
" selain kamarku, kamar lainnya itu terserah padamu! " ujar jila dengan suara tegasnya menatap Maria dengan dinginya
"dan juga Aku! kamarku tidak perlu kau perdulikan! orang yang punya kemampuan harus banyak berkerja bukan, tidak disangka nona Maria begitu banyak cakap.. ohh iya, sekalian hidangkanlah air jus untuk kami diluar cuaca sangat panas ! " sindir rena dengan ledeknnya tersenyum sinis menatap Maria dengan judesnya
"apakah dia mencoba mengejekku? tapi apalah ejekan kecil itu, toh Aku tidak terpengaruh sama sekali! .. (batin Maria) yang tersenyum paksa menatap mereka berdua dengan ramahnya
"baiklah, Aku akan meminta bibi nia, untuk mengantarkannya kepada kalian , disini sangat berantakan sebaiknya kalian berdua pergi ke kamar kalian masing-masing untuk beristirahat lebih dulu! " pinta Maria dengan suara khasnya tersenyum kecil menatap mereka dengan ramahnya, jila dan rena yang mendengar itu pun tak pikir panjang lagi langsung membalikan tubuhnya berjalan pergi menuju kamarnya masing-masing dengan diamnya ,yang membuat Maria pun sedikit kesal menggigit giginya yang amat geregetan memperhatikan rena yang sudah melirik dirinya dengan tatapan tak sukanya
"jangan harap kau bisa melakukan apapun disini!.. ehemm.. (batin rena) dengan juteknya melirik Maria dengan angkuhnya dan berjalan terus mengikuti langkah sahabatnya di depannya
"apa yang sebenarnya pangeran lakukan? kenapa dia tidak membawa pergi wanita berdada besar itu! jika dia tinggal disini sampai batas yang tidak ditentukan, takutnya Aku tidak bisa bertindak kepada dolken?.. (batin Maria) yang sudah menatap pungung rena dengan Marah yang tertahankan
__ADS_1
tak... tak... tak..
"singkirkan barang-barang yang tidak perlu didalam kamar ini, ini kamarku , biar Aku yang memutuskannya bukan orang lain! " pinta jila dengan suara tegasnya menyuruh beberapa pelayannya untuk mengeluarkan barang-barang yang disukai dolken termasuk lemari yang membuat dirinya sesak melihat nya , dan Maria yang tanpa disengaja melihat beberapa barang yang sudah diangkat keluar oleh beberapa pelayan dengan wajah sedikit terkejutnya
"ini semua adalah favorit dolken , kenapa dia membuangnya begitu saja? apa dia tidak waras! .. (batin Maria) yang amat kesalnya langsung berjalan cepat menuju kamar jila dilantai atas
" jila, apakah boleh Aku ingin bicara denganmu? " ujar Maria yang sudah masuk begitu saja menghampiri jila yang sedang mengganti baju santainya
"jila, jika kau tidak menyukainya, kau bisa memberitahuku , kenapa kau melakukan ini? kau membuatku susah jika seperti ini, apakah kau tahu? kenapa semua orang disini tidak mengerti aku? apa kesalahan yang Aku lakukan ? .. "ujar Maria dengan suara pilunya menampakan wajah rasa sedihnya menatap jila dengan melasnya berdiri didepan pintu, namun dengan tiba-tiba rena pun datang tempat waktu yang sudah berdiri dibelakangnya
"anjing yang baik tidak akan menghalangi jalan, maka minggirlah! "cetus rena dengan juteknya sembari berjalan masuk dengan paksa yang. membuat Maria pun sedikit terkejut dengan wajah marahnya melihat rena yang sudah menyikut dirinya dengan sengajanya
__ADS_1
"ehmm...
"rena, Ayo , sebaiknya kita pergi! . . "pinta jila dengan juteknya berjalan dengan diamnya yang tidak memperdulikan Maria saat ini, yang membuat Maria pun semakin marah dibuatnya dengan sikap jila kepadanya yang begitu dingin
"kau pikir kau siapa? kau hanyalah alat untuk melahirkan saja tidak lebih! selama.. anak dikandungmu tidak ada . . maka kalian dengan cepat akan bercerai dan berpisah selama-lamanya . . (batin Maria) dengan pikiran jahatnya dengan diam-diam menjulurkan kakinya sebelah disaat jila ingin berjalan melewati dirinya dengan senyum liciknya, namun dengan tiba-tiba dolken pun datang tempat waktu
"kau ingin pergi kemana? " tanya dolken yang sudah berdiri dibelakang Maria dengan tatapan dinginya, yang membuat Maria dan jila pun terkejut mendengar suara itu
"dolken!.. (batin Maria) dengan cepat langsung membenarkan kakinya rapat seperti semula dengan wajah sedikit paniknya
"tentu saja Aku ingin pergi jalan -jalan, dirumah ini membuat ku tak bisa bernafas lega Aku butuh udara segar! " sindir jila dengan juteknya melihat suaminya yang sudah berjalan menghampiri dirinya
__ADS_1