruangan dengan wajah diamnya
"apa yang terjadi padamu dan ibumu ? sepertinya ibu tidak senang? " tanya dolken yang sudah duduk disamping istrinya itu
__ADS_1
"tidak apa-apa, hanya saja ibu sedikit kaget.. " saut jila dengan wajah diamnya yang membuat dolken pun langsung memperhatikan leher istrinya itu yang begitu jelas
"lehermu...
" ah? tidak apa-apa ini hanya lecet sedikit saja .. "saut jila yang sudah tersenyum sembari menutupi lehernya dengan tangannya yang membuat dolken langsung memeluknya sembari memegang leher istrinya itu dengan wajah bersalahnya yang membuat jila pun terkejut dengan mata melototnya
"ehh??
" apakah sakit? maaf, semua karena aku terlambat datang . . "ujar dolken dengan suara lembutnya bersandar di bahu istrinya itu yang membuat jila pun sedikit (⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄) malu yang sudah tertunduk dengan wajah merahnya
"ooh? jadi kau masih memperdulikan mereka? kenapa kau tidak memperdulikan aku?! " saut dolken yang sudah menatap istrinya itu dengan wajah Tak suka nya sembari memegang kedua bahunya dengan wajah dinginnya yang membuat jila pun yang mendengar itu sedikit kesal
__ADS_1
"bukan, aku hanya tidak ingin bertemu dengan mereka lagi ! protes jila dengan wajah marahnya yang membuat dolken pun yang mendengar itu tersenyum kecil
"jangan khawatir, tidak akan ada kesempatan untuk bertemu atau berjumpa dengan mereka lagi, aku sudah mengirim mereka dari kota ini, dan pergi ketempat kau tidak akan pernah ketemu mereka lagi! . . " ujar dolken dengan suara khasnya menatap istrinya itu dengan wajah kesalnya mengingat mereka berdua yang sama-sama menjadi mantan kekasihnya mereka dulu , yang membuat jila pun terdiam sejenak menatap suaminya itu dengan wajah bengongnya
"tempat dimana aku tidak akan pernah bisa bertemu mereka lagi? .." guman jila dengan suara pelannya
namun dalam sekejap dolken pun langsung memeluk istrinya itu yang begitu erat dari arah depan yang membuat jila pun kaget
"disaat kau dalam bahaya, aku sangat senang kau masih tahu untuk memanggil namaku , aku berjanji padamu, aku tidak akan pernah membiarkanmu terluka seperti ini lagi " ujar dolken dengan rasa senang dan bersalahnya memeluk istrinya itu segenap raganya yang membuat jila pun terdiam membisu dengan pikirannya
"eh? kenapa dia berjanji padaku? dolken sangat baik padaku , tapi, apa dia saat ini hanya menyukaiku saja? seharusnya bukan cinta, kan? apakah aku harus menolaknya? . . (batin jila) yang sedikit ragu ingin memeluk suaminya itu , yang membuat dolken pun tersadar lalu melepaskan pelukannya dan menatap istrinya itu yang begitu lekat yang membuat jila bingung dengan diamnya, namun dengan cepat dolken pun langsung mencium bibir istrinya itu yang begitu dalam dengan mata mereka yang sudah saling tatap begitu dekat yang membuat jantung mereka pun berdetak lebih kencang
__ADS_1
" emmmmuachhh💕... deggdegg.... emmuachh 💕... denggdegg..
"jila putri, aku akan membuatmu mengerti isi hatiku yang sesungguhnya.. (batin dolken) yang terus mengespos ciumannya yang begitu dalam dan agresif