
dan tanpa sadar jila pun menoleh melihat seseorang dibelakang pria itu yang sudah menampakan wajah rasa harunya menatap dirinya dan tersadar mengingat beberapa minggu yang lalu pernah bertemu dengannya
"ehh? aku ingat sekarang, bukankah dia wanita yang tidak sengaja aku tabrak direstoran hari itu? mereka terus menerus bilang kalau aku adalah yuri katy anaknya , dan bahkan menyebut dirinya adalah ayah dan ibu... tunggu! jangan-jangan mereka adalah tuan mahesa dan nyonya alea!? .. (batin jila) dengan wajah kagetnya langsung perlahan melepaskan pelukan mahesa dari dekapanya dengan wajah rasa cemasnya dan melihat beberapa orang dari keluarga mahesa mengumpul melihat dirinya
"maaf, apakah anda tuan mahesa? sepertinya aku perlu mengklarifikasi! sebenarnya aku bukan yuri kAty , namaku adalah jila putri! dari kota N.. " ujar jila dengan suara khasnya memperjelaskan kepada mahesa , alea dan mereka semuanya yang sudah menatap dirinya dengan wajah berharapnya
"ehh? bagaimana mungkin ? dilihat bagaimana pun kau adalah yuri katy anak tunggal dari keluarga mahesa! "protes beberapa saudara mahesa dengan wajah tak percayanya
"maaf sekali lagi, aku bukan yuri katy, namaku adalah jila putri "saut jila yang sudah tersenyum canggungnya sembari melambaikan kedua tangannya berulang kali kearah mereka dengan suara protesnya, namun dengan cepat mahesa pun memegang bahu jila dengan lembutnya
"sudahlah! pasti putriku hilang ingatan! bila tidak, kenapa dia lupa Akan indentitasnya ihks... " ujar mahesa dengan tatapan sedihnya sembari mengusap air matanya dengan tangannya yang membuat jila pun semakin tak berdaya dengan apa yang diucapakan kedua orang tua yuri
"huhu.. apakah ada orang yang bisa menolongku saat ini? aku benar-benar bukan yuri katy yang mereka maksudkan aaa... aku harus bagaimana aku dikeroyok dengan kesalah pahaman mereka padaku ya tuhan... (batin jila) yang sudah meraskan pasrahnya , namun dalam bersamaan segerombolan orang datang yang tidak jauh dari pandangannya
__ADS_1
"bukankah itu rangga! sebaiknya aku cepat memangilnya!.. (batin jila) yang sudah memperhatikan segerombolan orang wanita yang sedang menggurumi rangga seperti semut, dan rangga pun dengan santainya berjalan bersama pangeran, dolken dan Maria dibelakangnya
" rangga!!.... "triak jila dengan suara keras memanggil rangga yang tidak jauh dari pandangannya yang membuat rangga pun yang mendengar itu sangat terkejut dengan wajah bingungnya , sama halnya dengan dolken dan Maria yang mendengar suara itu langsung menoleh melihat jila yang tidak jauh dari penglihatannya
" jila sedang apa dia?.. (batin dolken) dengan diamnya memperhatikan istrinya itu yang sedang melambaikan tangannya kearah rangga berulang kali
"siapa? siapa yang memanggilku? " tanya rangga dengan wajah bingungnya melihat sekitarnya yang celingak celinguk mencari suara itu berasal
"eh? ternyata jila yang memanggilku?.. (batin rangga) yang tersenyum senangnya langsung berjalan cepat menghampiri jila dan melihat keluarga mahesa yang sudah berkumpul melihat dirinya
tak... tak... tak...
"eh? paman, bibi.. kalian semua ada disini? " tanya rangga dengan suara khasnya tersenyum ramahnya melihat mahesa dan alena dihadapanya
__ADS_1
"syukurlah, penolongku sudah datang, sebaiknya biarkan dia membantuku untuk menjelaskan semuanya. . (batin jila) yang sedikit leganya melihat rangga yang sudah berdiri dan berbicara kepada kedua orang tua yuri, dan rangga pun melirik melihat jila dibelakang mahesa dengan wajah Penasarannya
"rangga! bantu Aku menjelaskannya!plisss . . " bisik jila dengan wajah memohonnya menatap rangga, yang membuat rangga pun yang mendengar itu langsung tersenyum manisnya
"jangan khawatir, serahkan padaku! "saut rangga yang tersenyum manisnya sembari menganggukan kepalanya dengan ramahnya
"ternyata jila imut juga!.. (batin rangga) yang tersenyum senangnya
" rangga!.. kemarilah! "pinta mahesa dengan rasa senangnya meraih tangan jila dan memegang tangan rangga dalam satu tumpukan ditangannya yang begitu rapat
"akhirnya putriku sudah kembali , pernikahan kalian sudah bisa dilaksanakan bukan? "ujar mahesa dengan rasa senangnya menatap rangga dan jila yang amat bahagianya , yang membuat rangga dan jila yang mendengar itu sangat terkejut bukan main dengan mata melototnya yang sudah saling tatap satu sama lainnya
" apa!? . . "sontak mereka berdua dengan wajah shoknya, dan dolken pun yang dari tadi memperhatikan dan mendengar mereka berbicara yang tidak jauh dari dirinya sangat marah dan emosi yang tertahankan
__ADS_1