
beberapa jam kemudian..
di tempat mansion dolken yang sudah rapih dengan gaya khasnya berjalan menuruni anak tangga dengan hati-hati yang sudah melihat jila yang sedang berdiri melihat dirinya di ruang tamu dengan wajah mereka yang sudah saling tatap muka tapi tanpa bicara satu sama yang lainya
"nyonya muda, tuan muda hanya ingin pergi untuk menjelaskan kepada president korea tentang masalah hari ini .. " ucap bibi nia kepada jila dengan wajah bengong nya
"ohh, rupanya begitu .. " ucap jila yang sudah melihat dolken berjalan jauh dari pandangannya menuju mobil yang sudah menunggunya
"direktur sudah mengetahui masalah ini, barusan dia menelepon video cal dan memarahi tuan muda dengan keras!
" apa!! nenek?
"iya, saat itu aku tak sengaja mendengarnya di saat tuan muda menyuruhku memberikan isi dokumen kepada seketaris raja !ini pertama kalinya direktur memarahi tuan muda dengan begitu keras , ooh.. iya nyonya muda kamarnya sudah di bereskan , apakah nyonya muda mau istirahat dulu?
" ah... iya aku juga rasanya capek banget seharian ini! sebaiknya aku masuk ,dan terimakasih udah bersihkan kamar tidurku!?
"sama-sama nyonya, ini sudah tugas saya! baiklah kalau begitu saya permisi dulu!
" hemm... " ucap jila yang sudah melihat bibi nia pergi dari pandangannya dan melangkah berjalan naik menuju kamar nya
"uuhh... lelahnya, sebaiknya aku cepat mandi lalu tidur!?
__ADS_1
krakkk... (suara pintu tertutup)
beberapa jam kemudian..
malam pun tiba pukul 8:30 , jila yang sedang tertidur pulas dengan mimpi indahnya tiba-tiba suara yang begitu berisik pun terdengar di telingnya yang membuatnya terjaga,yang tak lain iyalah dolken bersama kepala pelayannya yang sedang bicara di luar kamarnya
"apa dia sudah kembali??. (batin jila) yang sudah terbangun dengan mata yang sudah terbuka pelan mendengar mereka sedang bicara yang amat serious
" tuan muda, bagaimana tadi! apa perjalan mulus?.. "tanya nia pada majikanya
"beri tahu nenek, sikap mereka sangat tegas, mungkin akan sedikit merepotkan?.. "jawab dolken dengan wajah capeknya
" mungkin!magsud nyonya besar adalah, bagaimana kalau membawa nyonya muda untuk menjelaskan bersama?.. " ucap nia dengan sarannya
" baiklah, tuan muda.. " ucap bibi nia yang sudah pamit berjalan pergi meninggalkan dolken yang masih berdiri di pintu kamarnya dengan wajah capeknya sembari menghembuskan nafas beratnya
"uuuhhhh...
krekkk... (suara pintu ke buka)
yang membuat jila pun kaget dengan cepat berbalikan tubuhnya ke arah lain yang masih berpura-pura dengan tidur nya , yang membuat dolken pun yang melihat itu hanya bisa terdiam dan melangkah berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
__ADS_1
syurr... syurr... syurr... (suara air shower)
"jika jila pergi lagi, aku khuwatir itu akan membuat nya terluka sekali lagi... aku tidak bisa membiarkan jila terluka lagi.. aku pasti tidak akan mengizinkan itu bila terjadi!.. (batin dolken) yang sedang memikirkan masalah nya tadi Siang di villa, dengan kepalanya yang sedang menikmati air shower di setiap Tetesannya
dan beberapa menit kemudian..
krekk... (suara pintu kamar mandi)
"apa dia abis mandi? tak biasanya dia mandi di kamar ini!?.. (batin jila) yang sudah sedikit cemas
dolken yang sudah selesai , berjalan menuju lemarinya dan mengambil celana bokser untuk dia pakai malam ini dan melangkah berjalan menuju ranjang yang sudah ada jila yang saat ini sedang berpura- pura dengan tidurnya yang sudah merasakan gugup dan cemasnya, dolken pun yang sudah duduk di atas kasurnya dengan cepat melemparkan tubuhnya dengan wajah lelahnya sembari memejamkan matanya yang tidak memperhatikan jila yang sudah ada di sampingnya, yang membuat jila pun semakin gemetar
"dia.... tidur disini? di ranjang yang sama denganku la La, la lagi? kenapa dia tidak tidur di kamar tamu atau di ruang belajarnya?.. (batin jila )yang sudah gugup tak tenang, yang membuat dolken pun sadar dan membuka matanya dan bebalik melihat jila
"gaya apa ini? mungkinkah dia sudah bangun dari awal? .. (batin dolken)yang sudah mengkerutkan alisnya dengan curiga,
yang membuatnya dirinya pun memiringkan badannya kearah jila yang sedang menatap punggungnya itu , dan dolken pun dengan tenaganya yang kuat menarik tubuh wanita itu yang membuat jila pun tergeser dan berbalik badan menghadap tubuh laki-laki itu yang sudah di dekapannya yang begitu erat , yang membuat jila pun terkejut dengan mata melotonya yang sudah melihat dada sispek dengan bentuk kotak-kotak seperti roti sobek yang begitu keras dengan aroma sabun yang begitu menyengat hidungnya
deg.... deg... deg...
" ahh...!! suara jantung ini!!
__ADS_1
"wahhh....yang benar saja , kulit gading yang berotot begitu sempurna ada di mataku begitu dekat, meskipun sudah melihat beberapa kali .. tapi ini..wahhh.... aku tak bisa berkata-kata lagi hanya bisa melihat nya dan menyentuhnya... (batin jila) yang tiba -tiba terpana melihat pemandangan indah dimatanya