sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
rangga yang tempat wAktu


__ADS_3

beberapa jam kemudian..


akhiranya jila pun terdiam dengan wajah menyerah dan kecewa kepada suaminya itu yang tak kunjung datang menjemputnya


"ternyata aku benar-benar tidak boleh memiliki harapan kepadanya , dan kenapa aku tidak mengingat ini? aku sungguh bodoh sekali, ada begitu banyak yang menemaninya disisinya, dan mana mungkin dia membutuhkan kehadiranku untuk menemani disisinya.. dia hanya ingin menggodaku saja .. agar aku bisa berharap kepadanya!.. (batin jila) yang sudah menampakan wajah rasa sedihnya melirik sahabatnya itu yang sudah duduk dengan wajah ngantuknya


" oaammmmm....


"ayo sebaiknya kita pergi, aku sudah sedikit lelah? " pinta jila dengan suara pelannya menatap sahabatnya itu yang membuat rena pun yang mendengar itu sedikit terkejut

__ADS_1


"apakah dia sudah menyerah menunggu suaminya itu?.. (batin rena) yang sudah menoleh menatap sahabatnya itu dengan wajah rasa ibanya


" jila.. aku akan ikut denganmu, kalau kau pergi aku juga akan pergi bersamamu! "ujar rena yang sudah beranjak bangun dari duduknya sembari mengulurkan tangannya kearah sahabatnya itu yang membuat jila pun sedikit terharu mendengar perkataan sahabatnya itu yang masih setia menemaninya


" rena...


"ayo, kita pulang? " ajak rena kepada sahabatnya itu yang sudah tersenyum hangatnya sembari mengulurkan tangannya kearah sahabatnya itu yang membuat jila pun yang melihat sahabatnya itu langsung beranjak bangun dari duduknya , namun dengan tiba-tiba jila pun oleng yang kurang jaga keseimbangan tubuhnya yang dari tadi lama duduk diatas kursinya itu yang membuat lutut kakinya pun lemas dan rena pun yang melihat itu sangat terkejut dengan wajah shoknya yang ingin membantu sahabatnya itu namun dengan cepat dan sigap rangga pun berjalan menghampiri jila yang langsung menompang tubuh wanita itu dari dekapanya yang begitu erat,yang membuat jila pun terkejut bukan main melihat dan menatap rangga yang sudah ada didekapanya yang begitu intim dengan tatapan bengongnya


"ehh?..

__ADS_1


" ternyata rangga yang menolongku saat ini.. (batin jila) yang sudah menampakan wajah kecewa dan risihnya kepada sahabat barunya itu, yang membuat rena pun sedikit lega melihat mereka berdua dengan pasrahnya


"sudahlah, sebaiknya aku serahkan kepada rangga untuk semetara waktu.. (batin rena) yang sudah berjalan mengikuti langkah mereka berdua dibelakangnya , dan jila pun masih terdiam yang sudah merasakan perasaannya saat ini yang sedang menatap rangga dengan diamnya


"rupanya,ada aroma yang tenang dan elegan pada dirinya.. berbeda sekali dengan aromanya dolken disaat aku menciumnya, dia sungguh membuat orang merasakan rangsangan yang kuat dari hormon pria , sedangkan rangga hanya akan membuat orang lain didekapannya begitu nyaman . . (batin jila) yang sudah diam-diam memperhatikan rangga dari dekapanya namun rangga pun hanya bisa menatap lurus berjalan menuju mobilnya dengan wajah datarnya meski dalam hatinya bergejolak yang tertahankan yang pertama kalinya menggedong wanita yang dia sukai itu , tak butuh lama rangga pun menurunkan jila dengan perlahan kedalam mobilnya itu


"kau sudah lama duduk, biarkan aku menggerakan sebentar pembulu darah dialat gerak bawahmu itu ! " ujar rangga yang sudah memasukan alat dibawah kaki jila dengan wajah cemasnya yang membuat jila pun sedikit tak enak hati kepada pria yang ada dibawah kakinya itu


"maaf, aku sudah merepotkanmu dan terimakasih soal barusan kalau tidak ada kau mungkin akan beda ceritanya, aku benar-benar berterimakasih padamu kau begitu sangat baik!.. " saut jila yang sudah tersenyum ramahnya menatap rangga dengan perasaan leganya

__ADS_1


"dia sungguh benar-benar begitu perhatian, siapapun yang menikah dengan suami seperti dia pastinya akan sangat bahagia... sungguh beruntung sekali!.. (batin jila) yang tersenyum kecil menatap rangga dengan pikirannya


__ADS_2