
"jila , disini terlalu pengap ,tidak baik juga untuk anak kita ,aku akan membawa mu kembali kekamar yah?" bujuk dolken Dengan tatapan lembutnya dan mengabaikan Maria yang masih berdiri dibelakangnya dengan muka kesalnya
"uhuternyata aku terlalu banyak berpikir, hampir saja salah menyalakan dan menuduh yang tidak-tidak terhadapnya !..(batin jila) dengan nafas leganya dirinya pun tersenyum menganggukkan kepalanya dan mengiyakan ajakan usul dari suaminya yang sudah mengandeng tangannya yang begitu lembut ,namu tak berselang lama raja pun datang terburu-buru menghampiri majikannya
Tak..tak..tak..
"tuan muda !...
"ada apa ? Kenapa kau begitu panik?" tanya dolken yang mulai sedikit penasaran
"uhuuhu~~tuan muda ,ini ada telepon dari nyonya .." saut raja dengan nafas sedikit engos-engosan bergegas menyodorkan ponselnya kearah majikannya,dan jila pun yang mendengar itu amatlah terkejut
__ADS_1
"ibunya Dolken!..(batin jila) tertegun dengan diamnya
"apakah dia akan kembali kesini lebih awal.."dumel Dolken yang masih belom siap pada ibunya sembari menerima ponsel dari seketarisnya , justru sebaliknya bagi Maria dirinya amatlah senang dan bahagia mendengar kabar akan kedatangan seorang wanita yang akan menentang hubungan jila dan Dolken sekarang ini
"apa !Tante akan pulang !asikk..aku pasti banyak peluang ,ayo kita lihat siapa yang akan bisa melawan aku dengan apa yang aku inginkan jila putri!..(batin Maria ) tersenyum licik ,melihat dan mendengar Dolken yang sedang bicara pada ibunya disebrang sana
"baiklah,aku akan menyuruh beberapa pelayan untuk menjemput mu ibu ,ya sudah aku tutup dulu sampai ketemu dirumah !.." ujar Dolken singkat pada ibunya disebrang sana dengan wajah sedikit cemasnya sembari mematikan ponselnya dengan cepat dan menoleh melihat istrinya lagi yang masih berdiri memperhatikan dirinya dengan tatapan rasa khawatir didalam benaknya
"jila ,ibuku sudah kembali kesini lebih awal , masalah disini juga sudah hampir selesai bukan , sebaiknya kita bergegas pulang kekota K ?" pinta Dolken pada istrinya,dan jila pun yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya
"baiklah,aku akan mendengarkanmu .." saut jila tersenyum kecil mengiyakan apa yang diperintahkan suaminya ,dan tak lupa Dolken pun dengan senang hatinya menggadeng tangan istrinya berjalan menuju keluar bersama yang lainnya, meskipun didalam hati jila dirinya amat sangat ketakutan sedikit gelisah dan campur aduk yang pertama kali dirinya ingin dipertemukan dengan mertua sesungguhnya yang sangat tak suka padanya
__ADS_1
"apakah ibunya Dolken begitu tergesa-gesa pulang kenegara nya karena aku ? bagaimana aku harus menghadapinya ... sungguh membuat hatiku seperti ingin locat saat mendengar kabar kepulangannya ..(batin jila) yang sedikit risau dan khawatir dibenaknya
Beberapa jam kemudian..
Mereka pun yang sudah bernegosiasi dengan apa yang diincer didesa bunga , membuat keputusan itu diudur sejenak karena ada keperluan mendadak dinegara K yang tak lain kedatangan ibunya Dolken yang membuat dirinya Pun sedikit cemas pada istrinya yang akan menghadapi ibu kandungnya yang amat sangat membenci istrinya dan menentang hubungan mereka berdua , mereka semua pun sudah siap berjalan menuju parkiran mobil yang sudah berjejer rapih membuat Rena pun amat sangat kecewa yang masih betah didesa bunga
"tidak mudah untuk pergi jalan-jalan,aku masih betah ,tapi ya sudah lah mungkin suatu saat bisa kembali lagi kesini dan menikmati pesta api unggun bersama pria -pria tampan .." ngeluh Rena tertunduk lesu dengan pasrahnya berdiri sejajar disamping sahabatnya
"hahah.. sudahlah,jangan mengeluh begitu kita bisa bermain ketempat yang lebih seru dari desa bunga kok~~ " saut jila tersenyum manis menyemangati sahabatnya yang sedikit kecewa ,dan dibelakang sana pangeran dan Maria hanya bisa terdiam memperhatikan wanita yang amat dicintainya dan musuh bagi Maria bersama yang lainnya pergi dengan mobil yang berbeda
"Rena !.. kau..apa kau akan pergi begitu saja ..(batin pangeran) yang merasa sedih didalam hatinya
__ADS_1
"jila putri, tersenyum lah sepuasnya sekarang, tunggu Sampai aku kembali kenegara K,aku akan membuat mu Menangis tak perdaya dan meninggalkan keluarga Batara tanpa paksaan !..(batin Maria ) tersenyum sinis merencanakan hajatannya didalam otaknya yang penuh duri dimana-mana