
"ohh.. iya apakah CEO rena datang kesisi untuk shopping? .. " tanya dolken pada rena dengan wajah bengongnya
"iksss... benar tapi, karena tidak berhasil negosiasi dengan tuan dolken, jadi aku dimarahin oleh bosku, karena itu aku datang kesini untuk shopping dan bersantai , aku sudah bernegosiasi dengan mu selama bertahun-tahun , tapi tidak pernah menang sekalipun, aku sungguh tidak rela! eeiihh.. " jawab rena yang sudah sedikit stres sembari memijat keningnya dengan tangannya
"itu normal, bosmu juga tidak pernah menang dariku .. " ucap dolken dengan santainya menaruh kopinya di atas meja yang tak di sengaja melihat selembar rambut yang ada di Sisi cangkir kopi milik jila yang ingin meminumnya
"huhh.. panas juga ternyata huhh... " ucap jila yang ingin menyeruput kopinya tapi, dengan segera di tahan oleh dolken dengan cepat
"jangan di minum, lebih baik pulang dan minum di rumah, lihatlah ini sudah larut , kita harus pulang untuk istirahat !.. " pinta dolken yang sudah menangkap dan memegang tangan jila yang tiba -tiba yang membuat jila pun tak bisa meminum kopinya karena ulah dolken yang menariknya
__ADS_1
" kenapa baru duduk sudah pergi lagi?.." tanya jila pada dolken dengan wajah herannya yang membuat rena pun yang sudah paham akan situwasinya dia pun beranjak bangun dari duduk nya
"lagi pula aku juga datang ke sini hanya untuk bermain , besok jika ada waktu, kita jalan-jalan lagi bersama . . " ucap rena yang sudah melihat jila dengan wajah Ramah nya yang membuat jila pun ingin sekali keluar jalan-jalan bersamanya dan melihat dolken yang sudah ada di hadapanya
"apakah boleh? . . " tanya jila pada dolken yang sudah memperlihatkan wajah imutnya kepadanya yang membuat dolken pun tak bisa menolaknya yang sudah semu merah di wajahnya
"tentu Saja boleh !
"CEO rena , kalau begitu besok aku telephone?.. " tanya jila pada rena
__ADS_1
" panggil Saja aku rena! lagian aku dan tuan dolken sudah berhubungan cukup lama bahkan bertahun-tahun ! ?.. " jawab rena dengan wajah ramahnya
"hmm... baiklah kalau begitu kau panggil aku jila Saja .. " ucap jila yang sudah beranjak bangun dari duduknya dan melangkah berjalan mengikuti dolken yang sudah menggandeng tangannya dan meninggalkan rena seorang diri yang sudah melihat mereka pergi dari pandangannya
2 hari kemudian.. di pusat pembelanjaan yang cukup terkenal di negaranya yang kini sedang berdiri seorang wanita cantik dan seksi sedang menunggu seseorang yang tak lain iyalah rena salsabila yang cukup sabar menanti kehadiran sosok wanita yang biasa-biasa saja tapi istimewa bagi seorang dolken batara yang tak lain adalah jila putri
"sudah jam 9 kenapa masih belom datang juga? kemana dia?.. " ucap rena yang meggerutu sendiri sembari melihat jam yang ada di tangannya dan beralih lagi melihat orang-orang yang sudah lalu lalang di hadapanya yang cukup ramai tak berselang lama orang yang di tunggu-tunggu pun akhirnya datang juga
tap... tap... tap...
__ADS_1
"maaf aku datang terlambat . . huh... Hugh... huhh.. " ucap jila yang sudah engos-engosan berhenti dan berdiri di belakang rena, yang membuat rena pun yang mendengar itu langsung menoleh kebelakang yang sudah melihat jila sedang mengatur napasnya
"aku selalu berpikir kalau dolken seumur hidupnya tidak akan pernah menikah , sungguh tidak di sangka dia sekaligus dalam 1 langkah , beli 1 gratis 1 , kamu benar-benar cukup hebat ! sebagai nyonya muda group keluarga batara, ternyata masih bisa begitu rendah hati . . " ucap rena yang sudah melihat jila berjalan menghampirinya dengan wajah senyuman manisnya