
"tenang saja aku tidak apa-apa,Oia zero , apakah kau bisa menemaniku untuk mengobrol ?aku sedikit merasa bosan didalam sana ?" pinta jila tersenyum dengan ramahnya dan Zero pun yang mendengar itu hanya bisa tersenyum menganggukkan kepalanya dengan senangnya dan mereka berdua pun berjalan-jalan disekitar rumah yang cukup lumayan besar dan mengabaikan Rena yang masih berdiri dengan cueknya dipojokan sana
Tak..tak..tak..
namun dalam beberapa menit zero pun yang tanpa sadar melihat dan memperhatikan wajah jila yang begitu cantik dan alami membuat zero pun semakin nerpes tidak karuan dikedua Sorot matanya yang tak berkedip sama sekali
"waahhh!nona mahesa ternyata cantik sekali..dia begitu sempurna..(batin zero ) yang diam-diam memperhatikan bibir dan kedua bola mata jila yang begitu memikat hatinya ,dan jila pun yang sadar itu menoleh melihat Zero dengan herannya
"hMm? Kenapa kau melihatku seperti itu?apa ada sesuatu di wajahku ?" tanya jila heran
"ah! Bukan-bukan aku hanya tiba-tiba teringat sesuatu...nona mahesa,apa kau tahu kau begitu mirip sekali dengan wanita yang ada didalam lukisan yang tergantung diaula leluhur keluarga, kalau kau penasaran coba lihatlah aku juga diam-diam memotretnya kedalam ponselku disaat ayahku lengah !" saut zero dengan polosnya dirinya pun dengan cepat merogoh ponsel dari saku celana dan menyodorkan dan memperlihatkan gambar lukisan kepada jila ,dan jila pun yang melihat itu langsung tertegun dengan wajah sedikit kagetnya
__ADS_1
"ah! Siapa dia ?" tanya jila
"leluhur keluarga Mahesa ,aku dengar dari kakek , pahlawan ini lah yang menyelamatkan desa bunga 370 tahun yang lalu , pahlawan wanita itu setuju menikah dengan seorang pangeran untuk ditukar dengan kedamaian didesa bunga selama ratusan tahun !" ujar zero dengan antusias nya memberitahukan lukisan yang mirip dengan nona Yang sudah ada dihadapannya yang begitu semangatnya ,dan jila pun yang mendengar itu hanya bisa terpaku dengan mata bulatnya
"bagaimana mungkin...ini benar-benar sangat kebetulan sekali?" saut jila yang masih terdiam menatap Photo lukisan itu dengan seksama
" wajahku Mirip dengan almarhum Yuri Katy saja sudah sedikit aneh ,dan sekarang aku malah mirip sekali dengan lukisan leluhur keluarga Mahesa?ada apa ini sebenarnya?..kenapa aku semakin penasaran tentang hal ini..(batin jila) yang terdiam sejenak dengan pikirannya yang sesekali melihat lukisan yang begitu jelinya
Tak..tak..tak..
"eh!ayah kau datang !" saut zero tersenyum melihat ayahnya yang sudah berdiri dibelakang nona mahesa,dan jila pun yang mendengar itu langsung menoleh melihat kearah belakang nya
__ADS_1
"halo , kepala desa !''sapa jila yang langsung membalikan tubuhnya kearah Baskoro
"nona mahesa,sudah malam begini kenapa belum tidur ?apa kau tidak merasa capek seharian diperjalanan?" tanya Baskoro ramah
"tidak ,aku hanya sedikit bosan lagian aku baik-baik saja tidak terlalu capek ,Oia kepala desa apakah aku sekarang boleh melihat atau mengunjungi Aula leluhur ?"saut jila dengan wajah berharap dan sedikit penasaran didalam benaknya, Yang ingin melihat langsung lukisan yang begitu mirip dengannya
"nona mahesa, kenapa kau memiliki kebiasaan mengunjungi Aula leluhur pada malam hari ? Tapi jika kau ingin pergi , tentu saja aku juga tidak akan menghalangi langkahmu ,baiklah aku juga akan segera mengatur beberapa orang penjaga agar tidak menutup pintu untukmu !" ujar Baskoro dengan senang hatinya membalikan tubuhnya dan berjalan pergi lebih dulu untuk memberitahukan kepada yang lainnya dan jila pun yang mendengar itu amatlah senang bercampur was-was dan sedikit merinding disekujur tubuhnya yang sudah merasakan udara angin dimalam hari begitu menusuk pori-pori kulit nya yang tajam , dengan rasa keberanian jila pun berjalan seorang diri menuju Aula leluhur yang begitu sepi , yang tentunya sudah ditunjukkan oleh zero dengan nafas yang sedikit tidak teratur
Tak..tak..tak..
Wooshhh!!...
__ADS_1