
jila pun dengan pasrahnya memejamkan matanya sembari memegang perutnya dengan Rasa ketakutan dengan tubuhnya yang gemetar hebat,namun tak berselang Lama jila pun Yang tersadar membuka matanya secara perlahan dan melihat sosok pria dihadapanya yang membuat dirinya pun tercengang dengan mata bulatnya, dengan cepat dirinya pun menghampiri suaminya dengan cemasnya
"dolken!.. " triak jila dengan wajah shoknya melihat goresan Luka di bahu kiri suaminya, membuat semua orang Disana pun Terkejut dengan paniknya , berbeda dengan rena hanya bisa berdiri terdiam dengan raut wajah datarnya menyaksikan drama dihadapanya sembari melipat kedua tangan didadanya dengan santainya
"Lina! kau sudah Gila! beraninya kau melukai CEO gruop keluarga batara ! habislah kau! " bentak Dani dengan marahnya melihat istrinya yang sudah terdiam ketakutan
"Aku...
"apa!tidak! dengan bodohnya Aku Malah menyakiti CEO gruop keluarga batara! .. (batin Lina)terdiam kaku dengan wajah shok ketakutan didalam dirinya yang gemetar hebat dengan lemasnya, dan
merosotkan tubuhnya kebawah sembari melepaskan kater Dari ditangannya kesebrang arah
"kenapa kau begitu bodoh ?! apakah kau tidak bisa menghidar ? " bentak jila dengan wajah cemasnya memegang Luka suaminya yang cukup serius
__ADS_1
"tapi, bagaimana jika Aku yang menghindar dan kau yang terluka? apalah artinya Luka kecil seperti ini, mesikpun Aku harus mengorbankan nyawaku sendiri , Aku tetap tidak akan ragu sedikit pun! " saut dolken dengan entengnya tersenyum kecil menatap istrinya yang sudah berdiri dihadapanya
"apakah sakit? " Tanya jila dengan polosnya yang membuat dolken pun semakin mempermainkannya
"ahhh! Lumayan.. "saut dolken yang tiba-tiba menampakan wajah melasnya didepan istrinya yang merintis kesakitan
"melihat Dari ekpresinya yang begitu berbelas kasihan, Luka sayatan ini cukup sepadan!. . (batin dolken) dengan liciknya menundukan tubuhnya sedikit mendekati bibir istrinya yang tiba-tiba, membuat jila pun sedikit binggung dengan wajah bengongnya
" ehh??.
"aaaAaa!!! ..
"sudah seperti ini, masih saja kau bercanda! " bentak jila dengan sedikit kesalnya , dan dolken dengan reflek langsung memegang lengannya yang cukup sakit sembari menyingkirkan tangan istrinya dengan cepat
__ADS_1
"sudah kalian berdua jangan bercanda lagi, dokter pribadi kami Juga Ada disini, ibu akan memangilnya kemari untuk mengobatimu! "ujar alea yang sedikit cemas dirinya pun membalikan tubuhnya yang ingin pergi namun dengan cepat jila menahannya
" tunggu! ibu biar Aku saja ! " saut jila dengan cekatannya melangkah pergi meninggalkan mereka dengan wajah sedikit khawatir kepada Luka suaminya , dan alea pun hanya bisa terdiam melihat putrinya pergi begitu saja
tak.. tak.. tak...
namun berbeda dengan rena hanya bisa tersenyum tipis memperhatikan Luka yang dialami dolken yang tidak terlalu parah itu
"cik!..dasar kau rubah tua, hati-hati jangan bermain terlalu jauh! " sindir rena dengan juteknya berdiri dibelakangnya, dan dolken pun yang Mendengar itu langsung menoleh melihat rena dengan tatapan nakalnya
"sshhuuuuttttt!...
dan jia pun yang melihat itu sangat Amat kesal dan marah dengan apa yang diharapakannya
__ADS_1
"sialan! sungguh menyebalkan, ternyata dia bisa lolos tanpa cedera!. . (batin jia) yang Amat geregetan menatap punggung dolken dengan kesalnya, namun dolken pun yang sadar menoleh melihat jia dengan tatapan sinis dengan kedua sorot matanya yang tajam membuat jia pun sedikit terkejut melihat pria dihadapanya yang begitu menakutkan
"apa! orang ini ternyata menakutkan Juga! Cara dia menatapku?.. (batin jia) yang langsung terdiam kaku menutup mulutnya dengan kedua tangannya