sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
taktik Maria


__ADS_3

" jila, maaf! apa yang terjadi beberapa hari yang lalu, sebenarnya tidak dimaksudkan untukmu! " ujar Maria dengan hati-hatinya menatap punggung Maria dengan muka duaanya dan jila pun yang sudah tahu itu hanya bisa menghelang nafas beratnya


" uuhnona Maria, disini tidak ada orang lain, aktingmu sudah sangat keterlaluan ! " sindir jila dengan juteknya sembari mencuci kedua tangannya berulang kali


"jila, meski kau tidak menyukaiku, kau juga tidak perlu bicara seperti itu tentangku.. " protes Maria dengan muka sedihnya yang membuat rena pun sangat muak melihatnya


"kau menangislah pelan-pelan , aku akan menunggumu diluar ! " sindir rena dengan juteknya membalikan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua yang masih didalam toilet


"hari itu kau sudah melihatnya bukan, orang yang paling dicintai dihati dolken tetap adalah aku istrinya ,tapi kau malah menghancurkannya! " ujar jila yang mulay sedikit kesal dengan cepat mengambil tisu disebelah kanannya


"itu Karena kau sudah memilih untuk pergi , maka kau sebaiknya jangan muncul dihadapan kami lagi yah? "pinta Maria dengan wajah tidak tahu malunya yang membuat jila pun semakin emosi dibuatnya

__ADS_1


"apakah aku harus perduli tentang perasaanmu kemana pun aku pergi? kau pikir kau siapa? bisa mengaturku sesukamu! " bentak jila dengan emosinya menoleh dan menatap Maria dengan mata melototnya yang membuat Maria pun sangat terkejut terdiam melihat sikap jila yang begitu marah padanya , dan jila pun dengan muaknya Melangkah pergi namun dengan tiba-tiba Maria pun menahan dan memegang tangan jila begitu saja


"tunggu! tidak, jila , kau jangan seperti itu padaku! " protes Maria dengan wajah memohon menatap jila dengan melasnya


"tolong lepaskan tanganmu dariku, aku ingin kembali kemejaku! " bentak jila dengan nanda tingginya menepis dan menghidar dari pegangannya yang membuat Maria pun terbentur dan terjatuh diatas westapel begitu saja


" Ahhh!!... brakkk!...


"ahh!.. jila, kau... " rintih Maria yang sudah terjatuh terseungkur memegang jidatnya yang sudah mengeluarkan darah segar mengalir dipipinya


"ada apa ini? aku jelas-jelas tidak memakai tenaga dan bahkan dia juga tak menarikku tapi kenapa dia bisa terjatuh begitu?trik apa lagi yang dia ingin mainkan?... (batin jila) berpikir sejenak dengan diamnya namun entah ada angin apa dolken pun datang dan berjalan menghampiri istrinya dengan tatapan dinginya yang membuat jila pun semakin terkejut dengan wajah bingungnya

__ADS_1


" dolken! apa dia akan salah paham padaku? . . (batin jila) yang langsung memundurkan tubuhnya sedikit menatap dolken dengan cemasnya dan Maria pun yang sadar itu langsung menoleh melihat dolken yang sudah berdiri disamping musuhnya


"jila, habislah kau ! . . (batin Maria) yang tersenyum licik


"Maria, kau..


"tunggu! dolken kau jangan menyalahkan jila , ini semua Karena aku sendiri yang tidak hati-hati... dolken! sebaiknya kau temani aku pergi kerumah sakit yah. . " sontak Maria dengan aktingnya langsung beranjak bangun dan berdiri dengan hati-hati menghampiri dolken dengan tatapan melasnya sembari memegangi jidatnya yang terluka dan dolken pun yang melihat itu langsung menghelang nafas beratnya


"uhu~~maria kau pergilah selamanya jangan muncul didepanku lagi! " ujar dolken dengan tegasnya menatap Maria dingin, yang membuat jila pun sangat terkejut bukan main melotot tidak percaya termasuk Maria yang tidak terima mendengar perkataan dolken padanya


"apa! dolken kenapa? sekarang yang terluka adalah aku ! kenapa aku yang harus pergi? aku butuh pengobatan langsung.. " protes Maria yang amat sangat terkejut dengan sikap dolken yang begitu kejam

__ADS_1


"apa kau kira aku tidak tahu , aku dari tadi terus berdiri disini mendengar kalian bicara yang tidak penting , kau pikir aku tidak tahu taktikmu menjeratku Maria, kalau rena tidak menyuruhku kesini! " bentak dolken dengan tatapan emosi merah padam dikedua kelompak matanya yang tajam yang membuat Maria pun langsung terdiam membeku tak berkutik


__ADS_2