
" halo, lala , aku adalah rena teman lamamu waktu sekolah SMA dulu , aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu , apakah baru-baru ini kau menerima pasien tumor otak ?.. " tanya rena pada lala disebrang sana dengan wajah penasarannya yang sedang berdiri di depan jendela kaca
"Hai, kau ternyata, iya , memang benar ada pasien tumor otak yang dirawat, tapi usianya sudah sangat tua, jadi tidak ada artinya menjalankan operasi, sebab itu aku menyarankan agar dia dirawat pengobatan tradisional, kenapa kamu tiba-tiba menanyakan ini?.. " saut lala di sebrang sana yang sama-sama penasaran dengan apa yang rena itu tanyakan padanya
"aku hanya melihat sesuatu yang menarik, aku akan kirimkan padamu, tunggu! sebentar .. " ujar rena dengan cepat langsung mengirimkan photo kepada temannya itu
"sudah ku kirimkan, baiklah kalau begitu aku matikan dulu dan cepat hubungi aku lagi ,aku ingin tahu secepatnya.. " pinta rena pada temannya itu yang disebrang sana
" baiklah akan aku usahakan.. "saut lala disebrang sana yang sudah mematikan teleponenya
"heheh... sekarang aku bisa dinyakinkan kalau hasil laporan medis ini palsu, dan wanita itu yang dikira waktunya 1 bulan lagi ternyata palsu, sebelumnya dia juga menangis dengan menjijikkannya memohon pada jila , agar menyerahkan dolken padanya .. (batin rena) yang diam-diam memberi pesan pada dina yang sudah memakai henpone milik jila
*** pesan baru
__ADS_1
"mana ada , aku sudah menjelaskannya semuanya dengan jelas! tapi, dolken bilang kalau awalnya adalah kesalahanmu, jadi dia tidak bisa memaafkanmu dengan mudah, sebab, itu dia terus mengujimu, jika kau benar-benar mencintai dolken, kau harus mencobanya beberapa kali lagi, ohh, iya aku akan memberimu satu hal lagi, sebentar lagi dolken akan pergi berlatih tinju, dan dia tidak akan membawa siapapun bersamanya kecuali raja seketarisnya✅ terkirim jila putri 13:21
"baiklah kalau itu benar ✅ pesan masuk dina salsabila 13:22
***
"jila, kakamu ini, akan membantumu melampiaskan amarah ini!.. (batin rena) yang sudah berdiri melihat jila yang masih tertidur diranjangnya dan rena pun langsung menaruh henpone milik jila di atas mejanya lagi, yang sebelumnya rena pun sudah memberitahukan pada raja di saat datang ke apartementnya
dan tak berselang lama . .
" hmm... aku sudah beberapa lama tidur ? .. " tanya jila pada rena dengan suara paraunya yang sudah bangkit dari tidurnya dengan tangannya yang sedang mengucek-ngucek matanya beberapa kali
"baru 1 jam.. " saut rena yang sudah berjalan kearah dapur untuk mengambil jus buah yang di pesankan oleh dolken pada raja
__ADS_1
"ayo minum jusnya, ini adalah buah dan Blender yang di minta dolken untuk dibawakan oleh seketarisnya, dia memintaku untuk memberikannya padamu setelah kau bangun.. " ujar rena yang sudah berjalan menghampiri jila sembari menyodorkan jusnya dari tangannya yang membuat jila pun sedikit kesal mendengar itu
"hmph.. dia benar-benar perduli pada anak ini bukan padaku! jadi dia tidak akan membiarkan apapun terjadi pada anak ini . . " saut jila yang sudah mengambil jusnya dari tangan rena dengan wajah sedikit kecewanya yang membuat rena pun langsung menaikan halisnya
"eeiihhh... kenapa dia tidak bisa menyadari masalah sepele seperti ini! jika dolken hanya perduli pada anak ini, bagaimana mungkin dia...sudahlah,sudahlah biar dia cari tahu sendiri..(batin rena) yang sudah menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali
"hmm.. bagaimana dolken tahu aku ada disini?.. " tanya jila pada rena dengan wajah penasarannya
"akhirnya kau menyadarinya, dolken memintaku untuk memberitahumu , jika kau tidak pergi kekantor Hari ini, maka kau dianggap bolos kerja ! ..
ppfffftrrrrr....
" apa bolos kerja!.. " saut jila dengan wajah kagetnya yang tidak sengaja menyembur kearah wajah rena yang sudah basah kuyup tidak karuan
__ADS_1
"aaaa... jilaaaa....😤
" maaf, (◞‸◟ㆀ)ᵐᵃᵃᶠ aku tak sengaja hehe... "ujar jila yang sudah menampakan wajah tak bersalanya sembari mengelap bibirnya ..