sekali seumur hidup

sekali seumur hidup
drama Maria


__ADS_3

beberapa menit kemudia..


dan mereka berdua pun berjalan menuju keluar namun tanpa disengaja melihat rangga dipojokan Sana yang sedang menelepon dengan seriusnya


"paman, jangan khawatir , biarkan aku mencarikan seseorang untuk membantu mengurus masalah ini! jangan terlalu tergesa-gesa , ini bukan masalah besar! " ujar rangga dengan seriusnya langsung mematikan ponselnya disebrang Sana, namun dengan cepat rena dan jila pun berjalan menghampirinya


" tuan rangga? ada apa dengan tuan mahesa? sepertinya serius sekali? " tanya jila dengan wajah penasarannya menatap rangga yang sudah berdiri dihadapanya, yang membuat rangga pun langsung menghelang nafas beratnya


"uhu~~~ada seseorang dikeluarga mahesa yang bertangung jawab atas laporan statistik , tapi dia tiba-tiba mengundurkan diri , akibatnya, tidak ada yang mau mengurus akun bulanan ini, tapi tidak apa-apa aku akan mengirim seseorang kerumah paman! " ujar rangga yang sudah memberitahukan masalah keluaraga mahesa kepada jila dengan detailnya


"awalnya aku memang ingin berterimakasih kepada keluaraga mahesa, tapi tidak disangka malah menerima budi baik dari keluaraga mahesa berkali-kali , akhirnya aku memiliki kesempatan untuk membalas keluaraga mahesa kali ini! . . (batin jila) yang terdiam sejenak dan langsung mengingat akan dirinya yang sedikit punya bakatnya


"benarkah? aku mengerti sedikit tentang laporan keuangan , jika keluaraga mahesa tidak keberatan, aku dapat membantu keluaraga mahesa melakukan pembukuan hanya untuk bulan ini! " ujar jila yang menawarkan jasa nya kepada rangga dengan senyum cerianya, yang membuat rangga yang mendengar itu sangat amat bahagia dan senangnya

__ADS_1


"benarkah? apa kau serius? " tanya rangga sekali lagi hanya untuk memastikannya menatap jila yang sudah menganggukan kepalanya beberapa kali kearahnya , dan mereka pun yang sudah setuju langsung membalikan tubuhnya berjalan berbarengan menuju rumah kediaman mahesa dengan antusiasnya


"syukurlah, kita punya alasan lagi untuk pergi kerumah mahesa untuk menumpang makan enak lagi! " triak rena dengan semangatnya sama halnya dengan jila yang begitu bahagianya


" wahh, aku sangat suka kue buatan nyonya alea , itu benar-benar sangat enak! aku juga tak sabar lagi ingin mencicipinya hahahaha!.... " saut jila dengan amat tak sabaranya berjalan cepat menuju mobil rangga bersama rena disampingnya yang begitu lekat seperti perangko melihat mereka berdua yang begitu kompak


dan diruangan lain yang saat ini dolken sedang berbicara dengan pelannya kepada Maria yang masih menangis yang tak kunjung berhenti dihadapan dolken


" dolken, apakah kau sedang menyalahkanku? aku hanya perduli padamu, tapi dia bicara seperti itu padaku! hatiku amat sangat sedih, dan kau masih bicara seperti itu padaku! ihks.... ihks.... ihks.... " ujar Maria dengan sandiwaranya didepan dolken saat ini


"apa yang kau katakan? " tanya dolken sekali lagi


" aku hanya mengatakan agar dia menjaga emosinya, dan jangan egois, apakah aku salah bilang begitu? tapi dia malah berkata, meskipun aku menyukaimu , aku juga harus menunggu sampai kalian bercerai dulu.. huhuhuhu..... ihks... keterlaluan bukan! kenapa dia bicara seperti itu padaku ? hatiku sangat sedih sekali.. ihks... ihks... dolken, aku hanya perduli padamu sebagai seorang teman , apakah aku juga tidak punya hak untuk perduli pada teman ? "saut Maria yang menceritakan yang penuh rasa kesedihan dikedua bola matanya yang terus mengalir air matanya tanpa henti dihadapan dolken yang mencari perhatian dan simpatinya , yang membuat dolken pun yang mendengar itu terdiam sejenak dengan pikiranya yang mengingat banyangan wajah jila yang begitu marah dan emosi yang tak biasa

__ADS_1


"jila, dia.. apakah dia sedang cemburu? jika dia cemburu padaku dan Maria , apakah itu berarti dia benar-benar menyukaiku? . . (batin dolken) yang baru sadar tersenyum kecil dengan diamnya


"dolken, sebenarnya aku tidak bermaksud menyalahkan jila sedikit pun, bagaimana pun dia istrimu yang sah, sedangkan aku... aku.. aku hanya bisa melihatmu dari kejahuan . . " ujar Maria dengan rendah hatinya menatap dolken dengan sedihnya ,dan dolken pun yang mendengar itu langsung mengusap pundak Maria dengan lembutnya dengan tatapan senangnya


" iya benar, jila adalah istriku sekarang, sebab itu aku harap saat kau melakukan hal sesuatu, ku mohon lebih mengerti dia ! mohon mengertilah dia hanya seorang ibu hamil, bagaimana pun ibu hamil biasanya akan mudah marah dan tersinggung ! " saut dolken dengan suara tegasnya memberitahukan dan menasehati Maria dengan tatapan datarnya yang membuat Maria pun sedikit terkejut dengan wajah diamnya menatap dolken yang sudah membalikan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan dirinya dengan hati kecewanya , dengan sontak Maria pun menghentakan kakinya dengan kesalnya


takkk...


"sialan! aku sudah menangis seperti ini, apakah dia tidak tahu cara untuk menghiburku! dasar! sudah bertahun-tahun , tapi kenapa EQnya masih rendah ! tidak bisa! aku tidak bisa terus duduk diam begini , aku harus menyerang dengan agresif ! " guman Maria dengan marahnya memikirkan rencana liciknya terhadap dolken dan jila saat ini


"aku harus cepat mencari jila dan bertanya dengan jelas ! dan bertanya padanya apakah dia sangat mencintaiku atau tidak!?.. (batin dolken) dengan pikiranya yang terus berjalan menuju kamar istrinya dengan cepatnya


tak... tak... tak...

__ADS_1


__ADS_2